Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Agustus 2013

Gen Adam dan Hawa Terungkap

X and Y Chromosomes
A pair of sex chromosomes

Laki-laki global memiliki nenek moyang tunggal di Afrika.

Satu penelitian mengungkap asal usul manusia modern pertama di dunia. Setelah melakukan pelacakan berbasis kromosom Y, kromosom pada laki-laki, tim peneliti dari University of Califronia menyimpulkan manusia pertama berasal dari kawasan Afrika timur sekitar 135 ribu tahun yang lalu.

Melansir LiveScience, Minggu 4 Agustus 2013, hasil penelitian ini meralat penelitian sebelumnya yang menyatakan nenek moyang manusia laki-laki pertama tinggal 50.000-60.000 tahun silam.

Menariknya, peneliti menyebutkan antara nenek moyang laki-laki dan perempuan pertama tidak saling tinggal dalam lokasi yang berdekatan. "Dua orang itu tidak mengenal satu sama lain," kata Melissa Wilson Sayres, ahli genetika Universitas California, yang tidak terlibat dalam penelitian. Peneliti meyakini manusia modern telah meninggalkan Afrika antara 60.000-200.000 tahun silam. Sayangnya keyakinan itu masih kabur, belum jelas.

Untuk diketahui, guna melacak garis nenek moyang laki-laki pertama, diperlukan pelacakan pada kromosom Y. Kromosom ini diturunkan identik dari seorang ayah ke anak. Kromosom Y bisa melacak garis laki-laki menuju ke ayah dari semua manusia.

Sebaliknya, pada perempuan, hanya bisa dilacak dengan struktur DNA yang diturunkan kepada anaknya. DNA perempuan tersembunyi dalam sel telur.

Namun seiring waktu, ahli genetik Stanford University Carlos Bustamante, menjelaskan kromosom laki-laki berkembang campur aduk bentangan DNA. Hasilnya, terjadi potongan fragmen DNA dari urutan gen. Kondisi ini semakin mempersulit analisa.

Mengingat kondisi itu, Bustamante bersama koleganya mengumpulkan potongan gen yang lebih besar dengan mengurutkan seluruh genom kromosom Y 69 laki-laki dari tujuh populasi global, yaitu dari San Brushman, Afrika sampai populasi Yakult di Siberia.

Dengan asumsi tingkat migrasi, tim menyimpulkan semua laki-laki dalam sampel global memiliki nenek moyang laki-laki tunggal di Afrika sekitar 125.000-156.000 tahun silam.

Selain itu, mitokondria DNA laki-laki serta sampel serupa dari 24 perempuan, mengungkapkan semua perempuan di Bumi kembali pada mitokondria nenek moyang perempuan pertama, yang tinggal di Afrika antara 99.000-148.000 tahun silam. Jadi nenek moyang perempuan itu hidup pada periode waktu yang hampir sama dengan periode kromosom Y milik laki-laki.

Versi lain disampaikan Michael Hammer, ahli evolusi genetik Univeritas Arizona. Dalam studi terpisah, Hammer menemukan laki-laki memiliki nenek moyang yang sama antara 180.000-200.000 tahun silam.

Pada Maret lalu, tim Hammer menunjukkan beberapa laki-laki di Afrika memiliki kromosom Y yang unik dan berbeda. Jejak gen laki-laki merujuk pada laki-laki yang hidup lebih kuno yaitu 237.000-581.000 tahun silam.

Dalam literatur kitab suci agama, laki-laki pertama di bumi disebutkan Adam dan perempuan pertama disebut Hawa. 


Jumat, 14 Juni 2013

Seperti Manusia, Nyamuk Juga Bisa Gagal Ginjal


Zat kimia baru sukses mengganggu fungsi protein dan ginjal pada nyamuk


Nyamuk Aedes Aegypti (ilustrasi)

Tim peneliti dari Ohio State University, Amerika Serikat, berhasil menemukan bahan kimia yang dapat menyebabkan gagal ginjal pada nyamuk.

Temuan ini berpotensi menjadi cara baru mengembangkan insektisida alias obat pembasmi serangga, terutama untuk membunuh nyamuk penyebar penyakit berbahaya, seperti malaria dan demam berdarah.

Menurut temuan itu, seperti dilansir Escience News, Jumat 31 Mei 2013, bahan kimia yang dapat mengganggu fungsi protein nyamuk, atau biasa disebut kalium juga berfungsi untuk mengeluarkan urin pada nyamuk.

