Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Oktober 2013

Orang Yahudi AS Makin Tak Beragama

WASHINGTON, Orang-orang Yahudi di Amerika Serikat (AS) sangat bangga menjadi Yahudi. Namun, hampir satu dalam setiap lima orang Yahudi AS menggambarkan diri mereka tidak beragama. Demikian menurut sebuah survei Pew Research Center yang dipublikasikan Selasa (1/10/2013).



Kesenjangan itu bersifat antargenerasi. Sebanyak 32 persen generasi Yahudi saat ini mengidentifikasi diri sebagai orang Yahudi berdasarkan keturunan, etnis, atau budaya, sementara 93 persen orang Yahudi yang lahir tahun 1914-1927 mengidentifikasi diri berdasarkan iman mereka.

"Pergeseran identifikasi diri dalam masyarakat Yahudi (AS) mencerminkan perubahan yang lebih luas di masyarakat AS," kata Pew’s Religion and Public Life Project dalam sebuah ringkasan laporannya yang setebal 210 halaman. "Orang-orang Amerika secara keseluruhan, bukan hanya orang Yahudi, semakin menjauhkan diri dari setiap afiliasi agama," kata laporan itu. Masih menurut laporan tersebut, sebanyak 22 persen rakyat Amerika mengidentifikasi diri sebagai orang yang tidak beragama.

Walau demikian, 94 persen responden mengatakan, mereka sangat bangga menjadi orang Yahudi. Sebanyak tujuh dari 10 orang merasa sangat melekat atau agak dekat dengan Israel. Menurut Pew, proporsi itu pada dasarnya tidak berubah sejak pergantian abad ke-21. 

Hanya 38 persen responden yang merasa Pemerintah Israel membuat upaya tulus menuju perdamaian dengan Palestina, sementara 44 persen lainnya berpikir bahwa permukiman Yahudi di Tepi Barat merugikan kepentingan keamanan Israel.

Pew mewawancarai 3.475 orang Yahudi Amerika melalui telepon dari 20 Februari sampai 13 Juni untuk studi tersebut. Adapun kemungkinan margin error dari survei itu sekitar tiga persen.

Pengungkapan temuan itu bertepatan dengan kunjungan ke Amerika Serikat oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sumber : AFP

Selasa, 15 Januari 2013

Membaca Gerak Alam Semesta, Mengenali Jejak Sang Pencipta



Dalam buku ini, temuan ilmu pengetahuan disandingkan dengan norma-norma kehidupan dan tuntunan keagamaan. Dalam hal ini agama Islam. Mengapa demikian? Karena agama dan etika tampaknya belum pernah digunakan secara serius untuk menanggulangi ulah manusia dalam merusak lingkungan. Diharapkan, dengan membaca buku ini, dua hal dapat diperoleh sekaligus, yaitu (i) meluasnya pengetahuan mengenai wawasan keilmuan, dan (ii) meningkatnya ketebalan iman terhadap Tuhan.
Buku ini diharapkan dapat digunakan sebagai rujukan untuk dakwah dalam berbagai kesempatan, seperti dakwah Jumat, dan sebagai bahan untuk diskusi dalam forum pengajian dan sejenisnya. Isi buku yang langsung pada permasalahan dan hanya menyinggung kulit dari ilmu pengetahuan dan agama, diharapkan dapat dikembangkan lebih mendalam pada kesempatakan dakwah dan diskusi.
Penulis : Arie Budiman, Ahmad Jauhar Arief, Edy Nasriadi Sambas
ISBN : 979-799-055-9
No. Klasifikasi : 570
Subyek Klasifikasi : 1. alam semesta. 2. agama
Kolasi : xxvii; 295hlm; 14,8x21cm
Tahun Penerbitan : 2007
Penerbit : LIPI PRESS

Sabtu, 15 Desember 2012

Makna "Qadar"



Fri, 13.09(GMT+7): Kali ini kita bicara kata “qadar”, yang sering disalah artikan.






Struktur takdir berawal dari kata “ kadar”, dalam bahasa al Qur’an disebut “qadar”, dari tiga abjad QDR (Qaf, Dal, dan Ra) yang dalam bahasa umum “kadar, atau ukuran”. Dari QDR muncul kata “Qadara” yang bermakna “ukuran, kadar, standar, pola, siklus, model” - dalam kata lain “Qaddara” berarti memberikan “ukuran, po
la, standard” dan terakhir berhubungan dengan “taqdir”.

Perhatikan Qaddara, adalah ketetapan yang artinya memberikan ukuran atau standar. Bukan hasil akhir atau bahkan nasib.

Arti umum Qadar dalam al Qur’an lebih banyak berhubungan dengan hukum alam, “nature”. Contohnya banyak sekali dalam ayat, siklus Bumi, Bulan dan Matahari, sirnanya bintang-bintang, siklus air hujan, siang dan malam, musim yang berganti dan sebagainya. “Tuhan telah menciptakan standard untuk segala sesuatu” (Qs, 65:3). Termasuk menentukan (ketetapan) lamanya proses kehamilan bayi sebagai standar normal.

Dibawah ini saya berikan contoh, penggunaan “qadar” pada air hujan. Supaya pembaca mendapat bayangan apa sebenarnya yang ditetapkan oleh Tuhan. Bukan hujannya, tetapi syarat-syaratnya, yang berupa ukuran.

”Dan yang menurunkan air dari langit menurut ukuran …..” (Qs,43:11).

