Minggu, 30 September 2012

Curiosity Temukan Bukti Keberadaan Sungai di Mars

Mobil rover robotik milik Badan Antariksa AS (NASA), Curiosity menemukan bekas aliran air di sebuah wilayah di Mars, yang dulunya kemungkinan merupakai sungai sangat deras. Sebelumnya para ilmuwan memang sudah menemukan bukti keberadaan air di Mars, namun ini merupakan kali pertama sebuah bekas aliran sungai ditemukan.

Remnants of ancient streambed on Mars
NASA's Curiosity rover found evidence for an ancient, flowing stream on Mars at a few sites, including the rock outcrop pictured here, which the science team has named "Hottah" after Hottah Lake in Canada’s Northwest Territories. Image credit: NASA/JPL-Caltech/MSSS 
Rock outcrops on Mars and Earth
Perbesar Gambar (klik!)
Formasi batuan tempat ditemukan aliran air tersebut diberi nama 'Hottah'. "Kelihatannya seperti seperti sebuah trotoar yang dihancurkan dari samping, namun itu ternyata bekas aliran air zaman purba," ujar ilmuwan John Grotzinger, ilmuwan untuk proyek tersebut. Misi mobil rover robotik Curiosity milik NASA itu sudah dimulai sejak 6 Agustus 2012. Tujuan utamanya adalah untuk meneliti lebih dekat permukaan Planet Mars.
Rock outcrop called Link
Perbesar Gambar (klik!)
Jejak aliran air ditemukan di Mars. Robot Curiosity mengirimkan citra batuan yang menunjukkan bahwa air pernah mengalir di planet yang diperkirakan dapat mendukung kehidupan tersebut. Beberapa bukti yang menunjukkan aliran air pernah ada di Mars memang sudah didapatkan. Namun, bukti yang didapatkan Curiosity adalah yang terkuat, menunjukkan adanya batuan dan kerikil yang berbentuk melingkar, diduga oleh aliran air.

"Ada aliran yang cukup kuat di permukaan Mars. Kami senang dengan penemuan kini," kata John Grotzinger dari California Institute of Technology (Caltech) yang terlibat misi seperti dikutip AP, Kamis (27/9/2012). Menurut ilmuwan, batuan dan kerikil kemungkinan besar dibawa oleh air dari jarak yang cukup jauh.

Rebecca Williams dari Planetary Science Institute di Tucson, Arizona, yang merupakan anggota tim peneliti misi Curiosity mengatakan bahwa berdasarkan ukurannya, tak ada kemungkinan batuan dibawa oleh angin. Curiosity memang tidak menggunakan instrumen teknologi tinggi yang dimiliki untuk mengebor batuan dan menganalisis komposisi kimianya. Namun, cukup dengan melihat citra yang dikirimkan, Grotzinger yakin bahwa air berperan dalam transportasi batuan itu.

Mars saat ini memang berupa gurun kering. Namun, studi geologis sebelumnya mengungkap bahwa dahulu Mars lebih basah dan hangat, memungkinkan adanya air dalam bentuk cair. Bill Dietrich dari University of California, Berkeley, mengungkapkan bahwa belum diketahui berapa lama air ada di Mars. Namun, diperkirakan air cair bisa berada di planet merah selama ribuan hingga jutaan tahun.

Penemuan jejak aliran air di Mars ini adalah awal yang baik bagi Curiosity. Wahana ini sendiri salah satunya bertugas menyelidiki kemungkinan Mars mendukung kehidupan mikroba. Untuk mendukung kehidupan, setidaknya ada tiga syarat yang harus dipenuhi, yakni adanya air dalam bentuk cair, energi seperti dari Matahari, dan adanya molekul organik.

Meski wilayah jejak aliran alir tersebut ditemukan mungkin dapat mendukung kehidupan, ilmuwan tak yakin bahwa tempat tersebut bisa mengawetkan molekul organik. Karenanya, ilmuwan tetap akan terus mengarahkan Curiosity ke Gunung Sharp, tempat yang diduga lebih potensial untuk penemuan molekul organik.

Curiosity mendarat di Mars pada 5 Agustus 2012 lalu di Kawah Gale, Mars. Sejak mendarat, Curiosity telah mengirimkan beberapa gambar menarik, termasuk gambar dirinya sesaat setelah mendarat dan jejak perjalanannya di Mars. Tujuan utama Curiosity adalah Gunung Sharp, gunung yang menjulang dari Kawah Gale. Curiosity adalah misi 2 tahun berbiaya 2,5 juta dollar AS.


Sumber : nasa.gov & Kompas.com

Selasa, 25 September 2012

Manusia Sejatinya Mahluk Ekstraterresterial?


Manusia dan mahluk hidup lain bisa jadi adalah pendatang di Bumi.


Scientists believe life may have come to earth on a rock fragment from another planet.

Kita mengenal Bumi sebagai asal, tempat tinggal. Namun, penelitian terbaru para ilmuwan menguak, manusia dan segala mahluk di dalamnya mungkin adalah pendatang di planet biru.
Ini terkait dengan asal-usul kehidupan di Bumi. Para ilmuwan berteori, mikroba ekstraterresterial mungkin telah membawa kehidupan di Bumi, setelah menempuh perjalanan di luar angkasa selama jutaan tahun.

Teori tersebut berdasarkan kalkulasi yang menunjukkan, kemungkinan besar fagmen batuan dari sistem tata surya lain mendarat ke Bumi. Beberapa dari mereka bisa jadi mengandung mikroorganisme, demikian ditulis ahli dalam jurnal Astrobiology. 
Penelitian menunjukkan, mahluk sejenis kumbang yang dalam kondisi dormant alias tidak aktif tapi masih bernyawa, bisa selamat dalam perjalanan panjang ruang angkasa, meski berada dalam tingkat radiasi kosmik yang tinggi.

