Minggu, 17 Februari 2013

Misteri Voynich Manuscript

The Naskah Voynich dianggap 'Naskah Paling Misterius di Dunia'. Sampai hari ini ini artefak abad pertengahan menolak semua upaya penerjemahan. Ini bisa berupa tipuan cerdik atau cipher bisa dipecahkan. Naskah ini dinamai penemunya, dealer buku antik dan kolektor Amerika, Wilfrid M. Voynich, yang menemukannya pada tahun 1912, antara koleksi naskah kuno disimpan di villa Mondragone di Frascati, dekat Roma, yang telah oleh kemudian berubah menjadi seorang Jesuit College (ditutup pada tahun 1953).



Sebuah Naskah kuno bernama Voynich Manuscript adalah sebuah buku yang sepertinya ditulis dalam bahasa Alien karena sampai saat ini belum ada yang memastikan bahasa yang digunakan sehingga telah membuat bingung para ilmuwan dan sejarawan selama beberapa dekade. 
Buku tulisan tangan itu diduga telah ditulis pada abad awal abad ke-15 dan terdiri dari sekitar 240 halaman vellum, sebagian besar dengan ilustrasi. Penulis, script, dan bahasa yang digunakan tetap tidak diketahui, sehingga digambarkan sebagai "manuskrip yang paling misterius di dunia".

Naskah itu sendiri ditulis pada kulit binatang sehingga bisa ditelusuri tanggal pembuatannya.



Berdasar penelitian tanggal dengan Carbon-14 oleh tim ilmuwan dari University of Arizona menunjukkan buku itu dibuat antara tahun 1404 dan 1438, lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya.

Voynich Manuscript pertama kali ditemukan oleh seorang pedagang buku di luar kota Roma bernama Wilfrid M. Voynich, pada tahun 1912, 

Buku kuno ini saat ini dimiliki oleh Beinecke Rare Book dan Manuscript Library of Yale University, dan telah menarik peneliti selama beberapa dekade. Tidak seorang pun telah mampu menguraikan bahasa yang digunakan, meskipun beberapa karakter menyerupai latin.



Naskah ini dinamai penemunya, agen dan kolektor antik Amerika, Wilfrid M. Voynich, yang menemukannya pada tahun 1912, antara koleksi naskah kuno disimpan di villa Mondragone di Frascati, dekat Roma, yang saat itu telah berubah menjadi Jesuit College (ditutup pada tahun 1953).



Berdasarkan bukti tulisan kaligrafi tersebut, gambar-gambar dan pigmen, Wilfrid Voynich memperkirakan bahwa naskah ini diciptakan pada akhir abad ke-13. Tujuh naskah kecil, panjang sepuluh inci, tapi lumayan tebal yaitu 235 halaman. Hal ini ditulis dalam naskah yang tidak diketahui tidak ada contoh lain yang dikenal di dunia.


Rupanya, Voynich ingin agar naskah misterius dapat diuraikan dan memberikan salinan foto ke sejumlah pakar. Namun demikian, walaupun upaya banyak ahli kriptologi terkenal dan cendekiawan, buku kuno ini masih belum dibaca. Ada beberapa klaim dari penguraian, namun sampai saat ini, tidak ada yang dapat mendukung dengan terjemahan lengkap. Harapannya adalah suatu waktu ada yang bisa memecahkan benda bersejarah ini sekaligus menguak misteri manusia di muka bumi.



Naskah Voynich dianggap ‘Naskah Paling Misterius di Dunia’. Untuk artefak kuno ini sejak abad pertengahan semua upaya penerjemahan tidak ada yang berhasil. Ini adalah salah satu tipuan cerdik yang tak dapat bisa dipecahkan.

Artefak kuno ini tetap menjadi misteri manusia. Ini adalah script abjad, yang memiliki 19-28 huruf, tidak ada yang memastikan hubungan apapun kepada sistem huruf Inggris atau Eropa. Teks ini tidak ada koreksi yang jelas. Ada bukti untuk dua bahasa yang berbeda yang diselidiki oleh Currier dan D’Imperio dan lebih dari satu juru tulis, mungkin menunjukkan skema coding ambigu.




download voynich (pdf)

source : 1. wired.com
             2. voynich.nu
             3. en.wikipedia.org

1 komentar:

  1. My suggestion to decode the Voynich Manuscript is in the fact that each of its individual pages encodes some other information . Encryption is not just a written form. Voynich manuscript - it is not my task, classic cipher written, only symbolic rebus - ideogram. http://gloriaolivae.pl/

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tanggapan codebreakers