Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Januari 2014

Peneliti: "Adam" Telah Muncul di Bumi 209.000 Tahun Lalu

Saat itu beberapa manusia modern telah muncul di Afrika, klaim mereka


Peneliti Inggris menyatakan Adam telah hidup di daratan Afrika pada 209.000 tahun yang lalu.
Peneliti University of Sheffield, Dr Eran Elhaik, dan University of Houston, Dr Dan Graur, mengklaim nenek moyang laki-laki manusia modern, atau dikenal dengan Adam, telah hidup 9.000 tahun lebih awal dari yang diperkirakan para ilmuwan sebelumnya. 

Menurut dua peneliti Inggris itu,seperti dilansir situs Dailymail, Jumat 24 Januari 2014, Adam telah hidup di daratan Afrika pada 209.000 tahun yang lalu. Hasil studi ini bertentangan dengan studi sebelumnya. 

Untuk menentukan usia "Adam," kedua peneliti menggunakan data genetik yang telah ada saat ini, yakni menghitung kromosom Y, gen laki-laki. Peneliti menghitung usia kromosom Y dengan mengalikan data genetik pada rata-rata usia ayah yang memiliki anak pertama dengan jumlah mutasi yang ditemukan peneliti. 

Peneliti kemudian membagi angka itu dengan tingkat mutasi kromosom Y. Hal ini untuk mengetahui berapa rata-rata tahun yang dibutuhkan untuk mengetahui penampakan mutasi. Memang mekanisme ini diakui berpotensi memanipulasi variabel genetik. Namun keduanya menunjukkan studi mereka malah menyajikan manipulasi pada studi sebelumnya.

"Dalam tulisan kami, studi sebelumnya memanipulasi semua variabel untuk mendahului usia kromosom Y," tegas Elhaik.

Elhaik menambahkan dia bersama koleganya memastikan Adam telah muncul lebih awal dari yang diperkirakan.

"Kami bisa katakan dengan kepastian bahwa beberapa manusia modern telah muncul di Afrika setidaknya lebih dari 200.000 tahun lalu," tambah dia. 

Tidak Tunggal

Elhaik juga membantah manusia modern saat itu kawin silang dengan hominin (kerabat manusia yang lebih dekat dengan simpanse) yang hidup lebih dari 500.000 tahun lalu. 

"Juga jelas bahwa tidak ada Adam dan Hawa tunggal, tapi yang ada yaitu kelompok Adam dan Hawa yang hidup berdampingan dan mengembara bersama-sama di Bumi," ungkapnya.

Sebelumnya studi Universitas Arizona, mengklaim kromosom Y manusia berasal dari spesies berbeda melalui perkawinan yang usianya dua kali lebih tua dari usia Adam. Menurut Elhaik, studi Universitas Arizona terbantahkan.

"Kami telah menunjukkan studi Universitas Arizona tak memiliki prestasi ilmiah apapun," ujarnya (Vivanews).

Peneliti: jumlah Adam dan Hawa ternyata banyak

Sebelumnya, sebuah teori menyatakan bahwa manusia pertama di dunia, Adam dan Hawa hidup sekitar 200 ribu tahun lalu. Namun, sebuah penelitian terbaru berhasil membantah teori itu. Seperti yang dilansir oleh Dailymail (23/1), para peneliti dari Inggris yakin bahwa Adam sebenarnya hadir di muka bumi lebih lama dari itu. Setidaknya, dia dan Hawa sudah mendiami bumi pada 209 ribu tahun silam. Hal ini berdasarkan data genetik yang berhasil dikumpulkan oleh para peneliti. Mereka mengumpulkan kromosom Y dan didapat dari rata-rata seorang pria memiliki anak pertama. 

Selain itu, para peneliti juga yakin bahwa sebenarnya tidak hanya ada satu Adam dan Hawa yang diturunkan ke bumi pada saat itu. Melainkan, ada beberapa pasangan yang sudah mendiami bumi dan terpencar lokasinya di seluruh dunia. "Sangat jelas bahwa manusia modern tidak kawin silang dengan manusia kera yang hidup pada 500 ribu tahun lalu. Juga jelas bahwa ada lebih dari sepasang Adam dan Hawa yang hidup berdampingan dan mengelilingi dunia kita," kata Dr Elhaik, perwakilan peneliti.

Hasil penelitian ini membantah penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Arizona University. Saat itu, Arizona University berpendapat bahwa kromosom Y berasal dari spesies lain selain manusia. Dalam arti lain, Adam pernah berkembang biak bukan dengan Hawa. "Kami telah membuktikan bahwa penelitian dari Arizona University tidak memenuhi unsur saintifik," sambung Elhaik (merdeka.com).

Sabtu, 31 Agustus 2013

Kehidupan di Bumi Berasal dari Mars?


Menurut riset, asal-usul kehidupan bermula di Mars, bukan di Bumi.


Gale crater, Mars
Life would face challenges on Mars today, but billions of years ago conditions might have been better
Pada sebuah konferensi ilmiah Goldschmidt Meeting di Florance, Itali, seorang profesor memberikan pernyataan yang mencengangkan. Dia berpendapat, kehidupan lebih dulu terjadi di Planet Mars daripada di Bumi.

Hasil penelitian terbaru ini mendukung gagasan bahwa Planet Merah lebih dulu menjadi habitat dari terbentuknya miliaran spesies biologi, sebelum akhirnya muncul kehidupan di Bumi. Bukti itu didasarkan oleh penemuan molekul pertama yang diperlukan untuk terciptanya kehidupan.