Tak hanya menuju bumi, mahluk hidup sederhana itu mungkin juga telah melakukan perjalanan dari Bumi ke planet lain di luar Tata Surya. Proses tersebut disebut sebagai lithopanspermia. Yang juga bisa berarti alam semesta dipenuhi kehidupan serupa di Bumi.

"Studi kami mengungkap lithopanspermia mungkin terjadi, ini mungkin makalah pertama yang  mendemonstrasikan soal itu," kata peneliti utama, Dr Edward Belbruno, dari Princeton University, Amerika Serikat. "Jika mekanisme ini benar, maka ia memiliki implikasi terhadap kehidupan di alam semesta secara keseluruhan. Itu bisa terjadi di manapun.

Erupsi gunung berapi dahsyat, tabrakan meteor, dan tubrukan antar benda langit membuat fragmen batuan dari sebuah planet terbang ke luar angkasa.

Diduga, saat saat Tata Surya masih muda, dan Matahari jauh lebih dekat dengan para tetangganya dibanding sekarang, sejumlah puing-puing bisa jadi dipertukarkan antar planet yang mengorbit ke bintang berbeda.

Puing itu melakukan perjalanan relatif lambat, memberi peluang untuk tertangkap oleh gravitasi planet di dekatnya.
Untuk mengurai teori ini, para peneliti menggunakan program komputer untuk melakukan simulasi gugus bintang di mana Matahari lahir. Mereka menemukan, fragmen batu yang terlontar dari Tata Surya dan tetangga terdekatnya, dengan perbandingan antara lima sampai 12 dari 10.000 puing bisa ditangkap planet yang lain.

Selama periode 10 juta hingga 90 juta tahun, diperkirakan antara 100 triliun dan 30 kuadriliun  benda dengan bobot lebih dari 10 kilogram telah melaui proses transfer seperti ini.

Ilmuwan menduga, organisme yang sampai di Bumi menemui sebuah lingkungan yang ditutupi air. Bumi memiliki air di permukaannya sejak Tata Surya baru berusia 288 juta tahun, membuat planet biru siap untuk menerima mikroba alien.

Untuk diketahui, klaster tempat lahir matahari perlahan pecah saat Tata Surya berusia 135 juta hingga 535 juta tahun.

Researchers analysed the potential timeframe from life from another planet arriving on earth.

Penulis lain, Dr Amaya Moro-Martin, astronom dari  Centro de Astrobiologia, Spanyol mengatakan, studi mereka berhenti ke tahap di mana material padat yang terlontar dari suatu planet, tiba di planet kedua.

Sementara, dia menambahkan, proses lithopanspermia bisa terjadi jika material itu mendarat di planet di mana kehidupan bisa berkembang. "Studi kami tidak membuktikan lithopanspermia benar-benar terjadi, tetapi menunjukkan bahwa itu adalah kemungkinan yang terbuka," kata dia. Para ilmuwan telah mempresentasikan penelitiannya dalam ajang 2012 European Planetary Science Congress di Madrid. 

What Human Workers Can Learn from Ants


We already know that ants are hard workers, but new research shows that working together is the key to how they get so much done. The lesson for humans: Working together may be the key to making better decisions. That seems to be what ants do. To prove this, researchers looked at how individual ants and ants in groups chose their nest site. Ants were forced to choose a home in both a site with two nests and a site with eight nests. In each experiment, half of the sites were damaged and unsuitable.


The researchers found that individual ants made worse decisions when choosing from eight options then they did when picking from two options. However, the group of ants was able to make better decisions regardless of the size of the site.  "I think the reason people are interested in this is because as humans, we can become overloaded with information — and that can possibly be detrimental both to our health and to how effectively we make decisions," said Stephen Pratt, an associate professor in ASU’s School of Life Sciences in the College of Liberal Arts and Sciences who conducted the research with Takao Sasaki, a graduate student in Pratt’s lab.  

"There's a sense that as a society, we are being more and more overwhelmed by information." The researchers suggest that ants made better decisions individually when faced with fewer options because they were not overloaded with information. Overall, the researchers also suggested that groups were able to better make decisions because each member is responsible for a part of the decision-making process.

<i>Lasius (Acanthomyops) californicus</i> - Citronella Ants
klik!
"Living in a group is costly in many ways, so ants must get some benefit from doing it," said Pratt. "By sharing the burden of decision-making, colonies avoid the mistakes that a solitary animal makes when taking on too much information. What’s great about these ants is that we can see exactly how they do this, by making sure that no ant has to process more information than it is able to. What we really want is a more complete understanding as to how this society works as a kind of distributed brain."  

The research is published in the scientific journal Current Biology. 

This story was provided by BusinessNewsDaily, a sister site to LiveScience. Follow David Mielach on Twitter @D_M89 or BusinessNewsDaily @bndarticles. We're also on Facebook & Google+.

Praktik Tambal Gigi Dimulai 65 Abad Lalu


TRIESTE, Arkeolog menemukan sebuah gigi purba dengan bekas tambalan yang terbuat dari bahan lilin lebah. Temuan ini bisa menjadi bukti bahwa praktik tambal gigi sudah ada jauh di masa lalu. Gigi yang merupakan gigi taring itu ditemukan lebih dari 100 tahun lalu bersama fosil tulang rahang. Analisis mengungkap, gigi tersebut milik manusia berusia 24-30 tahun, berasal dari masa 65 abad lalu. Gigi taring tersebut punya celah vertikal pada lapisan enamel yang keras dan dentin yang lembut. Menurut arkeolog, kerusakan itu tidak disebabkan oleh aktivitas makan biasa.