Kata “samaa-i” disini merujuk pada atmosfer (langit) dan ada kata “qadarin” yang artinya ukuran, atau standar, spesifikasi dalam sebuah sistem di alam.

Sudah tentu bagi kaum yang berpikir, hujan bisa turun ke Bumi jika “ukuran”nya sudah tepat, ada spesifikasinya atau takarannya – itulah takdirnya, jika ukurannya pas:

(1). Pertama adalah kecepatan turun, benda dengan berat serupa air hujan dijatuhkan dalam ketinggian 1200 m, akan mengalami percepatan terus menerus dan jatuh ke Bumi dengan kecepatan 558 km/jam, cepat sekali. Tetapi rata-rata kecepatan hujan hanya 8-10 km/jam. Mengapa demikian?
Karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer, menahan lajunya ketika tiba di Bumi. Bayangkan, kalau tidak. Kepala siapa yang mampu menahan butiran air hujan dengan kecepatan 558 km/jam, sepertiga kecepatan peluru.

(2)Ketinggian minimum awan hujan adalah sekitar 1200 meter, dibawah itu masih berupa uap. Jika jatuh diketinggian yang lebih tinggi, misal terbawa angin keras, maka yang jatuh adalah hujan es. Takdirnya berbeda lagi, karena kadarnya (qadar)nya juga berbeda.

(3). Awan terbentuk dari uap air yang mengembun disekitar kristal garam atau partikel debu diudara. Tetesan air diudara sangat kecil, diameternya sekitar 0.02 mm. Semakin berat karena dikelilingi partikel air, diketinggian 1200 meter, maka tetesan air diatas jatuh ke Bumi, dengan ukuran tertentu.

Hujan berupa Takdir tidak akan terjadi jika persyaratannya berupa Qadar (ukuran) belum terpenuhi.

Inilah contoh Qadar yang paling sederhana di Kitab Mulia. “Qadar” dan “Qaddara” atau ketetapan Tuhan adalah memberikan ukuran atau standar, spesifikasi - dan bukan menetapkan hasil akhir.

Alhamdulillah It’s Friday....:)

Selasa, 20 November 2012

Apa arti “menundukkan untuk kepentinganmu (sakhara lakum)?”

Arifin Mufti


Tue, 9.35 (GMT+7): Apa arti “menundukkan untuk kepentinganmu (sakhara lakum)?”

Inilah salah satu nikmat besar yang diberikan Tuhan Yang Maha Pemurah bagi Manusia.




Jika kita memperhatikan ruang angkasa, kemudian Bumi dan isinya , “seolah-olah Alam Semesta telah mengetahui bahwa manusia akan datang”. Letak Bumi pada sistem Galaksi Bima Sakti, struktur, ukuran dan waktu terbentuknya memungkinkan makhluk hidup di Bumi dengan baik. Komentar Roger Penrose, ahli Fisika Matematika dari Inggris: “Memang Kosmos ini diadakan untuk Manusia” (The Brief History Of Time, New York, 1991).

Ada yang menanyakan makna detil dari “annallaha sakhara lakum” atau Allah telah menundukan untuk kepentinganmu”. Lengkapnya:

”Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allahlah telah menundukkan untuk kepentinganmu yang ada di Langit (ruang angkasa) dan apa-apa yang ada di Bumi dan meyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin, dan diatara manusia ada yang membantah……..” (Qs,31:20).

Kata ‘alam taraw” artinya “tidakkah kamu perhatikan”, maksudnya memperhatikan dengan bekal imu pengetahuan, sebab jika tidak – tidak akan dapat menyimpulkan apa-apa dari ayat ini.  Dengan demikian, maksud ayat tersebut secara bebas, “ Tuhan telah mendisain khusus semua yang ada di Langit dan Bumi dan menyempurnakan-Nya untuk memberi kenikmatan bagi Manusia”. Guru-guru agama di SMA dan Ustadz di berbagai Majelis Taklim kesulitan untuk menjelaskan lebih lanjut, karena berhubungan dengan temuan sains modern, yang tidak semua orang mengetahui. Kitapun tidak mungkin mendapatkannya dalam Kitab Tafsir.

Inilah ringkasan penjelasannya.

Para astronom telah menemukan hukum konstanta, hukum alam, dan pengaturan Alam Semesta dalam koridor yang sangat sempit dengan ketelitian yang tinggi. Setelah mendapatkan bukti fisik, mereka menyimpulkan bahwa adanya Alam Semesta karena adanya tema sentral Manusia di Kosmos (Hugh Ross, Creation and Time). Ditemukan kadar densitas ruang angkasa diakhir abad ke-20, dalam koridor yang diizinkan, yaitu disekitar 1 banding 10 pangkat minus 120 (seperseribu miliar miliar miliar miliar miliar milia miliar miliar miliar miliar miliar miliar miliar). Angka yang kecil sekali.

Jika Pengembangan Alam Semesta terhadap Gaya Tariknya lebih dari koridor itu, tidak akan terbentuk Galaksi dan Planet yang cocok untuk makhluk hidup. Sebaliknya jika kurang, Alam Semesta mungkin saja runtuh. Ada “fine tuning” pada pengaturan kecepatan pengembangan Alam Semesta.

Disain Tuhan juga dilakukan pada jarak Bumi dengan Matahari, termasuk besar dan beratnya Matahari dan Bumi, kecepatan rotasi Bumi, dan sudut kemiringan Bumi sekitar 23 derajat sekian menit, sedemikian rupa sehingga tepat untuk kehidupan manusia. 