Profesor Steven Benner pun membeberkan rincian penelitian terbarunya. Dia menemukan bagaimana atom pertama kali muncul dan membentuk tiga komponen penting dari sebuah organisme hidup, meliputi RNA, DNA, dan protein.

"Mineral yang paling efektif membentuk RNA memang ditemukan pada lautan dalam di Bumi, tapi mineral itu sangat banyak ditemukan di Mars. Itu menunjukkan bahwa sebuah kehidupan berawal dari Mars, kemudian diangkut ke Bumi melalui meteorit yang jatuh," kata Benner, dilansir BBC, 29 Agustus 2013.

Benner juga mempresentasikan hasil penelitiannya mengenai penemuan mineral yang mengandung unsur kimia boron dan molibdenum. Kedua unsur itu merupakan elemen kunci dalam terciptanya atom yang membentuk sebuah molekul hidup.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa mineral boron membantu cincin karbohidrat membentuk bahan kimia prebiotik, lalu molibdenum berperan menciptakan molekul lanjutan sampai akhirnya menjadi RNA," kata Benner.

Dia juga menuturkan, unsur molibdenum memiliki peran kunci dalam mempengaruhi awal terciptanya sebuah kehidupan.

"Molibdenum tidak ditemukan di Bumi ketika kehidupan pertama kali dimulai sekitar tiga miliar tahun yang lalu. Pada saat itu Bumi masih memiliki kandungan oksigen yang sangat sedikit," ujar Benner.

"Hasil ini jelas membuktikan bahwa kehidupan di Bumi datang dari meteorit Mars yang terhempas ke Bumi. Jadi, kehidupan bukan dimulai dari planet yang kita tinggali sekarang," kata Benner.

Selasa, 06 Agustus 2013

Telisik Rahasia Kematian Manusia


Para peneliti kini terus mempelajari proses yang memengaruhi kematian sehingga bila mungkin dapat menginterupsi proses tersebut.


sciencedaily.com
Kematian dipercaya sebagai rahasia Tuhan yang tidak pernah diketahui oleh makhluk manapun. Namun, para peneliti kini terus mempelajari proses yang memengaruhi kematian sehingga bila mungkin dapat menginterupsi proses tersebut.

Sebuah studi terbaru yang telah dipublikasikan dalam PLoS Biology mengungkap bahwa kematian pada organisme, termasuk manusia, menyebar seperti gelombang dari satu sel ke sel lain sampai organisme itu mati dan terjadi lebih lambat dari yang diduga.

Diberitakan ABC, Kamis (25/7/2013), peneliti menggunakan cacing sebagai obyek penelitian. Hewan ini memiliki mekanisme yang mirip dengan yang ada pada mamalia. 

Meski demikian, cacing memiliki kelebihan karena tanda-tanda kematiannya bisa dilihat. Tanda itu adalah pancaran sinar berwarna biru yang disebabkan oleh proses kematian sel atau nekrosis. Warna biru dihasilkan dari sebuah molekul bernama asam antranilat. Pancaran warna biru tergantung daru sinyal biokimia kalsium.

"Kami telah mengidentifikasi adanya jalur kimia yng menggambarkan terjadinya penghancuran diri sehingga menyebabkan kematian sel cacing. Jalur ini kami lihat sebagai pancaran sinar biru yang berkelana di sekujur tubuh," ujar David Gems dari Institute of Health Aging di University College London yang sekaligus memimpin studi ini.

"Pancaran ini seperti pencabut nyawa berwarna biru yang merunut kematian sel seiring kematian itu menyebar ke seluruh tubuh hingga organisme benar-benar mati," tambahnya.

Seluruh makhluk hidup tidak mati secara langsung. Kematian salah satu sel pada tubuh organisme akan menimbulkan suatu reaksi kimia yang menuntun terjadinya penghancuran komponen sel dan pembentukan debris molekuler.

Ilmuwan tidak mampu menghidupkan kembali sel-sel yang mati jika sel tersebut telah berusia tua atau sudah saatnya mengalami kematian. 

Namun, dalam studi yang dilakukan terhadap cacing, para peneliti mungkin saja mampu menghentikan jalur penyebaran sinyal biokimia kalsium maupun hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan penuaan. Ini menjadi kunci menunda kematian.

"Kami menemukan bahwa ketika menghalangi jalur ini, kami dapat menunda kematian yang disebabkan karena tekanan seperti infeksi. Namun kami tidak mampu menunda kematian yang disebabkan karena penuaan. Hal itu terjadi karena kematian akibat penuaan disebabkan oleh berbagai proses yang terjadi secara paralel," ujar Gems.

                               

Gems juga menambahkan, penemuan ini memunculkan keraguan atas sebuah teori yang mengatakan bahwa penuaan hanyalah akumulasi dari kerusakan molekul. Meski begitu, penelitian yang memfokuskan pada peristiwa biologis selama penuaan dan kematian harus terus dilakukan agar para peneliti dapat menemukan celah untuk dapat menghalangi proses penuaan yang terjadi (Sumber: Kompas.com).

___________________________________________

Understanding the biology of longevity and ageing using a nematode model

The nature of the biological mechanisms at the heart of the ageing process is one of the greatest unsolved mysteries in science. An ideal model organism in which to study ageing is the free-living nematode Caenorhabditis elegans. This species has well-developed genetics, its ~100 million base pair genome is fully sequenced, and its life span is a mere 2-3 weeks. Importantly, numerous mutations have been identified in C. elegans which alter the rate of ageing, with some mutants living up to 10-times longer than wild-type worms. By understanding ageing in a simple animal like C. elegans we hope to begin to unravel the mystery of human ageing, and the wide range of diseases that it causes, from cardiovascular disease and type II diabetes, to Alzheimer's disease and cancer.