Fosil gigi purba dengan tambalan lilin lebah untuk mengurangi rasa sakit akibat lubang gigi.
Pria pada masa 65 abad lalu biasa menggunakan gigi untuk melembutkan bahan kulit dan membuat peralatan. Sementara, perempuan biasa menggunakan gigi untuk membantu membuat tenun. Menurut arkeolog, gigi pria tersebut ditambal dengan bahan lilin lebah sekitar waktu kematiannya. "Sangat sulit untuk mengidentifikasi tindakan dokter gigi secara kasat mata dengan alat yang sederhana," kata peneliti Claudio Tuniz, seorang ahli palaeoantropologi nuklir dari Pusat Penelitian Internasional Abdus Salam untuk Fisika Teoretik di Italia.

"Rahang bawah itu sudah ada di pusat penelitian selama 101 tahun tanpa ada seorang pun yang memperhatikan ada sesuatu yang aneh pada gigi taringnya," tambah Tuniz seperti dikutip Livescience, Rabu (19/9/2012). Arkeolog telah berusaha memperkirakan waktu persis aplikasi tambalan tersebut dengan akselerator ion dan sinar X. Namun, mereka belum berhasil melakukannya.

Menurut Federico Bernardini, arkeolog dari pusat penelitian, mengetahui waktu aplikasi tambalan itu penting. Jika tambalan diaplikasikan sebelum manusia tersebut mati, maka tambalan ini bisa menjadi bukti praktek dokter gigi di zaman purba sekaligus bukti nyata tertua praktek tambal gigi. Hingga saat ini, belum diketahui apakah praktik tambal gigi hanya ada di wilayah tempat gigi ini ditemukan atau menyebar di Eropa selama masa Neolitik. Belum diketahui pula efek tambalan lilin lebah pada rasa sakit di gigi. Arkeolog akan menyelidiki hal ini.

Bukti lain praktik dokter gigi purba juga pernah ditemukan. Pertama adalah temuan gigi geraham di Pakistan berusia 7.500 - 9.500 tahun dengan bekas bor. Selain itu, temuan gigi palsu dari Mesir berusia 5500 tahun. Riset ini dipublikasikan di jurnal PLoS ONE, Rabu (19/9/2012) lalu.
LiveScience

Manusia Purba Sudah Mengenal Animasi


PARIS, Dua peneliti asal Perancis menemukan hasil karya seniman gua prasejarah yang tergambar di permukaan dinding gua. Uniknya, gambar-gambar ini jika diperhatikan lebih saksama akan membentuk gambar yang berurutan layaknya teknik menggambar film kartun.

Inilah gambar prasejarah di sebuah gua di Perancis yang diyakini mirip teknik membuat film animasi
Karya yang menggambarkan sebuah binatang dengan beberapa kaki, kepala, dan ekor di dinding gua ini dikatakan sebagai teknik animasi primitif. Kedua peneliti, yakni arkeolog, Marc Azema dari University of Toulouse-Le Mirail; dan seorang seniman Florent Rivere; mengklaim jika dilihat di bawah cahaya api, maka gambar-gambar tersebut tampak seperti hewan yang sedang bergerak.

Temuan ini juga dipercaya sebagai tanda bahwa pada masa prasejarah mereka sudah mampu merancang gambar yang memiliki dua sisi agar dapat berputar dan semakin kabur layaknya di film animasi. Selain itu, mereka berdua membuat klaim yang sangat mengejutkan bahwa manusia prasejarah sudah memprediksi penemuan bioskop.

Clever: Ancient artists at France's Chauvet Cave superimposed drawings of two bison to create an eight-legged beast intended to depict trotting or running, two researchers say
dailymail.co.uk

Azema yang sudah selama 20 tahun meneliti teknik animasi zaman batu ini telah mengidentifikasi 53 lukisan yang terdapat di 12 gua di Perancis. Gambar-gambar yang telah ditemukannya memiliki lebih dari dua gambar yang merepresentasikan sebuah gerakan, misalnya gerakan seekor hewan yang berlari, menggerakkan kepala, atau menggoyangkan ekor mereka.

Grab from an animation by Marc Azema

Grab from an animation by Marc Azema
Caveman animation: This sequence of grabs shows how the cave paintings apparently show movement by superimposing different sets of legs

"Lascaux, sebuah gua yang di barat daya Perancis adalah gua yang memiliki gambar superimposisi bergerak," kata Azema kepada Discovery. "Ada sekitar 20 gambar hewan, terutama kuda yang memiliki beberapa kepala, kaki, atau ekor. Ketika lukisan ini dilihat dan diterangi dengan cahaya obor yang berkedip-kedip, maka efek animasinya akan sempura," tambahnya.



Azema dan Rivere mengklaim bahwa ini merupakan teori baru yang luar biasa. Rivere percaya bahwa seniman paleolitik telah menciptakan mainan optik yang sama baik pada abad ke-19.

"Bilangan Keramat" Baru dalam Matematika

Matematika kini punya bilangan keramat baru, yakni 6,28. Bilangan keramat ini diperkenalkan oleh Bob Palais pada tahun 2001 sebagai pengganti 3,14 atau Pi yang biasa dikenal dalam perhitungan keliling dan luas lingkaran. Tahun lalu, bilangan keramat baru itu resmi dinamai "Tau" dan tanggal 28 Juni diperingati sebagai "Hari Tau".