Peter Piermarini, Profesor Entomologi dari Ohio State's Ohio Agricultural Research and Development Center (OARDC), mengatakan selain merusak ginjal nyamuk, bahan kimia ini juga bisa membuat nyamuk susah terbang karena badannya membengkak, sehingga umurnya lebih pendek.

"Nyamuk betina sangat bergantung pada ginjalnya (Malphigi tubulus) ketika menyedot darah manusia. Ginjalnya berfungsi untuk menyaring air dan garam pada darah, lalu mengeluarkannya menjadi urin," kata Piermarini.

Piermarini menambahkan, nyamuk yang memiliki gangguan ginjal akan sulit untuk melarikan diri dari manusia. Selain itu, nyamuk-nyamuk juga akan sangat sulit untuk menghisap darah manusia.

"Dengan penemuan generasi terbaru bahan kimia perusak ginjal nyamuk, maka penyakit-penyakit berbahaya yang disebarkan oleh nyamuk diharapkan bisa diminimalisir," ungkapnya.

Mengurangi Malaria
Metode pengendalian nyamuk dengan merusak ginjalnya menjadi cara baru mengendalikan nyamuk-nyamuk yang kebal terhadap insektisida, khususnya untuk memerangi penyakit malaria.

Saat ini, penyakit malaria diketahui membunuh hampir satu juta orang setiap tahunnya. Sementara itu, demam berdarah menginfeksi ratusan juta orang setiap tahunnya.

Penelitian dari Ohio State University ini didanai sebesar US$1,4 juta, setara Rp13 miliar oleh Foundation for the National Institutes dan Bill & Melinda Gates Foundation.

Sementara itu, hasil penelitian ini sudah diterbitkan dalam Jurnal PLoS ONE pada 29 Mei 2013. (asp)

Jumat, 15 Maret 2013

"Ngopi" Cara Lebah Mengingat Sifat Bunga

Newcastle-- Lebah madu mendapatkan kafein dari bunga tertentu yang menstimulasi memori ingatan mereka terhadap sifat bunga. Kafein ini mendorong lebah untuk kembali ke jenis tanaman yang sama sehingga dapat meningkatkan peluangnya untuk penyerbukan.

Cara Lebah Mengingat Sifat Bunga
Ilustrasi lebah. Sxc.hu
Salah satu bunga yang memberikan banyak kafein pada lebah adalah tanaman kopi. Menurut para peneliti di Universitas Newcastle, nektar menawarkan kafein sebanyak secangkir kopi instan. Selain itu, bunga jeruk juga mengandung kafein meskipun dalam konsentrasi yang lebih rendah.

Kafein membantu lebah selalu ingat bahwa aroma bunga itu menjanjikan hasil lezat. Sehingga lebah akan terus mencari bunga-bunga itu dan mentransfer serbuk sari mereka.

"Bagi lebah, sifat bunga sangat sulit diingat karena mereka terbang dari bunga ke bunga dengan begitu cepat," kata Dr Geraldine Wright, pemimpin penelitian. Mereka telah menemukan bahwa kafein membantu lebah untuk mengingat dimana bunga-bunga itu.

Pada gilirannya, lebah yang telah mencium nektar berkafein memungkinkan mereka untuk mencari nektar lebih banyak lagi. Ini menyebabkan penyerbukan menjadi lebih baik. "Kafein adalah bahan kimia sebagai pertahanan tanaman yang memberi rasa pahit untuk serangga, termasuk lebah. Kami terkejut kafein ditemukan dalam nektar," ujar Profesor Phil Stevenson, dari Royal Botanic Gardens di Kew. Namun, kafein ini dosis rasanya terlalu rendah untuk lebah tetapi cukup tinggi mempengaruhi perilaku lebah.

Para peneliti ini melatih individu lebah untuk meminum minunan manis ketika mencium aroma bunga tertentu. Beberapa lebah mendapat kafein dalam minuman mereka sementara yang lainnya tidak. 

Setelah 24 jam, lebah yang telah diberi kafein menjadi tiga kali lebih mungkin untuk mengingat aroma bunga dibandingkan lebah yang tidak meminum kafein. Lebah tidak bisa merasakan kafein pada tingkat yang ditemukan pada nektar. Namun para peneliti zat ini mempengaruhi sel-sel otak tertentu yang terlibat dalam memori. 