Sangat banyak persyaratan agar manusia bisa tinggal di Bumi dengan nikmat. Merupakan daftar yang sangat panjang. Orbit Bumi tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh dengan Matahari. Terlalu dekat akan menjadi panas, terlalu jauh menjadi terlalu dingin, temperaturpun harus tepat, agar atom karbon dapat eksis lama di Bumi. Karbon merupakan basis kehidupan untuk menyusun DNA manusia. Ratusan syarat dalam daftar yang sangat panjang bisa dibaca pada Rare Earth, karya Brown Lee dan Peter Ward.

”Sakhara lakum” atau menundukkan bagi kepentingan bagimu adalah disain atau rancang bangun Sang Pencipta yang spesifik untuk kenikmatan manusia. Persyaratannnya kompleks dan banyak, merupakan daftar yang sangat panjang. Tentu saja , termasuk penciptaan Bulan, atmosfir dan Sabuk Van Allen. Jika diuraikan bisa satu buku sndiri, setebal 300 halaman atau lebih.

Coba lihat Tata Surya kita, misalnya Planet Jupiter berikut ukurannya yang sangat besar , 318 kali Bumi, terletak diorbit luar Bumi. Sedemikian rupa letak dan orbitnya hingga mampu berfungsi sebagai perisai, penahan sebagian besar serangan asteroid dari luar angkasa. Planet Jupiter juga penyeimbang orbit planet-planet sekitar Matahari.

Ukuran manusiapun moderat, merupakan pertengahan ukuran dari skala partikel, atom, DNA, serangga, tumbuh-tumbuhan hingga manusia, pohon, meteor, asteroid, Planet, Bintang, dan Galaksi dalam skala logaritma. Semua didisain sempurna, teliti – kebutuhan oksigen, porsi perbandingan karbon, tanaman klorofil (hijau daun) yang muncul 530 juta tahun yang lalu, ketebalan atmosfir, besarnya gravitasi, hingga temperatur ideal di Bumi. 

Hewan besarpun secara bertahap dimusnahkan, keluarga Dinosaurus dan Kera besar 4-6 juta tahun yang lalu, yang menguasai Bumi, dengan berbagai faktor punah. Jika tidak, bagaimana kita membayangkan Manusia harus bersaing dengan mereka menguasai Bumi dalam berbagai aspek kehidupan.  Inilah yang disebut The Fluke, “kebetulan yang sangat menguntungkan”dalam sains. 

Dalam Agama inilah disain Tuhan yang sangat detil, teliti dalam koridor yang sempit. – hingga waktu hadirnya - untuk memberi kenikmatan bagi manusia. Tetapi sayangnya, diantara manusia ada yang membantah tanpa ilmu dan petunjuk (Qs, 31:20). Bumi memerlukan waktu 4,5 miliar tahun untuk mempersiapkan diri, menunggu kedatangan Manusia. Manusia benar-benar sangat dimanja, datang paling akhir, diwaktu yang sangat tepat.

Itulah jawaban pertanyaan diatas – satu ayat saja - jawabannya panjang, untuk meringkas dan merangkum diperlukan waktu 4 jam.


Have a nice day.

Rabu, 17 Oktober 2012

The Lab And The Mosque

Can science and religion work together? In western eyes, science and religion don’t mix. But Muslims see no contradiction in a belief system that embraces both science and religion. 

University of Al-azhar
University of Al-Azhar
In the Western world, science and religion occupy different spheres. Religion might sometimes be called on to provide an ethical dimension to a scientific issue, but by and large, it is believed that science and religion are best kept apart. In Islam, there is no such antipathy. 

From its beginnings, the Prophet Muhammad emphasised that the material world could only be understood through scientific inquiry. Islamic culture, he said, should be a knowledge based culture. He valued science over extensive worship and declared: ‘An hour’s study of nature is better than a year’s prayer’. But despite the Prophet's teaching, by the middle of the sixteenth century, Islamic science had gone into a steep decline. Why?

Ziauddin Sardar investigates the philosophical and practical links between science and Islam. He visits Al-Azhar University in Cairo, where technical subjects such as Medicine, Engineering and Agriculture are taught within a religious framework. 

Given the revival of Islam and the emergence of a modern Islamic culture, how can the spirit of scientific enquiry be brought back to Islam?

bbc.co.uk

Asal Usul Semesta, Debat Agama Versus Sains

Tanpa agama, sains berisiko, "mengubah manusia menjadi mesin". Pada September 2010 lalu, ilmuwan kondang, Stephen Hawking melontarkan teori kontroversial dalam bukunya "The Grand Design". Ia menyebut Tuhan tidak ada hubungannya dengan penciptaan alam semesta. 
 Ilustrasi Big Bang, dentuman besar yang mengawali semesta
big bang
Pernyataan itu mengundang reaksi dari kalangan umat beragama. Salah satunya  pemimpin umat Katolik, Paus Benediktus yang membantahnya mentah-mentah. Ia menegaskan, semesta tak tercipta karena faktor kecelakaan, Tuhan ada di balik segala macam teori ilmiah apapun soal penciptaan semesta, termasuk Big Bang -- dentuman maha besar yang mengawali pembentukan alam semesta sekitar 13,7 miliar tahun lalu. 

Agama dan sains, dua entitas yang sama-sama penting dan bernilai seringkali ditempatkan dalam dua kutub berseberangan. Apakah harus seperti itu?

Sejumlah ilmuwan terkemuka Eropa sedang membuka diri untuk berdiskusi dengan dengan filsuf dan teolog, tentang topik asal usul segala sesuatu.