Kalau Pi adalah rasio antara keliling lingkaran dan diameternya, 6,28 atau Tau adalah rasio antara keliling lingkaran dan jari-jarinya. Bilangan keramat itu dinilai lebih sakti daripada Pi sehingga dinobatkan sebagai pengganti. Bila bilangan keramat tersebut digunakan, beberapa konsep matematika menjadi lebih sederhana sehingga mudah dimengerti.


Kevin Houston, pendukung Tau dan matematikawan dari University of Leeds, Inggris, menerangkan dalam video di YouTube tentang kelebihan Tau. "Ketika mengukur sudut, matematikawan tidak menggunakan derajat, tetapi radian. Ada 2Pi radian dalam satu lingkaran. Ini berarti seperempat lingkaran setara dengan 1/2Pi. Ini berarti, seperempat setara dengan setengah. Ini gila," katanya. "Mari kita pakai Tau. Seperempat lingkaran sama dengan seperempat Tau. Seperempat ya setara dengan seperempat. Bukankah ini lebih mudah untuk diingat? Demikian juga, tiga perempat lingkaran juga sama dengan tiga perempat Tau. Hal ini akan mencegah pelajar matematika, fisika dan teknik mengalami kesalahan konyol," terang Houston.

Dalam artikel berjudul "Pi is Wrong" di mana bilangan 6,28 diperkenalkan tahun 2001, Palais mengungkapkan bahwa selama ribuan tahun, manusia telah memfokuskan pada bilangan matematika yang salah. "Peluang untuk menarik pelajar dengan penyederhanaan yang natural dan cantik telah membawa ke latihan yang membingungkan dalam latihan serta dogma," tulis Palais.

Bila ternyata malah membuat bingung, haruskah Pi dihilangkan? Dikutip oleh Life Little Mysteries, Livescience, Rabu (29/6/2011), Houston berkomentar, "Pi tak harus dihilangkan. Saya memang pendukung Tau, tapi bukan anti Pi. Dengan demikian, siapa pun bisa memakai Pi jika mereka melakukan penghitungan yang melibatkan setengah Tau."

Bagi para guru matematika, konsep Tau juga bisa mulai diperkenalkan. Apalagi, berdasarkan penelitian yang dilakukan Palais, terbukti bahwa Tau berhasil meningkatkan kemampuan pelajar dalam mempelajari matematika, terutama dalam konsep geometri dan trigonometri di mana faktor 2Pi lebih sering digunakan.

Tau sendiri dipilih sebagai simbol bilangan keramat baru dalam matematika secara independen oleh fisikawan dan matematikawan penulis "The Tau Manifesto", Michael Hart dan pakar informasi asal Denmark, Harremo√ęs. Tau dipilih karena kemiripannya dengan Pi sehingga cocok dengan ide beralih ke Tau.

Teka-teki Terbesar dalam Matematika Terpecahkan


TOKYO, Teka-teki terbesar dalam matematika, dinamakan Konjektur ABC, terpecahkan. Shinichi Mochizuki, matematikawan dari Kyoto University, memasukkan 4 makalah ilmiah yang menjelaskan konjektur itu secara online.

klik!
Pembuktian konjektur ABC diuraikan Mochizuki dalam 500 halaman. Data format PDF bisa dilihat di situs web milik Mochizuki dengan nama Teichmuller Theory. The Guardian, Rabu (19/9/2012), menyatakan, Mochizuki butuh waktu sekitar 4 tahun untuk memecahkan teori tersebut.

Kalangan matematikawan kini tengah menganalisis uraian Mochizuki untuk bisa dikonfirmasi kebenarannya. Jika terbukti benar, maka pekerjaan Mochizuki akan menjadi pencapaian terbesar dalam matematika di abad ini. Benar tidaknya uraian Mochizuki takkan bisa diketahui dalam waktu cepat.

wikipedia
Konjektur ABC pertama kali diajukan oleh matematikawan asal Inggris, David Masser bersama matematikawan Perancis Josep Oesterle pada tahun 1935. Teori tersebut belum berhasil dibuktikan kebenarannya dalam perhitungan matematika.

Konjektur ABC berkaitan dengan persamaan a+b=c. Konjektur berkaitan dengan bilangan buat a, b dan c yang tidak memiliki pembagi yang sama selain 1. Konjektur juga terkait dengan bilangan prima, bilangan prima lebih dari 1 yang tak memiliki pembagi selain 1 dan bilangan itu sendiri.

Sederhananya, jika ada bilangan prima yang dibagi dengan a atau b beberapa kali maka jumlahnya harus sama dengan jumlah bilangan prima yang dibagi dengan c hanya beberapa kali. Contohnya adalah operasi penjumlahan 81 = 64 = 145.

Bilangan 3 membagi 81 sebanyak empat kali. Sementara 2 membagi 64 sebanyak 6 kali. Namun, 145 sama dengan 5 x 29. Jadi akan didapatkan bahwa bilangan prima terbesar, 5 dan 29, membagi 145 hanya sebanyak 1 kali untuk mendapatkan bilangan yang tak dapat dibagi lagi dengan bilangan itu sendiri

New York Times pada Selasa (17/9/2012) memberitakan bahwa hal yang menarik pada uraian Mochizuki bukan hanya uraian cemerlang itu sendiri, tetapi juga "bahasa" matematika yang digunakan. bahasa yang dipakai benar-benar baru.