DAILY MAIL 

Mikroba Baru Ditemukan di Danau Es Antartika

St Petersburg--Ilmuwan Rusia mengklaim telah menemukan jenis bakteri baru di dalam air danau dalam Antartika yang lama terkubur. Para peneliti telah mempelajari sampel yang dibawa dari Vostok, yaitu danau subglacial terbesar di Antartika.

Mikroba Baru Ditemukan di Danau Es Antartika
Usatoday.com
Tahun lalu, tim peneliti mengebor hampir 4 kilometer dari permukaan es mencapai danau untuk mengambil sampel. Danau ini diperkirakan telah kehilangan kontak dari permukaan selama jutaan tahun. Kondisi ini sangat memungkinkan bahwa makhluk hidup di perairan tersebut terisolasi.

"Setelah menyisihkan semua elemen yang kemungkinan terkontaminasi, DNA baru ditemukan. Penemuan ini sama sekali tidak sama dengan tipe-tipe lainnya dalam database," kata Sergei Bulat dari laboratorium genetika di St Petersburg Institute of Nuclear Physics. Mereka menyebutnya sebagai bentuk kehidupan yang tak terklasifikasi dan tak teridentifikasi.

Dr Bulat menambahkan bahwa perhatian studi ini terfokus pada satu bentuk bakteri yang memiliki DNA kurang dari 86 persen mirip dengan bentuk yang sudah ada sebelumnya. Namun, peneliti lain mengatakan perlu kehati-hatian terhadap data supaya diverifkasi oleh ahli lain sebelum klaim tersebut terkonfirmasi.

Lokasi danau Vostok berada di jantung lapisan es Antartika Timur menjadikannya sebagai salah satu lingkungan yang paling tidak ramah di planet ini. Disini adalah tempat dengan suhu terendah yang pernah tercatat di bumi yaitu -89 celcius pada tanggal 21 Juli 1983.

Stasiun Vostok didirikan Rusia pada 1956. Sounding seismik mereka memperlihatkan ada daerah yang dipenuhi cairan di bawah permukaan es. Dengan areal seluas 15 ribu kilometer persegi dan kedalaman mencapai 800 meter, danau ini memiliki ukuran yang sama dengan Danau Baikal di Siberia atau Danau Ontario di Amerika Utara.

Amerika Serikat baru-baru ini mengeskplorasi Danau Whillans di Antartika. Mereka juga melaporkan penemuan kehidupan mikroba di perairan tersebut. Tapi Danau Whillans dianggap oleh beberapa orang kurang terisolasi dibanding Vostok. 

BBC 

Tikus Mengendus untuk Komunikasi dengan Sesamanya

Ohio - Mengendus pada binatang sudah lumrah menjadi perilaku umum. Tetapi, penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa cara ini benar-benar menjadi bentuk komunikasi.

Tikus Mengendus untuk Komunikasi dengan Sesamanya  
sxc.hu
Di masa lalu, ritual mengendus berlaku ketika mereka berinteraksi sebagai perilaku mencium satu sama lain. Tetapi, Dr Daniel Wesson dari Case Western Reserve University School of Medicine, Ohio telah menemukan bahwa tikus yang sedang mengendus satu sama lain tak lain sebagai sinyal hierarki sosial dan mencegah perilaku agresif.

Pekerjaan sebelumnya menunjukkan bahwa tikus mirip dengan manusia. Binatang ini secara alami membentuk hierarki sosial yang kompleks. Dr Wesson menggunakan metode nirkabel untuk merekam dan mengamati tikus saat mereka berinteraksi.

Ia menemukan bahwa ketika dua tikus saling mendekati, akan terjadi komunikasi melalui endusan. Jika tikus dominan mengendus lebih sering, tikus bawahan akan mengurangi peran endusannya. Namun, jika tikus bawahan tidak melakukannya, tikus dominan akan lebih mungkin menjadi agresif.

Dr Wesson berteori bahwa tikus dominan akan menampilkan sinyal konflik penghindaran seperti monyet besar yang berjalan ke dalam suatu ruangan dengan memukul-mukul dadanya. Sebagai tanggapan, tikus bawahan hanya akan meringkuk dan berpaling, atau dalam kasus tikus, ia akan menurunkan kuantitas endusannya.

"Temuan baru dan menarik ini menunjukkan bahwa endusan binatang kepada yang lain sangat penting dalam jaringan sosial mereka," kata Dr Wesson, yang juga seorang profesor ilmu saraf. Menurutnya, perilaku mengendus ini mungkin mencerminkan mekanisme umum perilaku komunikasi berbagai jenis hewan dalam konteksi sosial.