A focus of current work in this laboratory is understanding the genes and biochemical processes by which reduced insulin/IGF-1 signalling and dietary restriction increase lifespan. Other interests include sex differences in the biology of ageing, the role of the microbiome in ageing, evolutionary conservation of mechanisms of ageing, the mechanisms of organismal death, and bioethical implications of ageing research. Our work is largely funded by the European Union and the Wellcome Trust.

Research Team

Ahmed Ahmed, Research technician
Catherine Au, Research technician, email: catherine.au@ucl.ac.uk
Alex Benedetto, Postdoc, email: a.benedetto@ucl.ac.uk
Filipe Cabreiro, Postdoc, email: f.cabreiro@ucl.ac.uk
Yila de la Guardia, Graduate student, email: yila.guardia.10@ucl.ac.uk
Marina Ezcurra, Postdoc, email: marina.ezcurra@ucl.ac.uk
Inna Feyst, Masters student, email: inna_feyst@yahoo.de
David Gems (PI), Professor of Biogerontology, email: david.gems@ucl.ac.uk
Ann Gilliat, Graduate student, email: ann.gilliat@gmail.com
Rosina Pryor, Masters (M.Res.) student, email: rosina.pryor.09@ucl.ac.uk
Michele Riesen, Postdoc, email: m.riesen@ucl.ac.uk
Jennifer Tullet, Postdoc, email: j.tullet@ucl.ac.uk


Positions available

June 2013. A new postdoc position working on the biology of ageing in C. elegans will be available in the Gems lab, starting from August 2013. Interested applicants are welcome to email expressions of interest and CVs to David Gems, david.gems@ucl.ac.uk. See here for further information

Recent events

July 2013: Publication in the journal PLoS Biology of new study on the biology of organismal death in worms, see Publications

March 2013: Publication in the journal Cell of study on metformin, microbiota and ageing, seePublications

Feb 2013: Article in Scientific American features work from Gems lab


Selasa, 18 Juni 2013

Buku-buku Statistika untuk Penelitian

Penelitian dengan menggunakan statistika (statistics) merupakan aliran utama (mainstream) dalam penulisan skripsi, tesis, dan disertasi di perguruan tinggi di Indonesia saat ini. Namun, buku-buku statistika yang bagus, yakni mudah dipahami, komprehensif, serta memuat contoh dan kasus yang “sesuai” dengan jenis penelitian yang kita lakukan, masih sulit didapat, terutama untuk penulis lokal (berbahasa Indonesia).
Buku-buku statistika yang berbahasa asing, terutama bahasa Inggris, relatif banyak dan mudah ditemukan di toko buku impor, atau di perpustakaan kampus. Namun, harganya cukup tinggi, dan sulit untuk dibawa kemana-mana karena umumnya sangat tebal. Untuk membantu teman-teman yang sedang melakukan penelitian, berikut disajikan links beberapa buku elektronik (e-book) tentang statistika, yang bisa diunduh (di-download) melalui Rapidshare.
(Note: Buku2 elektronik ini hanya untuk membantu rekan-rekan yang membutuhkan. Mohon untuk tidak diperjual-belikan)


  1. Handbook of Applied Economic Statistics, Volume 155 (1998). (Dapat didonlod di sini).
  2. Understanding Regression Analysis: An Introductory Guide. (Dapat didonlod di sini).
  3. A Dictionary of Units of Measurement (Dapat didonlod di sini).
  4. Wiley 2004 Statistics for Research – Third edition (Dapat didonlod di sini)
  5. Hosmer – Applied Logistic Regression (Dapat didonlod di sini).
  6. Huber – Wiley-Robust Statistics (Dapat didonlod di sini).

Jumat, 15 Maret 2013

Mikroba Pernah Mendiami Mars


California - Planet Mars kemungkinan besar pernah dihuni makhluk hidup berjuta tahun silam. Analisis sampel bubuk sebuah batuan sedimen Mars yang dibor oleh robot penjelajah Curiosity mendeteksi jejak bahan kimia dan senyawa yang diperlukan untuk kehidupan pada masa lalu planet merah itu.
Mikroba Pernah Mendiami Mars
Permukaan planet Mars. Nationalgeographic.com
"Fakta penting yang ditemukan adalah bahwa lingkungan mikroba mungkin pernah hidup di sini," kata John Grotzinger, ilmuwan di Mars Science Laboratory, saat konferensi pers di markas NASA. Ia menambahkan bahwa lingkungan hunian yang mendukung kehidupan yang sangat mungkin. "Jika ditemukan air di sana, Anda akan bisa meminumnya," katanya.

Apakah kehidupan pernah berkembang di Mars menjadi pertanyaan terbuka selama bertahun-tahun. Robot penjelajah Mars, Curiosity, dalam misinya menemukan sebuah wilayah di mana air mengalir dan kemungkinan menggenang, yang dianggap ilmuwan merupakan tanda vital adanya kehidupan.
Ditanya apakah Mars mungkin dihuni pada saat yang sama dengan kehidupan berkembang di Bumi, Grotzinger mengatakan, "yang kita bicarakan adalah masa yang lebih tua lagi, sekitar 3 miliar tahun yang lalu, sedang kehidupan di Bumi dimulai beberapa ratus juta tahun lalu."  Curiosity membor batuan di Kawah Gale di dekat lokasi pendaratan. Batu yang berasal dari endapan lumpur ini kemudian ke instrumen analitis robot itu untuk menganalisis kandungan kimiawinya secara rinci.
Berdasarkan analisis Chemistry and Mineralogy experiment (CheMin) dan Surface Analysis at Mars (SAM) oleh Curiosity, peneliti menyatakan kandungan sulfur, nitrogen, hidrogen, oksigen, fosfor, dan karbon - unsur kimia yang biasa ditemukan dalam lingkungan yang dihuni ketika material diendapkan - ada dalam batuan itu.