Acara yang digelar di Jenewa, Swiss bertujuan mencari "landasan bersama" antara agama dan sains tentang bagaimana alam semesta bermula. Konferensi ini diselenggarakan Center for Nuclear Research (CERN), yang baru-baru ini menemukan, Higgs boson yang berjuluk "partikel Tuhan".

An image of data recorded at Cern during experiments is search of the Higgs boson (c) Cern
The discovery of a "Higgs-like particle" inspired this religious and scientific meeting

CERN adalah rumah dari Large Hadron Collider (LHC) akselerator partikel terbesar di dunia, yang terpendam di bawah tanah daerah perbatasan Perancis-Swiss dekat Jenewa.

Acara dibuka oleh Profesor Jim Al-Khalili yang menjelaskan apa Higgs  boson dan mengapa penemuannya sangat penting.

Terkait topik debat, pembicara pertama dalam konferensi itu adalah Andrew Pinsent, direktur riset Ian Ramsey Centre for Science and Religion, Oxford University.

Menurutnya, sains berisiko, "mengubah manusia menjadi mesin", jika tidak diimbangi agama dan filosofi.

"Ilmu yang terisolasi mungkin sangat tepat untuk memproduksi barang-barang, tapi tak terlalu baik untuk menghasilkan sebuah ide," kata dia kepada BBC. "Einstein memulai pencariannya dengan sebuah pertanyaan yang biasa diajukan anak-anak, misalnya, apa yang akan terjadi jika seseorang menunggang balok cahaya." Dari kepolosan manusia macam itulah, kata Pinsent, sejatinya ilmu berasal.

Sementara, Prof Rolf Heuer, direktur CERN menjelaskan, temuan partikel Higgs boson menjelaskan "wawasan yang lebih dalam dan pemahaman tentang momentum pasca Big Bang". Ia berharap pada akhir konferensi, para peserta yang memiliki latar belakang berbeda akan mulai mendiskusikan asal usul alam semesta.

Sebaliknya, pihak penyelenggara lain, Dr Gary Wilton dari keuskupan  Canterbury di Brussel mengatakan, alih-alih menguak misteri, partikel Higgs justru menimbulkan banyak sekali pertanyaan tentang alam semesta, yang bahkan tak bisa dijawab sendiri oleh para ilmuwan. "Itulah sebabnya mereka butuh mengeksplorasinya bersama pemuka agama dan filsuf."

Debat panas

Disediakan waktu tiga hari untuk saling berdebat. Apalagi, salah satu pembicaranya adalah Prof John Lennox dari Oxford University. Di masa lalu ia memiliki reputasi sebagai kritikus vokal para ilmuwan atheis.

Serangan khusus ia lancarkan pada ilmuwan nyentrik, Stephen Hawking yang mengatakan Tuhan bukan pencipta alam semesta.

Dia menegaskan, Hawking salah. "Ketika Hawking berpendapat, hanya perlu menyalakan "kertas biru" untuk menggerakkan alam semesta, untuk mendukung teorinya bahwa alam semesta tercipta secara spontan, pertanyaannya dari mana "kertas biru" berasal, jika bukan dari Tuhan?," tulis Lennox.

Sementara, Dr Wilton menyambut baik konferensi yang menyatukan pandangan berbeda. "Para ilmuwan, teolog, dan filsuf bisa saling mendapat wawasan menyegarkan." 

Jumat, 21 September 2012

Kayu Yang Hijau (Asy syajar al-akhdar)



Fri, 10.18 (GMT+7): Kata “asy syajar al-akhdar” (Qs, 36:80) adalah kata yang sulit dimengerti, dan banyak ditanyakan orang. Ini berhubungan dengan “tanaman hijau”, proses Foto Sintesis. Salah satu syarat adanya kehidupan Manusia dan Hewan di Bumi.


 Biasanya kata tersebut diterjemahkan dengan “dari kayu yang hijau” – muncul “api” tanpa campur tangan manusia. Membingungkan. Kayu Hijau muncul api, bagaimana caranya? Ini, terjemahan dalam bahasa Indonesia.

”yaitu (Allah) yang menjadikan api (annar) untukmu dari Kayu yang Hijau (asy syajar al-akhdar).......”(Qs,36:80).

Karena bingung, banyak yang menterjemahkan “asy syajar “ dengan kata “kayu” - Walaupun secara intrinksik, terjemahan dengan Pohon sudah memadai, “Pohon atau Tanaman Hijau”. Kata “annar” maknanya banyak dalam Kitab Mulia, bisa “api”, bisa “Neraka”, bisa “partikel panas” dan “energi”

Sebenarnya ayat diatas isyarat adanya Pohon/tumbuhan yang memiliki butir “zat hijau daun” atau KLOROFIL pada proses foto sintesis. Tanaman hijau daun itu merupakan laboratorium organik, yang mencampurkan energi sinar Matahari, dengan air dan karbon dioksida dari tanaman. Jadilah karbohidrat: misalnya buah-buahan, umbi-umbian, batang, bunga, daun-daunan dan kacang-kacangan - sumber utama makanan Manusia dan Hewan di Bumi. Kata “naaron” yang diterjemahkan sebagai “api”, adalah proses “pembakaran energi” pada foto sintesis. Semua yang kita makan, apakah dari tumbuh-tumbuhan atau hewan, mengandung karbohidrat (glukosa). Hewan hanya daur ulang saja. Tanpa adanya Pohon Hijau ini (yang mengandung klorofil), tidak ada kehidupan Hewan dan Manusia di Bumi.