Temuan Dr Wesson merupakan bentuk baru perilaku komunikasi pada tikus sejak dikaji pada 1970-an. Telah diketahui sebelumnya bahwa tikus berkomunikasi melalui frekuensi vokal ultrasonik. "Kami tahu bahwa tikus dan binatang yang lainnya dapat berkomunikasi melalui vokalisasi, kontak fisik, bau, dan tampilan sosial," katanya. 

DAILY MAIL |

Kamis, 28 Februari 2013

Mengungkap Sisi Lain dari Kecoa

Pengganggu, paling dikakuti manusia karena faktor ”jijik” terutama pada kaum wanita, sering kali manusia menganggap mahkluk yang satu ini hanya sebagai ”pengganggu”, tetapai alangkah baiknya jika kita juka melihat Sisi Lain dari makhluk ini tentunya hal-hal yang bisa mengejutkan anda, bahwa setiap mahkluk selalu mempunyai kebihan tersendiri....

Kecoa


Adalah makhluk yang saya maksud mungkin tidak ada yang tahu jika makhluk yang satu ini memiliki berbagai keunggulan unik yang tak dimiliki mahkluk lain.

Mahkluk ini diperkirakan sudah ada sejak 300 juta tahun yang lalu, bahkan sebelum Dinosaurus ada (Dinosaurus diperkirakan ada sekitar 65 juta tahun yang lalu). Ketika Dinosaurus musnah mahkluk satu ini tetap bertahan hidup, hingga kini. Para ahli bahkan memperkirakan, jika terjadi bencana atom di muka bumi, mahkluk ini kemungkinan dapat bertahan hidup. Mengejutkan bukan?? This Is Kecoa.

Sistem Motorik Pada Kecoa

Salah satu yang menarik perhatian para peneliti, adalah sistem saraf motorik kecoa. Sejak lama diketahui, binatang yang dianggap hina dan cuma menjadi pengganggu manusia itu, memiliki kecepatan reaksi amat mengagumkan, untuk meloloskan diri dari bahaya. Rahasianya terletak pada sistem saraf dan sistem gerak motorik kecoa. Serangga ini, dalam sejarah evolusinya yang panjang, mengembangkan dua sistem senso-motorik yang independen. Dalam arti, keduanya dapat berfungsi berbarengan, atau juga berfungsi masing-masing tanpa tergantung sistem yang lain.

Sistem senso-motorik yang pertama berada di bagian kepala, dengan dua antena yang berfungsi sebagai penala getaran. Dan yang kedua di bagian kaki belakang yang menerus ke bagian perut, dengan rambut-rambut halus, yang juga berfungsi serupa antena. Penelitian Prof. Christopher Comer, ahli saraf dari Universitas Illinois di Chicago AS, menunjukan kecepatan lari kecoa sebetulnya tidak mengagumkan, yakni hanya sekitar lima kilometer per jam. Tapi yang sangat mengagumkan, adalah kecepatan reaksi sistem senso-motoriknya dalam menanggapi rangsangan dari luar. Jika sistem penala getaran di kaki belakang atau antena di kepala mendapat rangsangan tiba-tiba, reaksinya terjadi hanya dalam waktu 15 sampai 20 milidetik. Atau lebih cepat dari kedipan mata, kecoa sudah lari dan menghilang di bawah lemari atau meja.

Bandingkan dengan kecepatan reaksi otak manusia, yang memerlukan waktu sekitar 200 milidetik, untuk menanggapi rangsangan dari luar. Dengan kecepatan reaksi terhadap rangsangan yang luar biasa ini, sudah mencukupi bagi kecoa yang memiliki kecepatan lari hanya lima kilometer per jam, untuk dapat melepaskan diri dari segala bahaya. Yang juga amat menarik, adalah dua sistem senso-motorik kecoa yang terpisah dan independen. Jika salah satu sistemnya disabot atau dimatikan, sistem yang lain masih tetap aktif dan berfungsi. Juga kecoa yang dipotong kepalanya, masih bereaksi secepat semula.