"Kami telah mampu membawa ini ke tingkat berikutnya dari pemahaman apakah Mars pernah dihuni," kata Michael Meyer, pimpinan unit Mars NASA. Grotzinger mengatakan tim rover  harus menunggu sampai Mei untuk mengambil nalisa sampel yang lain. Posisi Bumi dan Mars dalam orbitnya mengelilingi matahari akan membuat komunikasi yang sulit selama April.

CBS | TRIP B

Kamis, 21 Februari 2013

Simpanse Lebih Cerdas Ketimbang Manusia?


Boston - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa simpanse kemungkinan lebih cerdas daripada manusia, setidaknya dalam hal ingatan jangka pendek. Benarkah?
Headline
Ayumu
Dalam pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS) di Boston, AS, di pertengahan pekan lalu, seorang peneliti asal Jepang menampilkan video penelitian yang menunjukkan kemampuan luar biasa simpanse bernama Ayumu.
Dalam video tersebut terlihat ketika angka satu sampai 9 muncul secara acak pada layar dan kemudian menghilang, simpanse itu dapat mengingat urutan yang tepat dan lokasi dari setiap angka.
"Simpanse ini juga mempelajari angka satu sampai 9 dan mampu menyentuh setiap angkanya dalam urutan naik, ini belum pernah diketahui sebelumnya," ujar Tetsuro Matsuzawa, seorang peneliti dari pusat penelitian primata di Universitas Kyoto, Jepang.
Ketika Matsuzawa menunjukkan video kepada para ilmuwan lainnya dan para wartawan, mereka pun berdecak kagum.
"Jangan khawatir, belum ada yang bisa melakukan hal seperti ini, termasuk Anda, itu mustahil," ujar Matsuzawa.
Menurutnya, beberapa orang mungkin memiliki kemampuan seperti ini, tetapi biasanya orang-orang yang memiliki sindrom dengan cacat kemampuan mental yang parah, yang biasanya justru memiliki kemampuan di luar manusia biasa, demikian dilaporkan LiveScience.
Sedangkan dari enam simpanse lainnya yang diuji, ternyata semuanya bisa mengingat dengan cepat lokasi dan urutan dari sembilan digit angka.
Ingatan jangka pendek ini membantu simpanse dalam bertahan hidup di alam liar, yang mereka sering harus membuat keputusan cepat dan kompleks.
Memori yang bekerja adalah bentuk aktif dari memori jangka pendek, sebuah mental yang bekerja yang memungkinkan otak untuk menghasilkan beberapa pikiran secara bersamaan.
Memori ini bekerja secara menakjubkan misalnya untuk membantu mereka mengingat arah dan letak cabang-cabang pohon-pohon besar untuk memberi makan, atau memutuskan apa yang harus dilakukan ketika berhadapan dengan sekelompok binatang yang saling mengancam antara satu dan lainnya.


Penasaran seperti apa kecerdasan dari simpanse bernama Ayumu ini? Langsung saja saksikan rangkaian videonya di tautan berikut.

Selasa, 22 Januari 2013

Waktu Menjadi Relatif Karena Dipengaruhi Ruang

Cahaya berbelok, karena ruang waktu melengkung

Add caption

Adalah film yang dirilis pada tahun 2008, “Einstein and Eddington”. Banyak hal yang dapat dimaknai dari film tersebut, salah satunya adalah perjalanan panjang dalam membuktikan sebuah teori yang amat revolusioner—Teori Relativitas Umum. 

Berawal dari Relativitas Khusus

Teori ini sebenarnya adalah perluasan dari teori relativitas khusus yang ia konstruksi pada tahun 1905. Teori Relativitas Khusus atau TRK tersaji utuh dalam paper yang berjudul "On the Electrodynamics of Moving Bodies".  TRK ini memberikan gagasan baru mengenai cara pandang kita tentang ruang-waktu. Bahwa "waktu mutlak" (yang independen terhadap segala perilaku materi di jagat raya, seperti yang diidealkan Newton) tidaklah ada. Dan waktu justru menjadi satu koordinat yang tak terpisahkan dengan tiga koordinat ruang (dari geometri Euclid) dalam jagat raya, sehingga waktu menjadi relatif karena dipengaruhi oleh ruang, dan menciptakan entitas baru yang dinamakan "ruang-waktu" yang berdimensi-4. 
Konsep revolusioner mengenai ruang-waktu itu tidak diperoleh Einstein dengan mengembangkan konsep matematika baru, melainkan dengan mengembangkan konsep ruang-waktu "kuno" melalui prosedur operasional. Konsep "kerangka Lorentz" yang ia kembangkan bersama-sama dengan postulatnya mengenai nilai kecepatan cahaya yang tak bergantung pada pemilihan kerangka inersial (Lorentz), merupakan dasar dari teori relativitasnya.

