Rabu, 21 November 2012

Penjelasan Ilmiah Soal Cinta


Banyak yang salah kaprah dengan mengatakan hati merupakan faktor dominan.

Bicara jatuh cinta, banyak orang yang mengira bahwa hati menjadi penentu dominan dalam prosesnya. Otak, juga panca indera, kerap dikesampingkan, bahkan sering dianggap tidak terlibat sama sekali. 

Namun, peneliti dari Syracuse University telah membuktikan bahwa otak sangat bekerja saat manusia merasa jatuh cinta. Setidaknya ada 12 area di otak yang bekerja secara bersamaan, sehingga Anda mendapatkan kesan menemukan seseorang yang Anda cintai.

Stephanie Ortigue dari Syracuse University, bahkan mengatakan kalau hanya butuh lima detik untuk jatuh cinta. 

"Cinta memang konsep penting dalam kehidupan," kata Stephanie, seperti dikutip dari laman Livescience. "Tapi sebagai ilmuwan, saya ingin mencari rasionalitas dari hal-hal yang tak rasional dan melihat bahwa cinta itu merupakan hasil kerja otak," lanjutnya.

Penelitian ini memperlihatkan, saat jatuh cinta, area-area berbeda yang ada di otak melepas euphoria yang dipengaruhi sejumlah zat kimia. Antara lain seperti dopamine, oxytocin (yang dikenal sebagai hormon cinta), adrenaline, dan vasopressin (atau hormon yang menjadikan hewan memiliki sifat agresif dan perilaku menguasai teritorial, bisa jadi hormon dasar dari sifat posesif) 

Penelitian lain juga memperlihatkan tingkat darah dari Nerve Growth Factor (NGF), suatu protein yang berperan dalam survival dan maintenance di sel otak, juga meningkat. Peningkatan ini ditemukan secara signifikan di pasangan yang merasa baru saja jatuh cinta. 

Ortigue bahkan mengatakan, molekul ini berperan penting dalam ketertarikan sosial (social-chemistry) antara manusia, yang dikenal dengan fenomena 'cinta pada pandangan pertama'. "Hasil ini memperlihatkan bahwa cinta memiliki dasar ilmiah," ucap Ortigue.

Romantis?

Penelitian ini kemudian berusaha mencari tahu apa yang menjadi dasar manusia merasakan romansa. Dalam meneliti cinta romantis, para peneliti mengambil sampel 17 orang yang merasa sedang cinta mati terhadap pasangannya.

Saat menatap pasangannya, para partisipan ini memperlihatkan aktivitas otak di wilayah yang dinamakan dopaminergic subcortial system menjadi aktif, layaknya orang yang euphoria karena pengaruh kokain. 

Tapi berbeda dengan pecandu kokain yang sibuk mencari kokain, para pecinta ini akan termotivasi untuk mencari kesamaan minat dan ketertarikan yang sama. Ortigue menyebut ini mempengaruhi perilaku emosional, seperti ketertarikan seksual. Ini yang menyebabkan kepuasan seksual manusia berbanding lurus dengan cinta yang mereka rasakan.

Pengaruh Indera

Selain otak, yang memengaruhi manusia saat merasakan cinta adalah indera. Di setiap makhluk hidup, terdapat feromon yang dihasilkan di kalenjar tubuh manusia. Ini mempengaruhi hormon-hormon dalam tubuh, terutama otak, dan menjadi daya tarik seksual.

Salah satu contoh feromon adalah bau badan, yang dianalogikan seperti sidik jari. Jadi, perasaan cinta bisa jadi mulai dirasakan saat indera penciuman mendeteksi feromon, yang kemudian bereaksi terhadap hormon estrogen (pada perempuan) dan testoteron (pada lelaki).

Mengutip majalah Time, feromon bisa 'dideterminasi', salah satunya pil anti-kehamilan. Ilmuwan dari Monell Chemical Senses Center di Philadelphia, Charles Wysocki, bahkan mengatakan ini bisa mempengaruhi hubungan. 

"Perempuan memilih seorang suami untuk jadi suami saat mereka dalam pengaruh pengendali kehamilan, lalu berhenti untuk memperoleh bayi. Saat itulah mereka akan sadar telah membuat kesalahan," ucap Wysocki.

Tiga tahap

Profesor Antropologi dari Rutgers University, Helen Fisher, membagi penjelasan cinta dalam tiga tahap. Dalam buku "Why We Love: The Nature and Chemistry of Romantic Love", Fisher menyebut tiga tahap itu juga dipengaruhi oleh hormon.