Berikut hal-hal yang bisa dilakukan kecoa yang mungkin belum anda ketahui :

kecoa tahan radiasi nuklir




Penelitian terakhir dari Iowa University, AS, menemukan bahwa kecoa tahan terhadap radiasi hingga 105.000rems ( manusia hanya tahan bila tekena radiasi kurang dari 800 rems )

Sel-sel kecoa membelah hanya pada saat siklus molting, sekitar sekali seminggu. Maka mereka bersifat sensitif pada radiasi hanya sekitar 48 jam, atau 1/4 minggu. Manusia memiliki darah dan immune stem-cell yang membelah secara konstan. Dengan radiasi bom nuklir, semua manusia akan mati, namun hanya 1/4 dari kecoa yang akan bertahan hidup.

Yang menarik, Mythbusters melakukan tes dan ternyata kecoa dapat hidup pada intensitas radiasi 10x yang dibutuhkan untuk membunuh manusia. Jadi..terjadi bencana atom atau serangan nuklir di muka Bumi, maka manusia yang akan musnah dan kecoa yang berkuasa.

Kecoa mampu hidup tanpa kepala

Kehebatan kecoa yg lain yaitu kecoa masih mampu bertahan hidup walau kepalanya sudah tidak ada. Ini karena kecoak gak perlu otak sebagai alat pengendali gerak tubuhnya, kecoa juga gak butuh kepala buat bernapas, dan kehilangan kepala juga gak membuat dia kehabisan darah. kehilangan kepala hanya menyebabkan kecoa kehilangan arah (karena sungut dan matanya terletak di kepala) dan tidak bisa makan yang menyebabkannya mati kelaparan dalam waktu hingga 30 hari setelah kepalanya terlepas

Kecoa tahan banting 

Kehebatan lainnya, kecoa termasuk spesies serangga "tahan pukul." Jika tidak sampai hancur atau remuk, kecoa bisa menahan benturan dan mampu bertahan hidup walau menderita luka. Memang mekanisme pertahanan akan merespons pukulan dengan gerakan diam seolah mati, tapi setelah itu ia akan melarikan diri. Ketahanan tubuhnya terhadap benturan disokong oleh lapisan pelindung di sekujur tubuhnya.
jadi klo agan bunuh kecoa cuman di geplak doang trus kecoanya diem gak gerak, itu elum tentu mati tuh kecoanya, geplak2in lagi aja sampe mejret, haha..

Sistem motorik kecoa digunakan dalam bidang robotik





Dengan mengamati sistem senso-motorik kecoa, dewasa ini dikembangkan berbagai kegunaan praktis dari keunggulan sistem tsb. Misalnya saja para ahli robotik, kini berusaha mengembangkan robot yang memiliki dua sistem sensorik independen. Bidang terapan dari senso-motorik buatan ini, juga cukup luas. Mulai dari produk untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mobil misalnya, sampai ke robot penjelajah untuk misi luar angkasa. Di masa depan, robot penjelajah planit Mars sekelas Spirit atau Opportunity misalnya, bisa dilengkapi sirkuit pengendali ganda, yang berfungsi independen persis seperti sistem senso-motorik kecoa. Jika salah satu sistem macet, yang lainnya tetap berfungsi. Dengan begitu kehandalan misinya dapat dijamin.

Robot yang meniru sistem saraf motorik kecoa, dikembangkan oleh para peneliti robotik di Universita Case Western di Cleveland Ohio, AS, masing-masing Daniel Kingsley, Roger Quinn dan Roy Ritzman, menunjukan bahwa dengan meniru sistem ganda saraf kecoa, terbukti robotnya menjadi lebih handal. Robot berbentuk mobil atau rover seperti penjelajah Mars, akan mengalami kesulitan besar jika salah satu rodanya macet atau sistem pengendaliannya rusak. Namun dengan meniru sistem saraf motorik kecoa, hambatan semacam itu dapat ditanggulangi segera.

Kecoa membantu dalam bidang medis


Para ilmuwan di india yg sedang mengembangkan teknologi jantung buatan menggunakan jantung kecoak sebagai model, sebuah prototype yg dihasilkan mampu memberikan sebuah jantung buatan yang lebih murah dan lebih bisa diandalkan untuk dicangkok dibanding dengan jantung buatan yang sekarang ada.

Kunci utama jantung buatan tersebut berkaitan dengan sistem pernafasan kecoak yang sangat unik. Kecoak memiliki 13 bilik pemompa darah, sedang manusia hanya memiliki 4. Jika sebuah bilik jantung manusia tidak mampu memompa maka dia akan mendapatkan serangan jantung yang sangat fatal, tapi dengan jantung yang memiliki 13 bilik ini, jantung akan tetap mampu memompa meskipun 1 bilik mengalami kerusakan.