Makalah Einstein Dipelajari oleh Sir Arthur Eddington


Semuanya bermula saat suatu hari dipelataran Cambrigde pada 1914, terjadi perbincangan antara Sir Oliver [1] dengan Eddington [2]. Ia menginstruksikan Eddington untuk mempelajari penelitian Einstein dan mengkaji keterhubungannya dan/atau perbedaannya  dengan ide-ide dasar perumusan hukum-hukum Newton.Hasil kajiannya itu harus dipresentasikan dihadapan fisikawan lain di Cambridge.

Kini, dihadapan seorang fisikawan kepala astronomi Cambridge itu terhampar sebuah makalah yang berjudul "Zur Elektrodynamik bewegter Körper" (dalam bahasa inggris: On the Electrodynamics of Moving Bodies) buah karya fisikawan teori A. Einstein. Sebuah makalah tanpa references, tanpa acknowledgement. Sebuah makalah yang seolah nampak sebagai permainan matematika semata, tanpa bisa dihubungkan alih-alih dibuktikan dalam kehidupan nyata.

Dalam presentasinya di hadapan rekan-rekan fisikawan Cambridge ia hanya mengambil satu inti sari dari paper setebal 30 halaman tersebut. Bahwa: “Time. . .is at a different speed in the universe, depending on how fast you’re moving. The faster you move, the more time… slows down.”

Walaupun ternyata mendapatkan penolakan dari para fisikawan Cambridge saat itu. Namun, rupanya Eddington amat setuju dengan ide yang Einstein tulis dalam makalah tersebut. Dan ia berkeyakinan setiap teori yang diajukan harus ada cara pembuktiannya di dunia nyata. Beberapa hari setelah itu, ia menulis surat kepada Einstein, menanyakan bagaimana teorinya menjelaskan tentang realitas alam. Semenjak itulah korespondensi antara keduanya terjalin.

Prediksi Relativitas Umum untuk Presisi Orbit Perohelion Merkurius


Salah satu permasalahan klasik dari hukum gravitasi Newton adalah ketidaksesuainnya prediksinya terhadap presisi orbit Merkurius [3]. Bermula saat seorang astronomer asal Perancis, Le Verriere pada 1846 mencoba melakukan kalkulasi dan observasi mengenai presisi orbit planet berdasarkan hukum Newton. Ia mendapati bahwa orbit dari sebuah planet yang mengelilingi matahari memang tunduk pada hukum gravitasi Newton.

Namun, saat ia melakukan pengamatan pada merkurius, ia mendapati hal yang berbeda. berdasarkan pengamatan dengan berdasarkan kalkulasi dari teori newton yaitu menyisakan 38 detik busur yang tak terjelaskan oleh teori Newton.  Pada 1890, Newcomb melakukan pengamatan secara seksama terhadap apa yang dilakukan oleh Le Verriere. ia mendapati bahwa presisi tersebut harusnya 43 derajat detik busur. efek apakah yang menyebabkan munculnya angka ini? padahal efek angguan gravitasi yang dihitung oleh teori gangguan Newtonian dari gerakan planet lain, seperti Venus,  bumi dan Jupiter telah diperhitungkan?

Tidak banyak orang yang memperhatikan keganjilan ini. Dan lebih menganggapnya sebagai kebenaran dengan adanya prinsip aproksimasi dan kompleksitas. Namun, justeru fakta inilah yang disadari oleh Eddington. Ia kemudian menulis sepucuk surat kepada Einstein untuk meminta penjelasan terkait prediksi teori relativitasnya bagi orbit merkurius.

Sangat mengesankan!!! teori relativitas Eintein berhasil memberikan prediksi yang sempurna bagi presisi orbit merkurius. Presisi sebesar 43 detik busur per abad yang tak terpecahkan itu ternyata murni berasal dari akibat digunakannya relativitas umum. Eddington segera menyadari bahwa Einstein telah mendekatkan teorinya pada masalah gravitasi.

***

Jika melihat "The Collected Papers of Albert Einstein", hasil perhitungan yang ia berikan kepada Eddington, ia sampaikan juga dalam kuliahnya di Prussian Academy of Sciences, Berlin pada 18 Nopember 1918.Kuliah yang ia bawakan berjudul: "Erklarung der Perihelbewegung des Merkur aus der allgemeinen Realtivitatstheorie" (Explanation of the Perihelion Motion of Mercury from General Relativity Theory). Dalam penjelasannya, ia mengawali dari medan gravitasi dan dengan sejumlah aproksimasi. sungguh perumusan yang amat kompleks.

Tak lama kemudian, datang sepucuk surat dari Karl Schwarzschild (seorang fisikawan jerman). Dalam surat itu, Karl menyatakan bahwa ia memberikan perhatian lebih pada perhitungan Einstein terkait dengan perihelion merkurius. Ia kemudian mengajukan perhitungan yang nampak lebih sederhana ketimbang yang Einstein lakukan.

Efek Pembelokan Cahaya dan Ekspedisi Gerhana Matahari 1919


Sebenarnya, pada 1911, Einstein mempublikasikan papernya yang berjudul, "On the Influence of Gravitation on the Propagation of Light". Dalam paper setebal 8 halaman itu, Einstein meramalkan bahwa cahaya dapat dibelokkan oleh medan gravitasi. Namun, barulah pada 15 November 1915, paper berjudul "On The General Theory Of Relativity" merampungkan apa-apa yang telah Einstein ramalkan sebelumnya. Einstein sampai pada kesimpulan bahwa ruang-waktu bersifat lengkung. kehadiran massa melengkungkan ruang-waktu disekitarnya.