Tahap pertama adalah Nafsu (Lust). Ini dipengaruhi hormon testosterone dan oestrogen di lelaki dan perempuan.

Tahap kedua adalah ketertarikan (Attraction). Di tahap ini, setidaknya ada tiga neurotransmitter yang berpengaruh, ini termasuk adrenaline, dopamine, dan serotonin (ini merupakan hormon yang memengaruhi pikiran).

Ketiga merupakan tahap keterikatan (Atatchment). Hormon yang terlibat dalam tahap ini adalah oxytocin dan vasopressin.

Kalau begitu, apa hati tetap terlibat? "Tentu, karena ini merupakan konsep yang kompleks dari cinta yang terbentuk dari proses secara keseluruhan. Ini merupakan manifestasi hati, yang terkadang muncul dari otak," jawab Stephanie Ortigue.

Selasa, 20 November 2012

Apa arti “menundukkan untuk kepentinganmu (sakhara lakum)?”

Arifin Mufti


Tue, 9.35 (GMT+7): Apa arti “menundukkan untuk kepentinganmu (sakhara lakum)?”

Inilah salah satu nikmat besar yang diberikan Tuhan Yang Maha Pemurah bagi Manusia.




Jika kita memperhatikan ruang angkasa, kemudian Bumi dan isinya , “seolah-olah Alam Semesta telah mengetahui bahwa manusia akan datang”. Letak Bumi pada sistem Galaksi Bima Sakti, struktur, ukuran dan waktu terbentuknya memungkinkan makhluk hidup di Bumi dengan baik. Komentar Roger Penrose, ahli Fisika Matematika dari Inggris: “Memang Kosmos ini diadakan untuk Manusia” (The Brief History Of Time, New York, 1991).

Ada yang menanyakan makna detil dari “annallaha sakhara lakum” atau Allah telah menundukan untuk kepentinganmu”. Lengkapnya:

”Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allahlah telah menundukkan untuk kepentinganmu yang ada di Langit (ruang angkasa) dan apa-apa yang ada di Bumi dan meyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin, dan diatara manusia ada yang membantah……..” (Qs,31:20).

Kata ‘alam taraw” artinya “tidakkah kamu perhatikan”, maksudnya memperhatikan dengan bekal imu pengetahuan, sebab jika tidak – tidak akan dapat menyimpulkan apa-apa dari ayat ini.  Dengan demikian, maksud ayat tersebut secara bebas, “ Tuhan telah mendisain khusus semua yang ada di Langit dan Bumi dan menyempurnakan-Nya untuk memberi kenikmatan bagi Manusia”. Guru-guru agama di SMA dan Ustadz di berbagai Majelis Taklim kesulitan untuk menjelaskan lebih lanjut, karena berhubungan dengan temuan sains modern, yang tidak semua orang mengetahui. Kitapun tidak mungkin mendapatkannya dalam Kitab Tafsir.

Inilah ringkasan penjelasannya.

Para astronom telah menemukan hukum konstanta, hukum alam, dan pengaturan Alam Semesta dalam koridor yang sangat sempit dengan ketelitian yang tinggi. Setelah mendapatkan bukti fisik, mereka menyimpulkan bahwa adanya Alam Semesta karena adanya tema sentral Manusia di Kosmos (Hugh Ross, Creation and Time). Ditemukan kadar densitas ruang angkasa diakhir abad ke-20, dalam koridor yang diizinkan, yaitu disekitar 1 banding 10 pangkat minus 120 (seperseribu miliar miliar miliar miliar miliar milia miliar miliar miliar miliar miliar miliar miliar). Angka yang kecil sekali.

Jika Pengembangan Alam Semesta terhadap Gaya Tariknya lebih dari koridor itu, tidak akan terbentuk Galaksi dan Planet yang cocok untuk makhluk hidup. Sebaliknya jika kurang, Alam Semesta mungkin saja runtuh. Ada “fine tuning” pada pengaturan kecepatan pengembangan Alam Semesta.

Disain Tuhan juga dilakukan pada jarak Bumi dengan Matahari, termasuk besar dan beratnya Matahari dan Bumi, kecepatan rotasi Bumi, dan sudut kemiringan Bumi sekitar 23 derajat sekian menit, sedemikian rupa sehingga tepat untuk kehidupan manusia. 