Jantung kecoak yang memiliki 13 bilik membuatnya mampu untuk tetap bertahan meskipun salah satunya mengalami kegagalan, tapi hal itu tidak bisa terjadi pada manusia.

Model yang mereka buat berbasis pada sistem kerja jantung kecoak, dimana mereka membuat mekanisme tekanan menjadi lebih terperinci. Jadi meskipun salah satu bilik gagal, orang yang menggunakan jantung ini masih bisa hidup.
Jantung buatan ini tidak menekan komponen lain (elemen pemompa) dan menggunakan tekanan yang rendah pada sel darah, ini kata Professor Sujoy Guha sang pemimpin tim penelitian.

10 orang anggota tim penelitian di Indian Institute of Technology (ITT) yang berada di barat Bengal ini menghabiskan hampir 3 tahun waktunya untuk mengembangkan jantung buatan ini dengan menggunakan bahan metal dan plastik.

Jantung buatan ini merupakan terobosan baru dan lebih maju dibandingkan dengan jantung buatan yang sekarang ada di pasaran, dimana pemompaan darah masih tergantung pada sebuah bilik. Ini adalah sebuah kemajuan tetapi merupakan satu hal yang rumit. Akan membutuhkan 3 tahun lagi untuk memasarkan produk ini.

Saat ini produk ini sedang diujicobakan ke binatang, memerlukan beberapa tahun untuk dicobakan ke manusia, kata Professor Sujoy Guha lagi. Diperkirakan harga jantung buatan ini bakal berkisar 100.000 rupee yang hampir sama dengan $2000. Ini 30 kali lebih murah dibandingkan jantung buatan yang ada dipasaran saat ini.

Kecoa mampu hidup di luar angkasa


Menurut Anatoly Grigoryev,seorang wakil presiden akademi ilmu pengetahuan rusia,” Kecoak mampu hidup selama 18 bulan di luar stasiun luar angkasa dan diperkirakan bisa hidup di planet yang dihuni oleh alien” Grigoryev mengambil sample penelitian kecoa-nya dari afrika. Kecoak dari afrika ini dipilih karena bisa hidup didaerah yang sangat ekstim,yaitu minus 150 derajat celcius(dingin banget) dan si kecoak ini juga bisa bertahan hidup dengan suhu yang panas sekitar 60 derajat celcius.

sumber: sisi-lain-aguzu.blogspot.com

Selasa, 26 Februari 2013

Bahaya Bawang Putih Setelah Terjadi Perubahan Kimiawi


Bawang putih mendapat julukan umbi seribu khasiat, karena kegunaannya yang luas secara farmakologi. Namun di balik khasiat bawang putih yang super banyak itu, ternyata bawang putih juga menyimpan bahaya tersendiri. Apa saja bahaya dari bawang putih itu?
  1. Botulisme
    Bawang putih mengandung sulfur. Sulfur merupakan unsur yang membuat kondisi kondusif bagi berkembangnya Clostridium botulism dan dapat menyebabkan terjadinya botulisme, yaitu kondisi dimana Clostridium mengeluarkan racun atau toksinnya dan bisa menyebabkan sakit perut yang bisa berujung pada kematian. Hal yang membuat bawang putih dapat menyebabkan botulism adalah ketika bawang putih disimpan di dalam minyak pada temperatur kamar, atau terlalu lama menyimpannya di dalam kulkas.
    bahaya-bawang-putih
  2. Alergi
    Ada juga beberapa orang yang bisa mengalami reaksi alergi ketika mengonsumsi bawang putih. Gejala yang mungkin muncul adalah rasa terbakar pada jantung, perut kembung dan lain sebagainya. Jika hal itu terjadi, segera konsultasikan dengan dokter.
  3. Kulit Terbakar
    Hal ini disebabkan oleh kandungan allicin dalam bawang putih. Jika kulitmu termasuk ke dalam kulit sensitif, maka terpapar allicin bisa menimbulkan reaksi iritasi atau terbakar pada kulit.
  4. Iritasi Saluran Pencernaan
    Hal ini juga disebabkan oleh kandungan allicin. Jika kamu terlalu banyak mengonsumsi bawang putih dengan maksud untuk menadapatkan seribu khasiatnya, sampai tidak memperhitungkan dosisnya, maka bukan tidak mungkin allicin bisa menyebabkan saluran pencernaanmu mengalami iritasi. Jadi, gunakanlah sesuai takarannya.
Sekali lagi, semua senyawa itu memiliki takarannya masing-masing. Khasiat yang diinginkan tergantung dari dosis atau takarannya. Semoga bermanfaat!