"Dia memakai bahasa yang benar-benar baru, Anda bisa mengatakannya, semesta baru dalam objek matematika, untuk mndeskripsikan sesuatu yang tak biasa yang semesta," kata Minhyong Kim, matematikawan dari University of Oxford. 

Mochizuki tidak mendeskripsikan dirinya sebagai matematikawan, tetapi inter-universal geometer. Apakah itu? banyak matematikawan pun belum memahaminya dengan baik. Namun demikian, Michizuki dipercaya sebagai orang yang mumpuni dalam matematika.

Tertarik memahami bagaimana Mochizuki menguraikan misteri terbesar dalam matematika itu? Kunjungi situs web kurims.kyoto-u.ac.jp.

klik!



Minggu, 23 September 2012

Ikan Buntal (Puffer fish) Pembuat Pesan Kode (Crop circle)



Crop circle atau pola misterius yang teratur di ladang gandum atau padi, seringkali dalam waktu semalam, sering dihubung-hubungkan dengan UFO atau mahluk di luar bumi. Meski kebanyakan akhirnya terungkap, itu tak lebih dari ulah orang-orang iseng.

Tapi bagaimana jika pola crop circle ditemukan di bawah laut? Siapa yang pantas menjadi tertuduh?

Suatu hari, seorang fotografer Jepang, Yoji Ookata melakukan kegiatan rutin tahunannya, menyelam di Samudera Pasifik. Tiba-tiba, matanya menangkap  hal yang tak biasa. Pola geometris berdiameter 6,5 kaki atau 1,98 meter tercetak di hamparan pasir dasar laut sedalam 24,3 meter. Sangat mirip dengan pola crop circle.

Dalam 50 tahun karir profesionalnya sebagai fotografer bawah laut, Ookata tak pernah melihat fenomena seperti itu. Ia lalu memotret temuannya dan memberinya judul "lingkaran misterius".

Kali lain ia kembali ke titik keberadaan lingkaran itu, di lepas pantai pulau Amami Oshima di selatan Jepang, ia datang bersama kru televisi NHK.

Dan, misteri itupun akhirnya terkuak? Siapa yang bertanggung jawab membuat pola crop circle diketahui.


Tak ada kaitan dengan UFO, atau kerjaan orang iseng. Menggunakan kamera bawah air, tim menemukan "seniman" yang membentuk pola tersebut: ikan buntal (puffer fish). Ikan itu, meski beracun, dianggap sebagai makanan lezat di Jepang. 


Lalu bagaimana ikan itu bekerja. Hewan laut yang panjangnya hanya beberapa centimeter itu berenang tak kenal lelah, siang malam membuat pola geometris hanya dengan menggunakan satu siripnya. 


Pasir berpola itu untuk menarik perhatian para ikan betina. Mereka akan mencari si jantan setelah menemukan pola yang dianggap sebugai sarangnya itu. Setelah kawin, pasangan ikan buntal itu akan menempatkan telur-telurnya di tengah lingkaran. Tak hanya cantik, crop circle bawah laut juga punya fungsi praktis, pasir yang dibentuk tinggi adalah benteng dari arus laut, melindungi telur agar tak tersapu air. 


Para ahli mengungkapkan, makin tinggi pasir yang ditumpuk membentuk pola geometris, makin tinggi kesempatan ikan memperoleh pasangan. Batu kecil dan kerang yang ditata di pinggir lingkaran, juga bisa menyediakan nutrisi untuk para ikan kecil yang baru menetas.

projectavalon.net

Jumat, 21 September 2012

Kayu Yang Hijau (Asy syajar al-akhdar)



Fri, 10.18 (GMT+7): Kata “asy syajar al-akhdar” (Qs, 36:80) adalah kata yang sulit dimengerti, dan banyak ditanyakan orang. Ini berhubungan dengan “tanaman hijau”, proses Foto Sintesis. Salah satu syarat adanya kehidupan Manusia dan Hewan di Bumi.


 Biasanya kata tersebut diterjemahkan dengan “dari kayu yang hijau” – muncul “api” tanpa campur tangan manusia. Membingungkan. Kayu Hijau muncul api, bagaimana caranya? Ini, terjemahan dalam bahasa Indonesia.

”yaitu (Allah) yang menjadikan api (annar) untukmu dari Kayu yang Hijau (asy syajar al-akhdar).......”(Qs,36:80).

Karena bingung, banyak yang menterjemahkan “asy syajar “ dengan kata “kayu” - Walaupun secara intrinksik, terjemahan dengan Pohon sudah memadai, “Pohon atau Tanaman Hijau”. Kata “annar” maknanya banyak dalam Kitab Mulia, bisa “api”, bisa “Neraka”, bisa “partikel panas” dan “energi”

Sebenarnya ayat diatas isyarat adanya Pohon/tumbuhan yang memiliki butir “zat hijau daun” atau KLOROFIL pada proses foto sintesis. Tanaman hijau daun itu merupakan laboratorium organik, yang mencampurkan energi sinar Matahari, dengan air dan karbon dioksida dari tanaman. Jadilah karbohidrat: misalnya buah-buahan, umbi-umbian, batang, bunga, daun-daunan dan kacang-kacangan - sumber utama makanan Manusia dan Hewan di Bumi. Kata “naaron” yang diterjemahkan sebagai “api”, adalah proses “pembakaran energi” pada foto sintesis. Semua yang kita makan, apakah dari tumbuh-tumbuhan atau hewan, mengandung karbohidrat (glukosa). Hewan hanya daur ulang saja. Tanpa adanya Pohon Hijau ini (yang mengandung klorofil), tidak ada kehidupan Hewan dan Manusia di Bumi.