Tanaman “Kayu yang Hijau” ini muncul di Bumi sekitar 450 juta tahun yang lalu, pada masa Kambrium. Setelah itu munculah hewan-hewan jutaan tahun yang lalu, dan Manusia muncul belakangan.

Penguasa Jagat Raya menyiapkan Bumi bertahap, dengan segala fasilitasnya selama 4,5 miliar tahun, untuk kedatangan kita, Manusia yang datang belakangan.

Dengan demikian, (Qs, 36:80) memberi isyarat adanya salah satu persyaratan Kehidupan di Bumi - yaitu Tanaman yang memiliki zat Hijau Daun (Klorofil) - untuk Kehidupan Manusia.

Kata “asy syajar al-akhdar” adalah “Pohon/Tanaman Hijau”, Laboratorium organik yang menyediakan makanan buat kita.

Tentu saja , jika kita mengerti.

Happy Friday.

Senin, 17 September 2012

Apa Yang Dibawa Meteor?



Arifin Mufti

Mon, 9.56 (GMT+7): METEOR selain membawa butiran pasir, kadang ia juga membawa Besi, partikel es, mikro organisme dan hipotesa, “anti materi” dari ruang angkasa, seperti yang terjadi pada Meteor Tenguska di Rusia tahun 1908 – meledak menimbulkan Lubang yang sangat Besar.


Surat Besi (al Hadiid) dicantumkan sebagai judul Surat pada Kitab Mulia. Tentu saja menimbulkan tanda tanya dan kritikan dari sejumlah pembaca. Mengapa Besi ada di Judul Surat Kitab Suci agama?

Disinilah keunikannya, karena dalam Surat Besi – ada berita bahwa “Besi” turun dari langit!

”Wa anzalnal hadiida fiihi ba’sun syadiiduw wa maanaafi’u lin naasi… “ (Qs, 57:25)

“....Dan Kami “ciptakan” besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu)...”

Kata “anzalna” yang secara intrinksik berarti “turunkan” oleh sebagian ahli tafsir diterjemahkan “ciptakan”. Karena mereka bingung, bagaimana Besi turun dari langit? Apa dijatuhkan begitu saja.......”gedebug” ke Bumi? Kapan dan bagaimana?

Memang disadari, ayat-ayat Kauniyah (Natural Sciences) seperti itu membuat bingung sebagian besar ahli tafsir, demikian kesimpulan Dr. Zaghlul an-Najjar, Cendekiawan Mesir, anggauta Dewan Otoritas Lembaga Ija’z Ilmi di Makkah

Tetapi bagi sebagian ilmuwan abad ke-21, ayat seperti itu mudah dipahami.

Al Hadiid memiliki dua makna, makna pertama adalah Besi dan makna kedua adalah “unsur Besi” yang disebut Ferrum atau Fe, yang memiliki 8 isotop. Elemen suci dari bahasa Anglo-Saxon, dikenal lama sejak bangsa Romawi dikenal.

Bagaimana “Besi” turun dari langit?


Fakta pertama: Ingat saja sejarah bangsa Sumeria, Mesopotamia, Mesir Kuno dan Cina. Mereka mendapatkan bongkahan Besi dari Meteor dan Meteorid yang kemudian dibuat berbagai senjata. Kini kita tahu, bahwa Meteor kadang membawa debu pasir, Besi dan elemen logam lain, partikel es, mikro organisme dan kadang “anti materi”.

Fakta kedua yang dituturkan oleh Sir Martin Rees, ahli astronomi Inggris. “Secara teknis Besi tidak dihasilkan oleh Bumi, karena atom Besi tidak mungkin dihasilkan oleh Tata Surya kita. Tetapi oleh ledakkan bintang besar yang sekarat - menjadi SUPERNOVA dan atau HIPERNOVA” Ketika Bintang Besar sekarat - Super Nova atau Hiper Nova meledak. Ia memuntahkan sejumlah elemen kimia, seperti H, He, C, O, N, Si, Mg, Ne, dan Fe keruang angkasa.

Elemen diatas yang berupa atom, menjelajah di Ruang Angkasa yang gelap dan dingin selama jutaan hingga miliaran tahun, dan sebagian terperangkap oleh Nebula Matahari, ketika Matahari, Bumi, Bulan dan Planet-planet lain masih berbentuk asap gas panas. Itulah, mengapa Ferrum ada di Bumi. Bumi tidak menghasilkan Ferrum (Besi), tetapi hanya mendaur ulang. Ferrum didapat dari langit, ketika Bintang Besar sekarat dan meledak - SUPERNOVA.

Itulah makna “anzalnaa” diturunkan, dari langit. Bisa berupa bongkahan Besi dan atau elemen Besi (Ferrum), ketika Bumi terbentuk diawal, sekitar 4.5 miliar tahun yang lalu.

Tetapi hanya sedikit orang yang mengetahui.

Selasa, 11 September 2012

Blue Dot Planet


Tue, 11.53 (GMT+7) Bumi adalah sebutan bagi Blue Dot Planet. Planet ke-3 dilingkungan Tata Surya, Wilayah Galaksi Bima Sakti, yang dihuni oleh makhluk “Genus Homo”, atau Manusia.


Suatu Hari – dahulu kala - Penguasa Jagad Raya menunjuk Adam as untuk dijadikan “Khalifah" (Pemimpin) di Bumi. Sebagai Pemimpin, misinya hanya satu – memberi kemakmuran, kesejahteraan, menyebar rahmat bagi umat di lingkungan Bumi dan sekelilingnya. 