Sangat banyak persyaratan agar manusia bisa tinggal di Bumi dengan nikmat. Merupakan daftar yang sangat panjang. Orbit Bumi tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dengan Matahari. Terlalu dekat akan menjadi panas, terlalu jauh menjadi terlalu dingin, temperaturpun harus tepat, agar atom karbon dapat eksis lama di Bumi. Karbon merupakan basis kehidupan untuk menyusun DNA manusia. Ratusan syarat dalam daftar yang sangat panjang bisa dibaca pada Rare Earth, karya Brown Lee dan Peter Ward.

”Sakhara lakum” atau menundukkan bagi kepentingan bagimu adalah disain atau rancang bangun Sang Pencipta yang spesifik untuk kenikmatan manusia. Persyaratannnya kompleks dan banyak, merupakan daftar yang sangat panjang. Tentu saja , termasuk penciptaan Bulan, atmosfir dan Sabuk Van Allen. Jika diuraikan bisa satu buku sndiri, setebal 300 halaman atau lebih.

Coba lihat Tata Surya kita, misalnya Planet Jupiter berikut ukurannya yang sangat besar , 318 kali Bumi, terletak diorbit luar Bumi. Sedemikian rupa letak dan orbitnya hingga mampu berfungsi sebagai perisai, penahan sebagian besar serangan asteroid dari luar angkasa. Planet Jupiter juga penyeimbang orbit planet-planet sekitar Matahari.

Ukuran manusiapun moderat, merupakan pertengahan ukuran dari skala partikel, atom, DNA, serangga, tumbuh-tumbuhan hingga manusia, pohon, meteor, asteroid, Planet, Bintang, dan Galaksi dalam skala logaritma. Semua didisain sempurna, teliti – kebutuhan oksigen, porsi perbandingan karbon, tanaman klorofil (hijau daun) yang muncul 530 juta tahun yang lalu, ketebalan atmosfir, besarnya gravitasi, hingga temperatur ideal di Bumi. 

Hewan besarpun secara bertahap dimusnahkan, keluarga Dinosaurus dan Kera besar 4-6 juta tahun yang lalu, yang menguasai Bumi, dengan berbagai faktor punah. Jika tidak, bagaimana kita membayangkan Manusia harus bersaing dengan mereka menguasai Bumi dalam berbagai aspek kehidupan.  Inilah yang disebut The Fluke, “kebetulan yang sangat menguntungkan”dalam sains. 

Dalam Agama inilah disain Tuhan yang sangat detil, teliti dalam koridor yang sempit. – hingga waktu hadirnya - untuk memberi kenikmatan bagi manusia. Tetapi sayangnya, diantara manusia ada yang membantah tanpa ilmu dan petunjuk (Qs, 31:20). Bumi memerlukan waktu 4,5 miliar tahun untuk mempersiapkan diri, menunggu kedatangan Manusia. Manusia benar-benar sangat dimanja, datang paling akhir, diwaktu yang sangat tepat.

Itulah jawaban pertanyaan diatas – satu ayat saja - jawabannya panjang, untuk meringkas dan merangkum diperlukan waktu 4 jam.


Have a nice day.

Sabtu, 17 November 2012

Planet Tanpa Matahari

Ilmuwan menemukan sebuah planet yang tak mengorbit pada bintang. Lonely planet yang disebut CFBDSIR2149 ini ditemukan mengambang di jagat raya, tanpa melakukan evolusi atau kegiatan mengelilingi bintang seperti dilakukan bumi atas matahari.

Lukisan seniman untuk planet CFBDSIR2149
Lukisan seniman untuk planet CFBDSIR2149 (European Southern Observatory)
 Ini adalah planet pertama yang terisolasi dari jenisnya yang pernah ditemukan oleh para ilmuwan, setelah lebih dari satu dekade mencari, dalam proses digambarkan sebagai "mencari jarum tunggal dalam ribuan tumpukan jerami."
Sampai tujuh kali ukuran Jupiter, planet itu mengambang bebas tanpa ikatan gravitasi dan memenuhi kriteria tertentu massa, temperatur dan usia yang akan ditunjuk sebagai "planet". Usia antara 50 dan 120 juta tahun, memiliki suhu sekitar 400 derajat Celcius dan diyakini menjadi bagian dari sekelompok sekitar 30 bintang yang sangat muda yang dikenal sebagai Kelompok Doradus AB Pindah.

Planet itu sendiri ditemukan oleh para peneliti di University of Montreal, yang berkonsultasi dengan rekan-rekan Prancis dan data dari Kanada-France-Hawaii Telescope dan Teleskop Observatorium Selatan Eropa Sangat Besar. Meskipun para ilmuwan telah mengetahui jenis planet "tunawisma" ada, mereka belum mampu mengamatinya sampai sekarang. Hal ini diyakini planet terpencil bisa saja terpental dari badan-badan lain selama pembentukannya.

