Selasa, 03 Januari 2012

Simpanse Ternyata Memahami Lawan Bicara


Simpanse tampaknya mempertimbangkan siapa lawan bicara mereka sebelum menjalin komunikasi.Para   peneliti menemukan bahwa simpanse liar yang melihat ular berbisa lebih cenderung membuat “tanda peringatan“ yang ditujukan kepada simpanse lain yang tidak melihat ancaman tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa primata “memahami pola pikir“ primata lain. Penelitian tentangan kecerdasan luar biasa yang dimiliki primata akan diterbitkan dalam jurnal Current Biology oleh ilmuwan dari Universitas St Andrews, Skotlandia.

Untuk mengetahui bagaimana simpanse “berbicara“ satu sama lain tentang adanya ancaman, para ilmuwan menempatkan ular plastik--dari jenis ular badak dan ular beludak gaboon yang bisanya mematikan--ke jalan yang biasa dilalui simpanse liar. Ketika simpanse melihat ular tiruan dalam jarak dekat, secara spontan ia melompat. “Tapi mereka tidak akan berseru,“ kata Dr Catherine Crockford, peneliti dari University of St Andrews. Setelah melompat menjauh, tiap simpanse akan kembali mendekati ular tiruan itu lagi, tapi dengan lebih hati-hati. Dan kali ini, mereka akan membuat suara pelan “hoo“ jika menjumpai ada simpanse lain yang mendekat. Memang sejumlah hewan lain melakukan hal yang sama. Namun apa yang baru di sini adalah bahwa simpanse-simpanse itu tampaknya “disetel“ untuk memberikan peringatan. 


Bukan ke “siapa lawan bicara yang dituju“, tapi “apa yang perlu diketahui lawan bicara“. Simpanse tampaknya termotivasi untuk mengkomunikasikan informasi yang relevan dengan individu lain. Temuan ini memberi pengetahuan penting tentang faktor yang mungkin telah “memulai“ cara komunikasi yang lebih kompleks. Matius Cobb, profesor zoologi di Universitas Manchester, menjelaskan bahwa “membayangkan apa yang dipikirkan individu lain“ adalah bagian penting dari bahasa manusia. “Penelitian ini memberi kita beberapa pengetahuan, bahwa manusia tidak lagi begitu unik,“ kata Cobb. 

GUARDIAN | BBC NATURE 


Minggu, 01 Januari 2012

Aksi Terbang 'Iron Man' Franky Zapata


Mesin Zapata Flyboard menggunakan tenaga dorongan air untuk terbang ke udara.

zapata flyboard (gizmag.com)
Setelah Yves Rossy terbang di ketinggian 1.500 meter dengan mesin jetnya, kini giliran Franky Zapata beraksi. Dia bisa terbang dengan gaya 'Iron Man' dan berenang bagai lumba-lumba dengan mesin jet ciptaannya.

Mesin ini bernama Zapata Flyboard. Kemampuan terbang diberikan oleh tenaga dorongan air.

Perangkat cerdas Zapata ini terbuat dari motor jet ski. Alat itu mengalirkan air melalui selang ke sepatu bot jet di kedua kakinya. Selain itu, air dari selang mengalir ke kedua tangan sebagai stabilisator.

Hasilnya, air yang mengalir deras itu mendorong tubuhnya ke udara hingga pada ketinggian 9 meter. Aksi terbang Iron Man bisa dilakukan dengan alat ini, atau gaya renang lumba-lumba di lautan bebas.
Laman Gizmag menuliskan, Anda harus merogoh kocek US$6.700 atau sekitar Rp60 juta lebih untuk mendapatkan alat ini. Lihat aksi terbang dengan air itu di sini. 

Yves Rossy (Manusia Jet)


Rossy terbang sejajar dan seirama dengan dua pesawat tempur dengan kecepatan 220 km/jam.

Yves Rossy, Manusia Jet dari Swiss (REUTERS

Penerbang asal Swiss, Yves Rossy telah membuktikan, manusia bisa terbang seirama dengan pesawat. 

Di pegunungan Alpen, Swiss, Rossy menunjukkannya. Terjun dari helikopter, dia menunjukkan aksi akrobatik terbang di ketinggian 1.500 meter mengelilingi pegunungan Alpen.

Bersama dua pesawat jet L-39C Albatros, Rossy terbang menggunakan 4 mesin jet yang terpasang ditubuhnya mengelilingi pegunungan Alpen. Rossy terbang sejajar dan seirama dengan dua pesawat tempur Albatros yang melaju di atas kecepatan 220 km/jam.

Aksi Rossy ini bukan kali pertama. Dia sudah melakukan aksi terbang dengan sayap jet beberapa waktu silam di atas Terusan Inggris dan Grand Canyon, AS.

Namun, terbang di atas pegunungan Alpen, menurutnya, jauh di atas petualangan-petualangan sebelumnya.
Lihat aksi Yves Rossy terbang di atas pegunungan Alpen di video ini.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tanggapan codebreakers