Tanaman “Kayu yang Hijau” ini muncul di Bumi sekitar 450 juta tahun yang lalu, pada masa Kambrium. Setelah itu munculah hewan-hewan jutaan tahun yang lalu, dan Manusia muncul belakangan.

Penguasa Jagat Raya menyiapkan Bumi bertahap, dengan segala fasilitasnya selama 4,5 miliar tahun, untuk kedatangan kita, Manusia yang datang belakangan.

Dengan demikian, (Qs, 36:80) memberi isyarat adanya salah satu persyaratan Kehidupan di Bumi - yaitu Tanaman yang memiliki zat Hijau Daun (Klorofil) - untuk Kehidupan Manusia.

Kata “asy syajar al-akhdar” adalah “Pohon/Tanaman Hijau”, Laboratorium organik yang menyediakan makanan buat kita.

Tentu saja , jika kita mengerti.

Happy Friday.

Senin, 17 September 2012

Apa Yang Dibawa Meteor?



Arifin Mufti

Mon, 9.56 (GMT+7): METEOR selain membawa butiran pasir, kadang ia juga membawa Besi, partikel es, mikro organisme dan hipotesa, “anti materi” dari ruang angkasa, seperti yang terjadi pada Meteor Tenguska di Rusia tahun 1908 – meledak menimbulkan Lubang yang sangat Besar.


Surat Besi (al Hadiid) dicantumkan sebagai judul Surat pada Kitab Mulia. Tentu saja menimbulkan tanda tanya dan kritikan dari sejumlah pembaca. Mengapa Besi ada di Judul Surat Kitab Suci agama?

Disinilah keunikannya, karena dalam Surat Besi – ada berita bahwa “Besi” turun dari langit!

”Wa anzalnal hadiida fiihi ba’sun syadiiduw wa maanaafi’u lin naasi… “ (Qs, 57:25)

“....Dan Kami “ciptakan” besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu)...”

Kata “anzalna” yang secara intrinksik berarti “turunkan” oleh sebagian ahli tafsir diterjemahkan “ciptakan”. Karena mereka bingung, bagaimana Besi turun dari langit? Apa dijatuhkan begitu saja.......”gedebug” ke Bumi? Kapan dan bagaimana?

Memang disadari, ayat-ayat Kauniyah (Natural Sciences) seperti itu membuat bingung sebagian besar ahli tafsir, demikian kesimpulan Dr. Zaghlul an-Najjar, Cendekiawan Mesir, anggauta Dewan Otoritas Lembaga Ija’z Ilmi di Makkah

Tetapi bagi sebagian ilmuwan abad ke-21, ayat seperti itu mudah dipahami.

Al Hadiid memiliki dua makna, makna pertama adalah Besi dan makna kedua adalah “unsur Besi” yang disebut Ferrum atau Fe, yang memiliki 8 isotop. Elemen suci dari bahasa Anglo-Saxon, dikenal lama sejak bangsa Romawi dikenal.

Bagaimana “Besi” turun dari langit?


Fakta pertama: Ingat saja sejarah bangsa Sumeria, Mesopotamia, Mesir Kuno dan Cina. Mereka mendapatkan bongkahan Besi dari Meteor dan Meteorid yang kemudian dibuat berbagai senjata. Kini kita tahu, bahwa Meteor kadang membawa debu pasir, Besi dan elemen logam lain, partikel es, mikro organisme dan kadang “anti materi”.

Fakta kedua yang dituturkan oleh Sir Martin Rees, ahli astronomi Inggris. “Secara teknis Besi tidak dihasilkan oleh Bumi, karena atom Besi tidak mungkin dihasilkan oleh Tata Surya kita. Tetapi oleh ledakkan bintang besar yang sekarat - menjadi SUPERNOVA dan atau HIPERNOVA” Ketika Bintang Besar sekarat - Super Nova atau Hiper Nova meledak. Ia memuntahkan sejumlah elemen kimia, seperti H, He, C, O, N, Si, Mg, Ne, dan Fe keruang angkasa.

Elemen diatas yang berupa atom, menjelajah di Ruang Angkasa yang gelap dan dingin selama jutaan hingga miliaran tahun, dan sebagian terperangkap oleh Nebula Matahari, ketika Matahari, Bumi, Bulan dan Planet-planet lain masih berbentuk asap gas panas. Itulah, mengapa Ferrum ada di Bumi. Bumi tidak menghasilkan Ferrum (Besi), tetapi hanya mendaur ulang. Ferrum didapat dari langit, ketika Bintang Besar sekarat dan meledak - SUPERNOVA.

Itulah makna “anzalnaa” diturunkan, dari langit. Bisa berupa bongkahan Besi dan atau elemen Besi (Ferrum), ketika Bumi terbentuk diawal, sekitar 4.5 miliar tahun yang lalu.

Tetapi hanya sedikit orang yang mengetahui.

Jumat, 14 September 2012

Hindrogel Material Paling Elastis Di Dunia


Massachusetts - Para ilmuwan mengembangkan material tangguh berbasiskan air dan gel yang dikatakan dapat menggantikan tulang rawan yang rusak di sendi manusia. Hindrogel ini disebutkan sebagai material paling elastis di dunia.