Gambarannya seperti ini. Jika cahaya bintang melewati sebuah benda langit massif seperti matahari, maka ramalan Einstein adalah cahaya bintang itu akan dibelokkan di sekitar matahari tersebut. Membeloknya cahaya bintang itu bukan disebabkan oleh tertariknya cahaya bintang karena pengaruh gaya gravitasi matahari, melainkan ruang-waktu di sekitar matahari tersebut melengkung. 

Untuk menguji keabsahan teorinya tersebut adalah dengan mengamati cahaya bintang yang dekat dengan matahari. membandingkan dua plat foto beberapa bintang yang diambil saat gerhana matahari dengan foto bintang tersebut di malam hari. Jika memang ada gap, berarti itu membuktikan bahwa cahaya dibelokan oleh matahari. Eddington melakukan ekspedisi ke daerah Principe, Afrika. Tempat terbaik untuk mengamati gerhana matahari pada 1919.

Hasilnya, Eddington mendapati bahwa memang terdapat gap antara kedua foto tersebut. Yang artinya, cahaya dibelokkan disekitar matahari. Ruang-waktu disekitar matahari melengkung.

So, we have a new theory of Gravity :)


sumber: fisikanet.lipi.go.id/Iqbal Robiyana 

Catatan :

Sir Oliver atau yang bernama Sir Oliver Joseph Lodge adalah fisikawan Inggris yang lahir pada tahun 1851. Peraih Rumford Medal dari Royal Society pada 1898. Dia adalah pemegang paten pada Wireless Telegraphy. Sir Eddington, nama lengkap: Arthur Stanley Eddington adalah astrofisikawan inggris yang memiliki kemampuan terbaik dalam hal pengukuran dan observasi saat itu. Lahir pada 28 Desember 1882 di daerah Cumbria, Inggris. Eddington menulis sejumlah artikel terkait teori relativitas dalam bahasa inggris. Dan boleh dikatakan bahwa ia adalah astrofisikawan inggris pertama yang menerima teori relativitas Einstein. Presisi orbit merkurius dari eksperimen adalah 5600 detik busur per abad. sedangkan perhitungan berdasar teori Newton adalah 5557 detik busur. Nilai tersebut berasal dari rotasi bumi berdasarkan sistem kerangka koordinat astronomik sebesar 5025 detik busur. Dan gangguan Newtonian dari gerakan planet lain, seperti Venus,  bumi dan Jupiter sebesar 532 detik busur.

Senin, 21 Januari 2013

Setelah kita mati tubuh kita terurai menjadi atom


Atom atom ini yang akan masuk ke tubuh berbagai mahluk lainnya lewat makanan, minuman dan udara



Molekul tersusun oleh ikatan ikatan atom yang sedemikian rupa menyusun dirinya membentuk suatu ikatan ikatan khas dengan menghasilkan sifat fisik dan kimiawi yang khas pula. Atom atom inilah sebenarnya yang cerdas dalam usaha merangkai sebuah molekul. Seolah olah atom ini tahu bagaimana membentuk ikatan protein tertentu. Jenis jenis atom, muatan muatannya terseleksi sedemikian rapi dan teratur, kuat dan melakukan reaksi reaksi yang terpilih dan terpilah dan sangat tidak sembarangan. 

Jadi seolah olah atom inilah yang memegang kendali kehidupan sebuah molekul. Molekul air, udara, besi , lemak tertentu, karbohydrat tertentu dan protein tertentu memiliki susunan dan ikatan atom yang tidak sembarangan. Tehnik dengan mengubah susunan atom pada suatu zat adalah tehnik industri masa depan. Molekul air adalah H2O tidak bisa lain yaitu 2 molekul Hydrogen dan 1 molekul Oksigen. Kalau lain susunan atomnya maka zat yang terbentuk bukanlah air. 
Tubuh kita bagaikan sungai atom yang selalu mengalir tapi demikian rapi dan terukur sehingga terbentuk suatu keseimbangan yang sangat mengagumkan. Jika tubuh kita kelebihan atau kekurangan atom atom tertentu seperti Kalium atau natrium maka kita akan sakit karena keseimbangan tingkat molekul terganggu.  

Atomlah yang selalu aktif berkumpul dan berurai membentuk molekul molekul. Dan molekul membentuk zat zat. Kemudian zat zat membentuk sel. Dan sel sel membentuk jaringan. Dan jaringan jaringan membentuk Organ. Dan Organ organ membentuk tubuh. Jika kita mati maka tubuh kita terurai dan kembali menjadi atom atom lagi. Atom atom ini yang akan masuk ke tubuh berbagai mahluk lainnya lewat makanan, minuman dan udara. Jadi seperti saling bertukar baju

Hidup kita di dunia memakai baju yang sama bahannya dengan semua mahluk lainnya yaitu atom atom. Subyektivitas ego dan kegelapan kesadaran seakan akan membuat kita merasa berbeda, sedangkan kejernihan kesadaran akan mampu menguak realitas yang sebenarnya.


