Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juli 2012

Honda N Box +


Minivan Mungil Berkabin Lapang

Tokyo - Honda Motor Co Ltd baru saja meluncurkan generasi kedua dari keluarga N-Series, yakni Honda N Box + (plus). Minivan ini dikabarkan sudah tersedia di sejumah dealer Honda di Jepang, mulai Jumat (6/7).
Honda N Box + merupakan model kedua dari N Series. Model pertama N Box, dijual pada Desember 2011. Hingga saat ini model pertamanya itu sudah mencapai angka penjualan hinggal 100.00 unit di Jepang.

Dilansir oleh Ubergizmo, Honda N Box + dikembangkan di bawah konsep “adding (plus) new possibilities” atau “menambah kemungkinan-kemungkinan baru”. Dua ide inovatif yang dibawa Honda N Box + untuk dijejalkan ke ruang kargonya.
Honda N BOX

Ide pertama, menggabungkan lantai miring dan landaian alumunium agar bongkar muat barang menjadi lebih mudah. Konsep ini dinamakan ‘Universal Bridge’. Sedangkan ide kedua dinamakan ‘Multi-space System’ yang menawarkan tiga papan berukuran berbeda.

Penambahan berbagai ide inovatif ini memungkinkan N Box + mengakomodir kebutuhan konsumen beragam yang membutuhkan kendaraan yang mampu menampung banyak barang untuk menunjang rutinitas sehari-hari. Mobil ini pun diklaim sangat cocok dibawa rekreasi.
Honda N Box + dibekali mesin mungil berkapasitas 660 cc. Mesin ini disematkan transmisi CVT (Continuously Variable Transmission) yang dilengkapi paddle-shift pada roda kemudinya.
Honda mengklaim mesin yang digunakan N Box + ini memiliki konsumsi bahan bakar mencapai 21,2km/liter. Hal itu berkat adanya fitur Idle Stop System dan ECON Mode System.

Honda menawarkan 2-tone colors dengan kombinasi warna berbeda pada bodi dan atap. Minivan yang juga sudah dilengkapi fitur SRS airbag dan sensor parkir ini dibandrol dengan harga 1,35 juta Yen atau sekitar Rp158 juta.

Rabu, 20 Juni 2012

Robot Ala Ghundam Dipasarkan Di Jepang



Seperti banyak diketahui, Gundam merupakan robot yang dikendalikan manusia, dan hanya ada dalam film. Kini robot semacam ini segera menjadi kenyataan.
Seorang ahli dari Jepang berhasil menciptakan model robot ini dengan harapan bisa segera menjualnya. Robot ini nantinya juga dilengkapi senjata opsional, yakni pistol air atau alat pengepel. Robot ini bergerak seirama gerakan manusia.
Saat manusia berjalan, robot ini ikut berjalan. Saat manusia mengangkat, robot ini akan meminjamkan lengan besi kuatnya untuk melakukan hal tersebut, seperti dilaporkan dailymail.
Robot bernama Vaudeville ini bukan robot yang didedikasikan untuk lab atau perusahaan luar angkasa, melainkan bagi para penggemar robot yang ingin mewujudkan mimpi masa kecilnya.
Suidobashi Heavy Industry yang membuat robot ini berharap bisa menjual robot ini secara masal. Proyek cerdas 4.500kg ini menggunakan hardware dan software hingga menghasilkan robot luar biasa ini.

Selasa, 22 Mei 2012

Mengenal Smartphone Pertama di Dunia


IBM Simon menjadi smartphone pertama, yang memiliki fitur email dan layar sentuh.

ibm_simon

Saat ini, ponsel menjadi sebuah kebutuhan yang tidak lagi digunakan sebatas untuk menelpon atau mengirim pesan pendek atau SMS. Dengan semakin berkembangnya teknologi digital, fungsi ponsel kini berkembang dalam memenuhi kebutuhan komunikasi melalui internet dan sejumlah aplikasi hiburan.

Produsen ponsel pun kini terus mengembangkan produksi smartphone. Tak hanya itu, sejumlah perusahaan raksasa di bidang teknologi informasi pun menjadikan pasar smartphone bergairah dengan persaingannya dalam mengembangkan sistem operasi penunjang smartphone.

Padahal, bila dibandingkan smartphone yang ada saat ini, smartphone pertama yang dibuat bisa dibilang jauh sederhana. Memulai debutnya pada tahun 1993 di konferensi Wireless Sedunia, Perusahaan BellSouth Cellular meluncurkan IBM Simon sebagai smartphone pertama di dunia.

Seperti dikutip dari laman Mashable, beratsmartphone pertama ini hanya sekitar 1 pon atau 0,5 kilogram. IBM Simon merupakan cikal bakal PDA-phone yang menggunakan layar sentuh LCD (LCD touchscreen).
Smartphone pertama ini juga menjadi ponsel pertama yang tak memiliki tombol pijat dan menggunakan layar sentuh dengan bantuan stylus. Selain itu, ponsel ini juga memiliki on-screen keyboard QWERTY.

Saat pertama diluncurkan, Simon dipromosikan sebagai ponsel yang fungsinya lebih dari sekedar suara. Simon diperkenalkan sebagai perangkat canggih yang menggunakan teknologi wireless dan bisa berfungsi sebagai pager, mengirim email, kalendar, buku agenda, buku alamat, kalkulator, hingga membuat sketsa elektronik.

Saat itu, Simon dipasarkan dengan harga sekitar US$899 atau sekitar Rp8 juta. Jelas harga ini jauh lebih mahal dari harga sebuah iPhone, BlackBerry, atau smartphone berbasis Android yang dijual saat ini.