Tim peneliti dari Harvard School of Engineering and Applied Sciences (SEAS) telah menciptakan hidrogel yang dapat meregang hingga 21 kali panjang aslinya. Hidrogel itu dikatakan sangat elastis dan kuat serta memiliki jaringan penyembuhan diri.
DilansirBusinessStandard, hidrogel biasa atau konvensional hanya bisa memanjang beberapa kali panjang aslinya dan dianggap terlalu lemah serta kurang cocok untuk bahan dasar tulang rawan artifisial. Namun hidrogel buatan ilmuwan kali ini sangat berbeda.
Menurut peneliti bernama Jeong-Yun Sun, hidrogel hasil pengembangan timnya ini memiliki kekuatan dan elastisitas yang sangat tinggi.
Ia berpendapat bahwa material ini cocok untuk bahan dasar tulang rawan artifisial. Tulang rawan artifisial berfungsi mengatasi masalah penderita arthritis, serta penyakit tulang dan sendi lainnya.
Untuk membuat hidrogel baru yang tangguh ini, para ilmuwan menggabungkan dua bahan polimer. Komponen utama adalah poliakrilamida, yang dikenal penggunaannya untuk lensa kontak dan sebagai elektroforesis gel yang memisahkan fragmen DNA dalam laboratorium biologi.
Sedangkan komponen kedua adalah alginat, yang merupakan ekstrak rumput laut yang kerap digunakan untuk mengentalkan makanan.
Material elastis buatan ini memang bisa kehilangan elastisitasnya. Namun, hal itu terjadi hanya karena peregangan yang di luar batas. Menurut Jeong-Yun, sifat elastis bisa dikembalikan dengan memanaskan material lagi di suhu 80 derajat celsius.
Hasil penemuan ini juga telah dipublikasikan di jurnal Nature edisi Spetember 2012.

Sejumlah Planet Dapat Terbentuk di Pusaran Galaksi


Cambridge - Riset yang dipimpin oleh Dr Ruth Murray-Clay dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics menunjukan sejumlah planet dapat terbentuk di pusaran galaksi kita.

Dilansir oleh Sci-News, para astronom itu membuktikan hasil riset mereka dengan merujuk pada temuan awan hidrogen dan helium yang berada di tengah galaksi. Mereka menyatakan awan itu dapat mewakili sisa-sisa pembentuk planet yang mengorbit pada bintang yang tidak terlihat.
"Bintang yang tidak beruntung itu terlempar ke tengah lubang hitam. Saat ini bintang tersebut masih dalam perjalanan hidupnya dan ketika bintang itu bertahan dalam pusat lubang hitam, piringan protoplanetnya tidak akan begitu beruntung," jelas Dr Murray-Clay.
Hal tersebut ditemukan pada tahun 2011 oleh tim astronom menggunakan Very Large Telescope di Chile. Mereka berspekulasi bahwa itu terbentuk ketika gas yang mengalir dari dua bintang terdekat bertabrakan, seperti pengumpulan pasir tertiup angin ke sebuah gundukan.
Dr Murray-Clay bersama rekan sejawatnya Dr Abraham Loeb, telah menemukan bahwa bintang yang baru lahir itu akan mempertahankan piringan gas di sekitarnya dan debu selama jutaan tahun.
Namun jika sebuah bintang masuk ke pusat lubang hitam galaksi, menurut Dr Murray-Clay, gelombang radiasi dan gravitasi akan membelah piringan itu dalam hitungan tahunan.
Meski piringan protoplanet itu hancur, bintang-bintang yang masih berada di lingkaran dapat menahan piringan itu. Dengan demikian, sejumlah bintang itu dapat membentuk planet walau keadaan di sekitarnya justru bersifat memusnahkan.
Ketika bintang terus berada di tengah pusaran galaksi itu dalam beberapa tahun berikutnya, akan lebih banyak material luar piringan yang hancur dan menyisakan inti padat.
"Ini adalah hal menarik untuk berpikir tentang planet-planet yang membentuk begitu dekat dengan lubang hitam," ujar Dr Loeb.
Ia menambahkan, "Jika peradaban manusia mengalami planet itu, kita dapat menguji teori gravitasi Einstein dengan lebih baik sekaligus dapat memanen energi bersih dengan membuang limbah ke lubang hitam."
Hasil temuan dari riset ini juga telah dipublikasikan dalam jurnal Nature, Selasa (11/9).

Kamis, 13 September 2012

8 Amazing Plants

Some of us love plants, others think them rather dull. For those that love plants, these are some of the most unique, odd and fascinating plants around. For those that think them rather dull, this list may just change your view of them.

8. Pitcher Plant


The first on our list is one of the better known carnivorous plants. People think they just eat bugs, but the larger ones will eat frogs, lizards, and even mice, anything that falls in and can't get back out is fair game. The way they trap animals is that the plant has slippery sides, so that when an animal falls in, they can't get back out and are trapped in teh digestive juices of the plant. There are over 120 different species of pitcher plants, all of which are native to Indonesia and South-East Asia


7. Dancing Plant Codariocalyx Motorius

This plant also goes by the name of Desmodium Gyrans, or the common names Dancing Grass, or Telegraph plant. The plant is capable of pretty rapid movement (for a plant), and is native to Asia. Dancing Grass is apparently quite easy to grow, so you could have some in your own garden easily enough!

Here's a video of the plant moving. 



6. Venus Fly Trap


Probably the most famous of the carnivorous plants. The Venus Fly trap catches animals by snapping it's leaves shut around the victim. Like the Pitcher Plant, it's diet is not only restricted to insects, but it will east lizards, frogs, etc, anything it can trap between it's leaves. It has tiny hairs on it's leaves that sense when a creature is on it's leaves, if two hairs are triggered at once, the leaves shut around the plants prey.

Here's a video of a Venus Fly Trap catching a fly. 