Penemuan ini diharapkan membuat para astronom mendapat pemahaman yang lebih besar. Keberadaannya sangat mendukung teori bahwa jenis objek "tunawisma" lebih umum dalam ruang daripada saat berpikir. "Meskipun teori telah membentuk keberadaan jenis planet yang sangat dingin dan muda, namun belum pernah diamati sampai saat ini," kata Étienne Artigau, astrofisikawan.

"Objek ini ditemukan selama scanning yang setara dengan 1.000 kali permukaan bulan purnama. Kami mengamati ratusan juta bintang dan planet-planet, tetapi kami hanya menemukan satu planet tunawisma di lingkungan kami. Sekarang kami akan mencari mereka di sumber astronomi yang lebih jauh. Ini seperti mencari satu jarum dalam ribuan tumpukan jerami."

Tim astronom akhirnya mampu mempelajarinya karena kedekatannya komparatif, dan tidak adanya bintang terang yang sangat dekat dengan itu. "Mencari planet di sekitar bintang mereka mirip dengan mempelajari kunang-kunang duduk satu sentimeter dari lampu mobil yang terang," kata Philippe Delorme, penulis utama dari Institut de planetologie et d'Astrophysique de Grenoble, Perancis. "Objek yang mengambang bebas ini menawarkan kesempatan untuk mempelajari secara rinci kunang-kunang tanpa lampu menyilaukan dari mobil mengacaukan segalanya."

Jonathan Gagné, mahasiswa doktoral fisika di Udem, menambahkan, "Selama beberapa tahun terakhir, beberapa objek dari jenis ini telah diidentifikasi, namun keberadaan mereka tidak dapat ditentukan tanpa konfirmasi ilmiah usia mereka. Para astronom tidak yakin apakah akan mengkategorikan mereka sebagai planet kerdil atau sebagai brown." Brown dwarf adalah bintang gagal, karena mereka tidak pernah berhasil memulai reaksi nuklir di pusat-pusat mereka.

Kata "planet" berasal dari bahasa Latin, planetus. Awalnya berasal dari kata Yunani, planeta-planêtês, arti bergerak atau mengembara benda-benda angkasa. Definisi membedakan mereka dari bintang, yang tampaknya berada dalam posisi tetap di langit.

Astronom menemukan planet yang "hidup" sendiri tanpa mengorbit bintang apa pun. Planet berjarak 100 tahun cahaya dari Tata Surya itu seperti planet tunawisma, tak punya rumah. Ia dinamai CFBDSIR J214947, dan diperkirakan berumur 50 juta-120 juta tahun. Suhu planet sekitar 400 derajat Celsius dengan berat 4-7 kali Jupiter.

Tim astronom dari University of Montreal (UdeM) ada di balik penemuan planet itu. Mereka menggunakan Canada-France-Hawaii Telescope (CFHT) dan Very Large Telescope (VLT) di European Southern Observatory di Cile untuk menemukan planet tersebut.

Itienne Artigau, astronom UdeM yang terlibat riset, mengungkapkan, "Obyek ini ditemukan saat memindai area langit yang ekuivalen dengan 1.000 kali permukaan bulan purnama." "Kami mengobservasi ratusan ribu bintang dan planet. Namun, kami hanya bisa menemukan satu planet tanpa rumah di 'kampung' kita," tambahnya. 

Menurut Artigau, selama ini astrofisikawan telah menduga adanya planet muda dan "tunawisma". Namun, penemuan ini menjadi bukti terkuat pertama yang berhasil ditemukan. Penemuan CFBDSIR J214947 terdukung karena tak adanya bintang yang bersinar terang di sekitar wilayah planet ini berada. 

Menurut astronom, planet ini sebenarnya terbentuk di dekat bintang tertentu. Namun, dalam proses pembentukannya, planet ini terlempar keluar sistem bintang itu. Jonathan Gagni, ilmuwan yang juga terlibat penelitian, seperti dikutip Daily Mail, Kamis (14/11/2012), mengungkapkan bahwa penelitian pada planet itu akan membantu memahami planet yang memiliki orbit.

"Selama beberapa tahun terakhir, astronom banyak mengidentifikasi obyek serupa, tetapi eksistensinya tak bisa dibuktikan tanpa konfirmasi umurnya. Astronom tak yakin memasukkannya sebagai planet atau bintang katai coklat. Bintang katai coklat adalah bintang yang gagal karena tak pernah memulai reaksi intinya," kata Gagni.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tanggapan codebreakers