sumber: spiritual-sains.blogspot.com

Selasa, 15 Januari 2013

Membaca Gerak Alam Semesta, Mengenali Jejak Sang Pencipta



Dalam buku ini, temuan ilmu pengetahuan disandingkan dengan norma-norma kehidupan dan tuntunan keagamaan. Dalam hal ini agama Islam. Mengapa demikian? Karena agama dan etika tampaknya belum pernah digunakan secara serius untuk menanggulangi ulah manusia dalam merusak lingkungan. Diharapkan, dengan membaca buku ini, dua hal dapat diperoleh sekaligus, yaitu (i) meluasnya pengetahuan mengenai wawasan keilmuan, dan (ii) meningkatnya ketebalan iman terhadap Tuhan.
Buku ini diharapkan dapat digunakan sebagai rujukan untuk dakwah dalam berbagai kesempatan, seperti dakwah Jumat, dan sebagai bahan untuk diskusi dalam forum pengajian dan sejenisnya. Isi buku yang langsung pada permasalahan dan hanya menyinggung kulit dari ilmu pengetahuan dan agama, diharapkan dapat dikembangkan lebih mendalam pada kesempatakan dakwah dan diskusi.
Penulis : Arie Budiman, Ahmad Jauhar Arief, Edy Nasriadi Sambas
ISBN : 979-799-055-9
No. Klasifikasi : 570
Subyek Klasifikasi : 1. alam semesta. 2. agama
Kolasi : xxvii; 295hlm; 14,8x21cm
Tahun Penerbitan : 2007
Penerbit : LIPI PRESS

Minggu, 30 Desember 2012

Isu Sains Paling Heboh Sepanjang Tahun 2012



Beberapa isu astronomi, satwa dan arkeologi sempat membuat heboh masyarakat Indonesia sepanjang 2012. Selain menjadi pembicaraan hangat secara lisan ataupun lewat media sosial, isu tersebut juga menuai banyak tanggapan dari pembaca Kompas.com. Berikut isu tersebut :

Kiamat 2012

Kiamat 2012 yang didasarkan pada kesalahan interpretasi kalender panjang suku Maya adalah yang paling membuat heboh. Nyatanya, kiamat tak terjadi. Beragam skenario kiamat terkait antariksa ataupungejolak Bumi dan Matahari tak terbukti. Kepanikan soal kiamat adalah bentuk ketakutan manusia pada kematian.

Apakah kiamat akan terjadi? Dalam kosmologi, ada beberapa pandangan tentang akhir semesta, bisa berupa Big Bounce, Big Freeze, Big Crunch ataupun Big Rip. Kiamat bisa terjadi setelah bintang terakhir mati dan lubang hitam menguap. Namun, jangan bayangkan kiamat begitu keras. Kiamat, jika dalam sains terbukti ada, akan terjadi dengan "dingin".

"Partikel Tuhan"

Tanggal 4 Juli 2012, Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN) mengumumkan keberhasilannya menemukan partikel yang "mirip" Higgs Boson. Higgs Boson atau kadang juga disebut "partikel tuhan" bakal menyempurnakan Moel Standar Fisika Partikel. Partikel ini tak ada hubungannya dengan Tuhan.

Temuan yang diumumkan dikatakan "mirip" sebab beberapa ilmuwan yakin bahwa yang ditemukan adalah Higgs Boson namun belum memiliki bukti yang sahih untuk menyatakannya. Hingga saat ini, proses pembuktian masih berlangsung.

Higgs Boson berperan memberikan massa pada partikel. Kalangan ilmuwan ada yang menyambut gembira penemuan CERN tahun ini. Namun, ada ilmuwan lain pula yang lebih tertarik jika partikel yang ditemukan bukan Higgs Boson. Akan ada lebih banyak pertanyaan yang bisa diajukan.

Serangga Tomcat

Serangga tomcat sempat menbuat heboh Indonesia pada bulan Maret. Tomcat menyerang masyarakat di Surabaya dan beberapa daerah, mengakibatkan kulit melepuh. Dikatakan, racun serangga ini melebihi racun kobra.

Meski beracun, tomcat tak mematikan dan tak perlu dibasmi. Ada beberapa cara untuk mengusirnya dan mencegah dampak negatifnya. Tomcat terdiri dari 12 spesies serangga. Nama tomcat diberikan karena kemiripan bentuknya dengan pesawat Tomcat F-14. Serangga ini umum dijumpai di Indonesia.

Badai Matahari

Isu badai Matahari merebak sekitar bulan Januari 2012. Dikatakan, tahun 2012 adalah puncak aktivitas Matahari sehingga frekuensi terjadinya badai Matahari semakin besar, demikian pula kekuatannya.

Badai Matahari terkuat sejak tahun 2005 sempat terjadi pada 23 Januari 2012. Ada yangmenghubungkan badai Matahari dengan kiamat. Namun, badai Matahari hanya berpotensi mengganggu sistem komunikasi, listrik dan membutakan satelit. 

Paus Terdampar

Ada beberapa isu paus terdampar sepanjang tahun 2012. Salah satunya paus sperma yang terdampar di pantai Pakisjaya pada Juli 2012 lalu. Paus yang terdampar sempat diselamatkan namun  akhirnyaterdampar kembali di pantai Muaragembong.

Bulan Oktober, sejumlah 46 paus pilot bersirip pendek (Globicephala macrorhynchus) terdampar di Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 44 diantaranya mati. Kasus terdamparnya paus dan upaya penyelamatannya memberi pelajaran mencintai satwa.

Transit Venus

Transit Venus adalah saat di mana Venus berada di antara Bumi dan Matahari. Venus tampak sebagai titik hitam di muka Matahari dilihat dari sudut pandang manusia di Bumi. Fenomena ini terjadi pada 6 Juni 2012 lalu. Tergolong langka, transit Venus baru akan terjadi 105 tahun lagi.

Indonesia Timur beruntung menyaksikan fenomena ini secara lengkap. Universe Awareness menggelar pengamatan di Atambua. Komunitas Langit Selatan menggelar pengamatan di Ambon. Di Indonesia Barat, fenomena juga bisa dilihat. Pengamatan dilakukan di Planetarium Jakarta dan Jogja Astro Club.