Simon hanya diproduksi sebanyak 2.000 unit. Dengan terbatasnya produksi Simon, tak heran jika saat ini Simon menjadi incaran para kolektor.


Kamis, 15 Maret 2012

Otak Bayi Jadi Inspirasi untuk Komputer Cerdas

Time.com
Para ilmuwan sedang mempelajari batas kemampuan otak bayi serta anak-anak, dan menggunakan hasilnya untuk menciptakan komputer yang lebih cerdas. “Mereka adalah mesin belajar terbesar di alam semesta,“ kata Alison Gopnik, psikolog perkembangan di University of California di Berkeley, Amerika Serikat.

Otak bayi yang lahir dalam keadaan sehat mengandung pasokan sekitar 100 miliar sel otak (neuron). Seiring dengan perkembangan, sel otak bayi tumbuh membentuk jaringan luas, sekitar 15 ribu sinapsis pada usia 2 atau 3 tahun, yang memungkinkan mereka belajar bahasa dan keterampilan sosial sambil memikirkan cara bertahan hidup serta berkembang di lingkungan. Adapun orang dewasa cenderung lebih fokus pada tujuan di depan mata daripada berimajinasi liar seperti pada anak-anak.

Para ilmuwan melihat perpaduan unik antara pola pikir orang dewasa yang berfokus pada tujuan dan pola pikir anakanak yang sangat terbuka mungkin ideal digunakan untuk mengembangkan komputer cerdas. “Kami membutuhkan keduanya. Imajinasi liar dari anak-anak dan perencanaan keras dari orang dewasa,“ kata Gopnik. Gopnik dan rekan-rekannya menguji langkah-langkah kognitif yang digunakan anak-anak saat memecahkan permasalahan di laboratorium. Pola pikir anak-anak itu lalu diubah menjadi cetak biru ke dalam model komputasi. “Anak-anak mampu memecahkan masalah yang masih menjadi tantangan untuk komputer, seperti belajar bahasa dan mencari tahu hubungan sebab-akibat,“ kata Tom Griffiths, Direktur UC Berkeley's Computational Cognitive Science Lab. 


“Kami berharap bisa menciptakan komputer yang lebih cerdas dengan membuatnya sedikit `berpikir' seperti anak-anak.“ Para peneliti memperkirakan komputer dengan pola pikir seperti anak kecil bisa berinteraksi lebih cerdas dan responsif dengan manusia. Teknologi cerdas seperti itu dapat menjalankan program-program pengajaran komputer yang lebih baik.

LIVESCIENCE

Senin, 21 November 2011

Ramalan Thomas Alva Edison seputar 2011

Siapa tak kenal Thomas Alva Edison. Inovator besar AS ini adalah orang yang menemukan kamera, bohlam lampu, dan pembangkit listrik arus searah. Pada 1911 Edison sempat diwawancarai oleh Miami Metropolis, dan diminta memprediksi bagaimana kondisi 100 tahun ke depan, yakni pada tahun 2011. Seperti dikutip oleh Washington Post, Edison mengatakan bahwa di tahun 2011 tenaga listrik akan menggantikan tenaga uap untuk menggerakan kereta api. Selain itu, ia juga memprediksi bahwa penerbangan udara akan menjadi moda transportasi sehari-hari.

Hal lainnya, Edison juga mengatakan bahwa baja akan semakin murah dan ini membuatnya akan menjadi bahan baku yang jamak bagi konstruksi bangunan. Semua hal yang ia ramalkan tadi, kini memang telah terbukti.



Tapi, nubuat Edison yang paling menggemparkan adalah ramalannya tentang sebuah alat yang mirip e-book reader atau iPad. “Nanti, akan ada buku yang tebalnya hanya dua inci, namun bisa memuat 40 ribu halaman, atau setara dengan seratus jilid buku,” kata Edison.

Faktanya, sebuah e-book reader seperti Amazon Kindle mampu menyimpan data yang setara dengan sekitar 3.500 buku elektronik. Walau demikian, memang tebakan Edison tidak tepat 100 persen. Saat itu, Edison juga memprediksi, bahwa sekarang manusia telah menemukan cara untuk mengubah besi menjadi emas. Oleh karena itu, kata Edison, manusia bisa ‘menyulap’ taksi menjadi mobil emas. Sayangnya, sampai kini hal ini masih belum bisa dilakukan oleh manusia.

Kamis, 10 November 2011

Betapa Mirip Robot Masa Depan ini dengan Manusia

London – Saat melihat wajah robot ini, Anda pasti akan terpana karena ekspresi dan wajahnya yang sangat realistik. Terobosan ini akan mengubah cara interaksi manusia dengan mesin.


 Para teknisi dari Technical University of Munich dan Jepang berhasil mengembangkan mask-bot. Robot ini mampu menggerakkan leher atau mengangkat alis dan berbicara seperti layaknya robot yang ada di film ‘I, Robot’. Realisme ini berhasil dicapai dengan proyektor yang diposisikan di belakang topeng robot yang membuatnya bisa menampilkan wajah manusia dengan sangat akurat serta menghasilkan fitur yang bahkan bisa dilihat dari samping.

Mask-bot akan mempengaruhi cara manusia berkomunikasi dengan robot di masa depan,” ungkap kepala tim riset Profesor Gordon Cheng. Sayangnya, untuk saat ini, mask-bot belum terlalu mengetahui banyak kata-kata. Untuk saat ini, robot ini hanya bisa mendengar dan membuat respon yang cocok sebagai bagian sekuens program yang sudah ada seperti dilaporkan DM.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tanggapan codebreakers