Pemilihan Pemimpin di Bumi ini, sebagaimana bentuk Pemerintahan, tidak selalu didukung penuh oleh semua Partai. Selalu ada “Oposisi”.

Demikian juga, ketika diperintahkan “sujud” (taat, patuh, menghormat) kepada Adam as oleh Pemilik Jagad Raya, para Malaikat menghormat Adam. Hanya Iblis (Devil) dari golongan al Jinn (Makhluk yang tidak terlihat) yang membangkang. (Qs, 18:50). Bahkan bersumpah, akan menggagalkan Misi Bani Adam as di Bumi, dengan segala cara – dari samping, atas, bawah dan belakang.

Setelah Adam as tiada, Misi tersebut dilanjutkan oleh keturunannya, umat Manusia. Kita adalah para Pemimpin, minimal untuk diri sendiri. Kehadiran kita dimana saja, kapan saja, harus mampu memberi rahmat bagi sekelilingnya. Gagal atau tidaknya Misi Adam as, akhirnya bergantung kepada kita semua, sebagai keturunan Adam as. Makhluk cerdas di Bumi.

Musuh Bani Adam (manusia) yang nyata adalah Setan (Qs, 2:168) (Qs,6:142), keluarga Iblis, yang menyebarkan dan mendorong perilaku buruk untuk menggagalkan Misi Mulia ini. Baik halus maupun kasar. Pertempuran panjang dimulai dari “diri sendiri”, sangat melelahkan.

”Pertempuran tanpa akhir” terus berlanjut, diwariskan, ke generasi berikutnya. Berakhir setelah Kiamat.

Kontribusi positif, akan membantu Misi Manusia (Al Insaan) di Bumi.


Jumat, 17 Agustus 2012

Eid Al-Fitr 2012 / 1433


Asalamu Alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh
EID Al Fitr 2012/1433 will begin to be celebrated globally on Sun Aug 19 2012, with 63 countries (following Saudi Arabia) announcing Sunday as the first day of Eid (full list below).



Moonsighting Data  - Shawal 2012/1433

Courtesy of Moonsighting.com
The Astronomical New Moon is on Aug 17 2012 (Friday) at 15:54 GMT.
On Friday Aug 17 2012, it can not be seen anywhere in the populated world by naked eye, binoculars, or even high powered telescope.

On Saturday Aug 18 2012, it can be easily seen in Southern Africa, Central and South Americas:

On Sunday Aug 19 2012, it can be seen in rest of the whole world:

Sighting Reports Eid Al Fitr 2012 / 1433


OFFICIAL Eid Al Fitr 2012/1433  - 1st Day of Shawwal – in Different Countries
Sunday, 19 August 2012: 
  1. Afghanistan (Follow Saudi)
  2. Albania (Follow Saudi)
  3. Algeria (Follow Saudi)
  4. Armenia (Follow Saudi)
  5. Australia (Some follow FCNA, ECFR, Ummul-Qura)
  6. Austria (Follow Saudi)
  7. Azerbaijan (Follow Saudi)
  8. Bahrian (Follow Saudi)
  9. Bangladesh (Some areas follow Saudi)
  10. Belgium (Follow Saudi)
  11. Bolivia (Follow Saudi)
  12. Bosnia and Hercegovina (Follow Saudi)
  13. Bulgaria (Follow Saudi)
  14. Canada (Fiqh Council of North America and Muslim Association of Canada, Alberta)
  15. Canada (Shi’aa Community – Announced by Grand Ayatollah Hosseini Nassab, Also Hilal Committee of Canada)
  16. Chechnia (Follow Saudi)
  17. China (30 day completion)
  18. Cosovo (Follow Saudi)
  19. Denmark (Follow Saudi)
  20. Egypt (Moon Born before sunset & moon sets at least 5 minutes after sunset)
  21. Finland (Follow Saudi)
  22. France (Follow European Council of Fatwa & Research (ECFR))
  23. Georgia (Follow Saudi)
  24. Germany (Follow ECFR)
  25. Hungary (Follow Saudi)
  26. Iceland (Follow Saudi)
  27. Ireland (Follow Saudi)
  28. Italy (Follow Saudi)
  29. Jordan (Follow Saudi)
  30. Kazakhstan (Calculations)
  31. Kuwait (Follow Saudi)
  32. Kyrgizstan (Follow Saudi)
  33. Lebanon (Follow Saudi)
  34. Libya (Moon must be born before Fajr in Libya)
  35. Luxembourg (Follow ECFR)
  36. Malaysia (Age > 8 hours, altitude > 2°, elongation > 3°)
  37. Mauritania (Follow Saudi)
  38. Montenegro (Follow Saudi)
  39. Netherlands (Follow Saudi)
  40. Norway (Follow Saudi)
  41. Palestine (Follow Saudi)
  42. Philippines (Follow Saudi)
  43. Qatar (Follow Saudi)
  44. Romania (Follow Saudi)
  45. Russia (Follow Saudi)
  46. Saudi Arabia (Local Sighting – Official Announcement)
  47. Spain (Follow Saudi)
  48. Sudan (Follow Saudi)
  49. Sweden (Follow Saudi)
  50. Switzerland (Follow Saudi)
  51. Syria (Follow Saudi)
  52. Taiwan (Follow Saudi)
  53. Tajikistan (Follow Saudi)
  54. Tatarstan (Follow Saudi)
  55. Tunisia (Criteria of age, or altitude, or sunset-moonset lag)
  56. Turkey (Calculations)
  57. Turkmenistan (Follow Saudi)
  58. U.A.E. (Follow Saudi)
  59. UK (Follow Saudi) [Coordination Committee of Major Islamic Centres of London, The central Moon Sighting Committee of Great Britain]
  60. UK (30 days completion or Sighting from other country) [Wifaaqul ulama , Ahle Sunnat Wal Jamaat]
  61. USA (Fiqh Council of North America/Islamic Society of North America (Calculations)
  62. Uzbekistan (Follow Saudi)
  63. Yemen (Follow Saudi)



What is Recommended On the Day of Eid Al Fitr?