Transit Venus dirayakan oleh masyarakat. Di Planetarium Jakarta, ratusan pengunjung, mulai dari anak-anak hingga orangtua, antuasias menyaksikan fenomena ini. Beberapa pelajar dan pegawai negeri sipil membolos untuk menyaksikan fenomena sekali seumur hidup ini.


kompas.com

Ini Lompatan Besar Pengetahuan Sepanjang 2012


Tahun 2012 menjadi periode bagi ilmuwan untuk kembali menunjukkan hasil kerja kerasnya. Lompatan besar dalam pengetahuan berhasil dibuat, meliputi bidang fisika partikel, genetika molekuler dan juga konservasi.


Dari beragam hasil penelitian yang diberitakan Kompas.com, ada 6 penemuan dan keberhasilan yang paling menonjol, mencetak rekor, membantu memecahkan permasalahan dasar dalam ilmu pengetahuan ataupun memberikan inspirasi. Berikut uraiannya.

Penemuan Partikel "Mirip" Higgs Boson
Tanggal 4 Juli 2012, Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN) mengumumkan keberhasilannya menemukan partikel yang "mirip" Higgs Boson. Higgs Boson atau kadang juga disebut "partikel tuhan" bakal menyempurnakan Moel Standar Fisika Partikel. Partikel ini tak ada hubungannya dengan Tuhan. Temuan yang diumumkan dikatakan "mirip" sebab beberapa ilmuwan yakin bahwa yang ditemukan adalah Higgs Boson namun belum memiliki bukti yang sahih untuk menyatakannya. Hingga saat ini, proses pembuktian masih berlangsung. Higgs Boson berperan memberikan massa pada partikel. Kalangan ilmuwan ada yang menyambut gembira penemuan CERN tahun ini. Namun, ada ilmuwan lain pula yang lebih tertarik jika partikel yang ditemukan bukan Higgs Boson. Akan ada lebih banyak pertanyaan yang bisa diajukan.

Genom Lima Kera Besar Berhasil Dipetakan
Genom lima kera besar kerabat manusia berhasil dipetakan. Terakhir, ilmuwan berhasil mengungkap genom Bonobo (Pan paniscus). Menurut hasil penelitian tersebut, beda genom manusia dengan Bonobo hanya 1,3 persen. Misi ilmuwan mengungkap genom kera besar tersebut salah satunya adalah mebgetahui bagaimana manusia berevolusi. Beberapa bagian evolusi yang ingin dilihat adalah kecerdasan, pengembangan bahasa, budaya serta ilmu pengetahuan. Sebelum Bonobo, pada tahun ini ilmuwan juga berhasil menguraikan genom gorila. Manusia berbagi 98 persen DNA dengan gorila, 97 persen DNA dengan orangutan serta 99 persen dengan simpanse. Meski demikian, ada 15 persen genom manusia yang lebih dekat dengan gorila.

Curiosity Mendarat di Mars
Manusia terus memiliki mimpi untuk menguak lingkungan Mars, apakah memiliki air, memiliki kehidupan dan bisa menjadi habitat manusia di masa depan. Tahun ini, ada lompatan besar dalam misi Mars, yaitu keberhasilan wahana Curiosity mendarat di Mars pada 6 Agustus 2012. Beberapa penemuan telah dihasilkan Curiosity, seperti menyatakan bahwa batu "Jake" di Mars mirip batu di Bumi, tanah Mars memiliki karakteristik seperti di wilayah Hawaii serta keberhasilan menemukan bukti terkuat adanya air di Mars. Curiosity adalah robot kendaraan beroda enam yang dilengkapi beragam instrumen, mulai penembak laser, beragam kamera, alat penyekop dan alat analisis kandungan kimi suatu bahan. Target akhir wahana ini adalah kaki gunung Sharp di Mars.

Baumgartner Terjun Melampaui Kecepatan Suara

Felix Baumgartner, skydiver asal Austria, berhasil memecahkan rekor penerjunan dari ketinggian 38,6 km di atas permukaan laut. Ia berhasil melaksanakan misinya setelah mengalami beberapa penundaan. Baumgartner memecahkan tiga rekor sekaligus. Pertama, terjun tanpa alat bantuan kecuali parasut. Kedua, ia berhasil terjun dari ketinggian tertinggi dengan kecepatan terjun melebihi kecepatan suara. Baumgartner menuntaskan misi pemecahan rekornya pada 15 oktober 2012 dengan mendarat di gurun wilayah Meksiko. Keberhasilan Baumgartner menjadi inspirasi bagi program penyelamatan astronot di masa depan.

Selubung Waktu
Dengan cara memaniulasi cahaya, ilmuwan berhasil menciptakan selubung waktu. Keberhasilan ini membantu menciptakan sistem pengiriman data tanpa gangguan di masa depan dan serta penciptaan superkomputer dengan chip mumpuni.

Bayi Badak Sumatera "Andatu" Lahir
Indonesia punya prestasi dalam pembiakan badak Sumatera pada tahun 2012. Badak Sumatera bernama Andatu akhirnya berhasil dilahirkan dari pasangan badak jantan asal Kebun Binatang Cincinati, Andalas, dan badak Sumatera betina di Lampung, Ratu. Keberhasilan pembiakan badak Sumatera telah ditunggu dunia selama 124 tahun. Badak Andalas selanjutnya akan dikawinkan lagi dengan dua badak betina lainnya. Keberhasilan konservasi badak Jawa selanjutnya ditunggu.

Kompas,com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tanggapan codebreakers