5. Stinking Titan Arum/ Corpse Flower (Amorphophallus Titanum)


The Titan Arum is taller than a man, and stinks of rotting flesh. It gets it's nickname (Corpse/Carrion Flower) from the stench it gives off, which smells like rotten mammal. Think roadkill and you'll have a good idea of what this flower smells like. It looks impressive though!

4. Selaginella Lepidophylla


Selaginella Lepidophylla is able to survive being completely desiccated (being dried out). When the weather is dry(even for a desert) it will curl into a tight ball. When rain return, it unfurls and continues to grow. The plant also goes by the name Rose of Jericho.



3. Rafflesia Arnoldii


Another large, putrid smelling flower, the Rafflesia has produced the largest single flower on earth. The flower of this plant can grow to be 3 feet across and can weigh up to 24 pounds. The plant gives of a pungent smell similar to that of rotten flesh. This attracts insects from all around, which pollinate the flower. It is an extremely rare flower, as the flower only blooms every nine months and only lasts for 3-7 days.

2. Welwitschia Mirabilis


This is perhaps the most resilient and rugged plant on earth, and not surprisingly lives in the desert. It has only two leaves, a stem, and roots. The two leaves continually grow and get quite large (as you can see in the picture above) until the leaves are tangled around each other. Apparently the plant tastes pretty good, both raw and cooked.

1. Sundew(Drosera)


The last of this list is another carnivorous plant, one that is found throughout the world. The plant attracts insects and other bugs with little beads of what the bug perceives to be nectar. This "nectar" is actually glue, that stick to the plants prey. Once the insect is stuck, the arms close in on the prey and start digesting it with enzymes.

Here's a video of a species of Sundew eating a fly. 





Rabu, 12 September 2012

Giliran Misteri Gravitasi Akan Dipecahkan


Proyek baru untuk menguak misteri besar alam semesta



Setelah gegap gempita penemuan partikel baru yang 99,999 persen diyakini mendekati Higgs Boson alias"partikel Tuhan", Center for Nuclear Research (CERN) tak lantas berpuas diri. 

Tim CERN saat ini sedang merencanakan proyek baru untuk menguak misteri besar alam semesta, yang baru sebagian kecilnya saja diketahui manusia. Namun, mimpi baru itu membutuhkan sarana, dan tentu saja modal besar.

Tim mengusulkan pembangunan kolider (collider) atau akselerator partikel baru bawah tanah dengan panjang 50 mil atau 80 kilometer, hampir tiga kali ukuran (Large Hadron Collider) yang saat ini berada di bawah tanah Jenewa, yang memiliki panjang 27 kilometer.

Apa yang sebenarnya hendak diungkap oleh para ilmuwan? 

Ternyata, gravitasi adalah area kunci yang akan dikerjakan oleh tim menggunakan kolider baru. Kolider tersebut akan digunakan untuk mengungkap bagaimana gravitasi berinteraksi pada tingkat molekuler.

Saat ini masih belum jelas bagaimana gravitasi bisa bekerja baik pada level partikel, atau pada tingkatan planet, bintang, dan sistem tata surya.

 Tim CERN mengaku khawatir penemuan ilmiah ini akan mandeg, hanya karena menunggu pembangunan kolider baru. Kegelisahan itu bukan tanpa alasan, melihat pengalaman Peter Higgs. Penemu teori Higgs Boson itu harus menunggu 58 tahun, sejak merumuskan teorinya pada 1964, hingga penemuan partikel mirip Higgs Boson di tahun ini.

Sementara, kolider pemercepat partikel terkait Higgs Boson sudah diusulkan pada tahun 1983, namun tak kunjung dikerjakan hingga tahun 1998. Dan baru selesai dibangun pada tahun 2008. Sungguh lama.

Apalagi, para ilmuwan menyadari, kolider baru tidak mungkin dibangun sampai tahun 2025. Namun tim CERN berpendapat, lebih cepat, lebih baik.

Dua opsi

Selain mengajukan proposal, tim saat ini juga sedang mempertimbangkan berbagai opsi setelah akselerator partikel yang ada saat ini, yang bernilai US$4,5 miliar, telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Alias purnatugas.

Opsi pertama dengan memanfaatkannya, sementara pilihan lainnya adalah dengan meruntuhkan kolider di terowongan sepanjang 27 kilometer yang melingkar di bawah tanah dekat Danau Jenewa, lalu membangun infrastruktur yang lebih sensitif di lokasi itu.

Skema apapun yang dipilih, pastinya akan menelan dana miliaran dolar, yang bebannya akan dibagi ke 20 negara anggota CERN.

Saat ini tim yang terdiri dari 18 ilmuwan sedang menyusun roadmap CERN, termasuk desain mesin baru. "Mesin baru ini bisa diinstal di terowongan LHC. Atau sebagai alternatif, dipasang di terowongan baru yang lebih panjang, menggunakan terowongan sepanjang 80 kilometer," demikian laporan tim.

Kepada The Australian, Jon Butterworth, profesor fisika dari University College London, yang mewakili Inggris dalam tim menegaskan, penelitian terbaru itu sangat penting. "Kita sedang menuju ke perbatasan baru dalam fisika, yang liar, menunggu untuk dieksplorasi." 

Jon Butterworth menambahkan, manusia butuh untuk lebih jauh menguak fakta tentang gravitasi. Sebuah hasil yang layak dikejar dan menuntut kerja keras.

Soal perlu tidaknya kolider baru, ia berpendapat. "Bisa dengan memperbarui LHC, namun pada akhirnya kita membutuhkan mesin yang lebih kuat." 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tanggapan codebreakers