To wake up early, preferably before Fajr or at the entering of Fajr
To pray the Fajr group prayer in the masjid
To eat something sweet after the Fajr prayer before going to the Eid prayer area
To eat dates if one can find them, and to eat them in amounts of odd numbers
To perform the purificatory bath (ghusl) before the Eid prayer, even for a person who is not attending the prayer
To clean one’s teeth with a siwak or similar object as much as possible
To wear scented perfume (women do not wear strong scented perfume outside of their homes)
To wear the best of one’s clothes, which consist of the most beautiful, cleanest or newest garments, even if they are not white
To make one’s happiness and joy apparent, thanking Allah for one’s blessings
To smile and display one’s happiness when meeting others
To give much in non-obligatory charity, more than one’s usual habit
To direct oneself to the Eid prayer area, while saying ‘Allahu Akbar’ quietly to oneself and to stop saying it when the Imam begins the Eid prayer
To go to the Eid prayer area by foot
To pay the sadaqat al-fitr (zakat al-fitr) if it is necessary for one to do so
To arrive early at the Eid prayer area so one can pray in the first line
To return from a different direction after performing the Eid prayer
Source: Shurunbulali, Maraqi al-Falah; Ala al-Din Abidin, al-Hadiyya al-Alaiyya; Shurunbulali, Imdad al-Fattah; al-Haskafi, Durr al-Mukhtar


Kami pengurus ACCB mengucapkan :


Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1433 H, Minal Aidin Wal Faizin,
Mohon Maaf Lahir dan Batin.


Kamis, 02 Agustus 2012

Sebuah Eksperimen Tentang Keajaiban Hadits Lalat


”Khalid  bin Makhlid  menceritakan  kepada  kami,  Sulaiman  bin  Bilal Menceritakan   kepada  kami, beliau berkata  :  ’Utsbah  bin Muslim bercerita kepadaku bahwa beliau berkata : ’Ubaid bin Hunain mengabarkan kepadaku  Bahwa  beliau  berkata  :  Aku mendengar  Abu  Hurairoh  Radhiyallâhu  ’anhu  Berkata : Rasūlullah Shallallahu ’alaihi wa Sallam bersabda :

”Apabila seekor lalat jatuh ke dalam gelas salah seorang dari kalian, maka celupkanlah lalat  itu  lalu angkatlah (buanglah) karena pada salah  satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap satunya terdapat obat.”

Banyak yang menolak dan mengingkari hadits ini dengan alasan menyalahi realitas dan bahkan ilmu kedokteran. Benarkah demikian?

Kepada para penolak hadîts lalat ini, berikut sebuah bukti bagaimana benarnya Nabiullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, dan bagaimana mukjizat beliau akhirnya terkuak oleh sains dan pengetahuan modern.

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh Tim Departemen Mikrobiologi Medis, Fakultas Sains, Universitas Qâshim, Kerajaan Arab Saudi, beberapa peneliti muda yang terdiri dari :
  1. Sâmi Ibrâhîm at-Tailî
  2. ’ dil ‘Abdurrahmân al-Misnid
  3. Khâlid Dza’âr al-Utaibî

Yang dibimbing oleh Dr. Jamâl Hâmid, dan dikoordinasi oleh DR. Shâlih ash- Shâlih (seorang da’i terkenal di Eropa), melakukan penelitian tentang analisa mikrobiologi tentang sayap lalat. Laporan ini mereka presentasikan ke acara ”Student Research Seminar” di Universitas Qâshim, KSA.

Metode yang mereka gunakan cukup sederhana, yaitu mengkultivasi (menumbuhkan) air steril yang telah dicelupkan lalat ke media Agar [media yang berasal dari musilaginosa kering yang diekstrak dari ganggang mereh, yang mencari pada suhu 100°C dan memadat pada suhu 40°C yang tidak dapat dicerna oleh mikroba,] kemudian mengidentifikasi mikroba yang tumbuh.

Lalat yang digunakan ada beberapa spesies, dan sample yang digunakan untuk tiap spesies terdiri dari dua sample, yaitu
  1. sample air steril dimana lalat dimasukkan sedemikian rupa sehingga hanya pada bagian sayap lalat saja dan,
  2. sample air steril yang dimasukkan lalat yang dicelup seluruh tubuhnya. Semua ini dilakukan secara aseptis (bebas mikroba) di ruangan khusus, untuk menghindarkan terjadinya kontaminasi luar yang akan membuat hasil penelitian menjadi bias.
Setelah itu, sampel air tadi dikultivasi ke media Agar dan diinkubasi selama beberapa hari sehingga kultur (biakan) mikroba tumbuh dan tampak secara jelas. Hasil kultur mikroba tersebut diidentifikasi untuk mengetahui jenis mikroba tersebut. Berikut ini adalah hasilnya :

Spesies Lalat A

Cawan Petri 1 :
sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dicelupkan lalat secara sempurna (seluruh tubuhnya terbenam).

