Minggu, 22 April 2012

Otak Anak Tak Pernah Tidur!


Ada sekitar 10 miliar neuron (sel syaraf) di otaknya.


Tahukah Anda, di masa golden years (usia 1-3 tahun) otak seorang anak terus bekerja, bahkan ketika sedang tidur di malam hari. Ketika sedang tidur, otak anak tengah memproses dan mengatur ulang kenangan serta pengalaman untuk digunakan pada waktu tertentu serta mempersiapkan sel tubuh mereka untuk kegiatan hari berikutnya.

Itulah alasan mengapa aktivitas tidur memiliki peranan sangat penting bagi perkembangan otak seorang anak khususnya anak usia 1-3 tahun.
Selama 3 tahun pertama usianya, otak mereka akan berkembang sangat menakjubkan yaitu sebesar lebih dari 70 persen dari maksimum kapasitas sel otaknya. Pada masa ini, perkembangan otak beserta sel-sel tubuh anak akan tumbuh cepat di seluruh bagian.
klik!
Ada sekitar 10 miliar neuron (sel syaraf) di otaknya, sehingga tiga tahun pertamanya sejak lahir merupakan periode di mana miliaran sel otak akan terus bertambah.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa berat otak anak usia 1-6 tahun adalah kurang dari 10 persen dari berat tubuhnya. Namun, membutuhkan 40 persen total energi dari tubuh mereka, sehingga otak seorang anak memiliki kebutuhan energi berbeda dari organ tubuh lainnya.

Menyediakan energi bagi otak anak adalah dengan memastikan asupan gizi dan nutrisi yang cukup agar otak mereka bisa bekerja secara optimal. Dengan  energi yang mencukupi setiap harinya, kemampuan emosi serta kecerdasan otak seorang anak pun dapat terus tumbuh dan berkembang secara sempurna.

Lalu, sebagai orang tua yang bijak, prioritas utama dalam membesarkan seorang anak adalah dengan tetap terus menjaga perkembangannya melalui asupan energi yang baik.

Ingin tahu lebih lanjut tentang energi apa yang dibutuhkan bagi perkembangan otak seorang anak? Kami ajak Anda untuk menggali ilmu lewat Brain quiz di sini.
Selain bisa mendapatkan ilmu seputar otak anak, Anda bisa mendapatkan beragam hadiah menarik setiap pekannya. Jadi, tunggu apalagi, ikuti dan dapatkan keduanya ya?
(WEBTORIAL-Vivanews)

Jumat, 20 April 2012

Benarkah Gen Tentukan Ukuran dan Kualitas Otak?

generic brain dna genetics genes mental depression anxiety medical
klik!
Ada yang menyebut seseorang dengan volume otak lebih besar sudah pasti cerdas. Riset terbaru oleh 200 peneliti menguak peran lebih dari gen terhadap ukuran otak dan kecerdasan seseorang. “Kami menemukan bukti cukup tegas yang mendukung hubungan genetik dengan fungsi otak dan kecerdasan. Untuk pertama kalinya, kami mengetahui bagaimana gen mempengaruhi otak,“ kata Paul Thompson, ahli saraf di Fakultas Kedokteran University of California, Los Angeles, yang memimpin penelitian itu.

Tim peneliti internasional mengumpulkan hasil pindai otak dan data genetik dari 21.151 responden di dunia dalam kolaborasi Enhancing Neuro Imaging Genetics through MetaAnalysis. Mereka menjelajahi data untuk mencari gen tunggal yang mempengaruhi risiko penyakit, atrofi jaringan otak, serta ukuran otak dan menerbitkannya dalam jurnal Nature Genetics terbaru. Peneliti menghubungkan gen tertentu yang berperan dalam menentukan variasi ukuran otak.


Secara alami, otak menyusut seiring dengan bertambahnya usia, tetapi ukuran otak berpengaruh penting pada sejumlah penyakit mental. Penurunan volume ini menandai adanya penyakit mental, mulai depresi hingga Alzheimer dan skizofrenia. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat urutan gen yang disebut rs7294919 pada kromosom 12 yang terkait dengan variasi volume hippocampus, bagian otak yang mempengaruhi pembentukan dan organisasi ingatan. 


Setiap variasi genetik instan yang disebut T-alel, yang terjadi di wilayah ini, berpengaruh terhadap penurunan volume hippocampus setara dengan 3,9 tahun penuaan.  Wilayah pada kromosom tersebut dijumpai pada gen-gen yang berfungsi mengatur kematian sel, perkembangan sel otak, dan pembersihan protein. Gengen tersebut menjadi rusak pada penderita penyakit Alzheimer. “Perubahan satu huruf pada gen berpengaruh terhadap penentuan otak yang lebih besar,“ kata Thompson.

LIVESCIENCE

Which come first? The chicken or the egg? Age old question answered.


Here is the answer to the age old question of which came first the chicken or the egg? 

(PHYSORG)- In the second report of our Egg Cetera series on egg-related research, let’s begin with the age-old question: which came first, the chicken or the egg? Armed with knowledge of evolution, the answer is straightforward. Eggs came first.

Dinosaurs, the animal group that includes birds and their ancestors, laid eggs. This means that the ancestors of birds laid eggs long before chickens came about. Because we know so much about the evolution of life on Earth, this answer now seems obvious. But without fossils, and without understanding how evolution works, we could have got it wrong.

My research focuses on the evolution of dinosaurs, and what that tells us about the evolution of the many distinctive features of birds, such as hollow air-filled bones, warm-bloodedness, feathers and flight.

Archaeopteryx, which lived 150 million years ago, shows a mosaic of bird-like features such as feathery wings, alongside distinctly non-birdy features such as teeth and a long bony tail. Fossil remains of archaeopteryx were first found in 1861. However, until recently, there was no consensus about where, evolutionarily speaking, birds came from. Scientists were confident that, among today’s animals, they formed a group with crocodiles, but how they fitted in with the vast diversity of extinct groups was not clear.

The idea that birds are descendants of dinosaurs was first proposed by Thomas Henry Huxley in 1869, but received little support until discoveries of the bird-like dinosaur Deinonychus (Jurassic Park’s ‘Velociraptor’) by John Ostrom in the 1960s. More recent discoveries include dinosaur fossils from China, preserved in ancient lake beds, complete with feathers.

Many features thought to be characteristic of birds have an ancient evolutionary history. For example, ‘pneumatic’ air-filled bones first appeared in Late Triassic dinosaurs, 200 million years ago, and were common in saurischians like Tyrannosaurus rex and Diplodocus.

We can also look at the evolution of eggs from the earliest fossil evidence right up to the egg we might eat for breakfast today. Like crocodiles and some turtles, birds lay hard-shelled eggs, enclosed by a calcitic, mineralised layer. These are unlike the primitive, leathery eggs of lizards, snakes, many turtles, and egg-laying mammals such as the platypus. Bird eggs also have a number of unique features not found in other reptile eggs. They form long shapes, not spheres, and they taper towards one end rather than being symmetrical. Furthermore, birds incubate their eggs directly using body heat, and they ovulate and lay one egg at a time, whereas crocodiles and other reptiles have two functional oviducts.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tanggapan codebreakers