Cawan Petri 2 :
sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dijatuhkan seekor lalat ke dalamnya tanpa membenamkannya.


Hasil Penelitian  :

Pada cawan petri 2, setelah diidentifikasi ternyata media ditumbuhi oleh koloni bakteri patogen tipe E. Coli, yang merupakan penyebab berbagai macam penyakit. Adapun pada cawan 1, pada awal mulanya tampak tumbuh koloni kecil tipe E. Coli, namun pertumbuhannya terhambat oleh mikororganisme yang setelah diidentifikasi merupakan bakteri Actinomyces yang dapat memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasanya menghasilkan antibiotik yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan actinomycin yang berfungsi melisiskan bakteri dan bersifat antibakteri dan antifungi.


Spesies Lalat B

Cawan Petri 1 :
sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dicelupkan lalat secara sempurna (seluruh tubuhnya terbenam).

Cawan Petri 2 :
sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dijatuhkan seekor lalat ke dalamnya tanpa membenamkannya.


Hasil :

Pada cawan petri 2, setelah diidentifikasi ternyata media ditumbuhi oleh koloni bakteri patogen tipe Coynobacterium dephteroid, yang merupakan penyebab berbagai macam penyakit. Adapun pada cawan 1, tumbuh mikororganisme yang setelah diidentifikasi merupakan bakteri Actinomyces yang memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasanya menghasilkan antibiotic yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan actinomycin yang berfungsi melisiskan bakteri dan  ersifat antibakteri dan antifungi.


Spesies Lalat C

Cawan Petri 1 :
sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dicelupkan lalat secara sempurna (seluruh tubuhnya terbenam).

Cawan Petri 2 :
sampel kultur air yang diambil dari sebuah tabung yang berisi air steril yang dijatuhkan seekor lalat ke dalamnya tanpa membenamkannya.


Hasil :

Pada cawan petri 2, setelah diidentifikasi ternyata media ditumbuhi oleh koloni bakteri patogen tipe Staphylococcus sp., yang merupakan penyebab berbagai macam penyakit. Adapun pada cawan 1, tumbuh mikroorganisme  yang setelah diidentifikasi merupakan bakteri Actinomyces yang memproduksi antibiotik. Bakteri ini biasanya menghasilkan antibiotik yang dapat diekstrak, yaitu actinomycetin dan actinomycin yang berfungsi melisiskan bakteri dan bersifat antibakteri dan antifungi. Hasil yang serupa diperoleh untuk jenis lalat lain yang banyak mengandung bakteri patogen Salmonella sp. dan Proteus sp., yang terhambat oleh pertumbuhan Actinomyces.

Kesimpulan :

Masuknya lalat pada makanan atau minuman, dengan  dan tanpa dicelup, ternyata  memberikan hasil berbeda yang secara  signifikan. Hal ini membenarkan apa yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, bahwa pada sayap lalat itu terdapat penyakit sekaligus penawarnya.

Subhanallah, 14 abad yang lalu, seseorang bisa memberikan informasi seperti ini tanpa ada riset. Masihkah ada yang mencoba menyangkal kebenaran islam?

Maha benar Allah dan Maha benar Rasulullah Shallâllâhu alaihi wa Sallam yang menjadi penyampai wahyu-Nya.


Referensi :  Mukjizat Hadits Lalat. Studi Ilmiah Hadits Lalat dalam Perspekstif Islâm dan Ilmu Medis Modern, Abu Salma Muhammad Rachdie, S.Si : Jurnal ilmiah: abdurrahman.org


Catatan:

beberapa pekan lalu, kaum ateis menyangkal kebenaran hadist di atas dengan argumen bahwa bakteri kelas Actinomycetes  tidak menghasilkan antibiotik, itu salah! Karena bahan aktif antibiotik dapat diproduksi dari alga, lichen, tumbuhan tingkat tinggi, hewan tingkat rendah, vertebrata, dan mikroorganisme. Hingga saat ini, sumber terbesar berasal dari mikroorganisme karena dari siklus hidupnya yang cepat membuatnya paling mudah diproduksi. Di antara mikroorganisme, bakteri kelas Actinomycetes menguasai porsi sekitar 60 persen. Dari satu contoh genus bakteri dari kelas ini saja, yakni Streptomyces, pada akhir 1972 telah mampu menghasilkan hingga 2.078 jenis antibiotik. Bahan-bahan aktifnya pada umumnya bekerja secara langsung pada ribosom bakteri patogen, menghambat sintesa protein, sehingga mengganggu translasi pesan genetik bakteri jahat itu. selengkapnya baca di majalah.tempointeraktif.com

dan untuk membuktikan kebenaran note di atas, admin akan menyertakan situs ilmiah yang sering dipakai ateis untuk referensi, yaitu abc.gov.au/science/articles/2002 di jelaskan di atas bahwa ternyata Ilmuan dari Australia telah menemukan antibiotik yang bisa dimanfaatkan dari Lalat dengan cara diekstrasikan dengan menenggelamkannya kedalam Etanol abc.gov.au/science/articles/2002 dengan begini mutlak kebenaran islam tak terbantahkan oleh para kafir, sekalipun Ateis.

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS 9:32)

subhanallah maha benar Allah dengan segala firmanNya tentang lalat!


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tanggapan codebreakers