Tanaman Penghisap Gas Beracun


Keluhan seperti pusing, nyeri di kepala, mata cepat letih, serta badan mudah lelah sering dirasakan oleh orang-orang yang seharian bekerja di dalam gedung perkantoran. Atau kita seringkali bersin-bersin di pagi hari . Ini semua adalah segala jenis penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri yang tanpa kita sadari terdapat pada benda-benda yang berada di dalam ruangan rumah atau kantor juga gas-gas beracun dari jalanan. 

AC central merupakan sumber penyebaran kuman Legionnaire yang menyebabkan radang paru-paru. Debu dalam rumah bisa membuat seseorang alergi pagi hari, di mana orang ini selalu bersin-bersin dan pilek di pagi hari. Radiasi dari monitor komputer mengakibatkan mata lekas letih dan kepala menjadi pusing. Selain itu masih banyak benda-benda di dalam kantor yang mengeluarkan gas beracun. Seperti misalnya gas beracun formaldehid yang bisa dihasilkan oleh lem. Silen/toluen dihasilkan oleh mesin printer, kertas tisue, karpet, kardus karton, cat tembok. Belum lagi gas-gas beracun yang berasal dari asap rokok dan gas buang kendaraan bermotor. 

Gas-gas beracun tersebut semakin lama akan mengganggu kesehatan. Langkah yang bisa dilakukan untuk menekan gas-gas beracun tersebut adalah memperbaiki kualitas udara baik di dalam maupun di luar ruangan. Salah satunya dengan meletakkan tanaman yang dapat mengurangi gas polutan tersebut di dalam ruangan dan menanam sebagai tanaman hias di taman atau tepi jalan dan sebagai tanaman pagar. Tanaman penghisap racun ini akan memanfaatkan gas beracun itu untuk proses metabolisme dalam sel. 


Beberapa tanaman yang mempunyai kemampuan tinggi dalam menghisap racun antara lain: 

Palem Kuning (Chrysalidocarpus lutescens
Merupakan jenis pinang-pinangan yang bisa tumbuh hingga 6 meter . Tanaman ini mempunyai kemampuan menyerap gas beracun paling tinggi diantara tanaman jenis lain. Tanaman yang kecil dalam pot cocok diletakkan dalam ruangan dan tanaman dewasa sangat efektif ditanam di pinggir jalan untuk menyerap gas-gas beracun yang dihasilkan oleh asap kendaraan. 

Spathiphyllum (Spathiphyllum clevelandii)
Ada yang menyebutnya sebagai Peace Lili. Merupakan tanaman indoor, satu pot tanaman dewasa mampu menyerap racun dalam ruangan hingga seluas 10 m persegi. Efektif menghirup gas beracun jenis alkohol, aseton, trikloro dan formaldehid. Sehingga tanaman ini sangat cocok diletakkan di dekat meja kerja yang banyak diletakkan printer, tip-ex dan sejenisnya. 


Hanjuang (Dracaena fragrans)
Tanaman hias berdaun hijau atau merah ini dikenal dengan nama andong dalam bahasa Jawa. Secara harfiah maupun filosofis, nama hanjuang sendiri memiliki makna sebagai pembatas ruangan. Pada kenyataannya daun tanaman ini memiliki kemampuan anti bakterial sehingga memiliki kemampuan menyerap racun yang sangat tinggi. Diantaranya yang paling banyak ia serap adalah racun dari jenis formaldehid yang bersumber dari lem atau eternit rumah. 



Blanceng (Dieffenbachia spp)
Getah dari tanaman ini bisa menyebabkan gatal-gatal dikulit, akan tetapi ia mempunyai kemapuan yang tinggi dalam menyerap segala jenis zat beracun. 

Lili Paris (Chlorophytum comusum)
Merupakan jenis tanaman yang tidak suka pada sinar matahari langsung. Mudah diperbanyak dari anakan yang menjuntai dari pohon induk. Biasa ditanam di dalam pot, namun seringkali sebagai tanaman hias di luar ruangan yang ditanam langsung di tanah sebagai ground cover. Ia mampu menyerap segala jenis gas beracun. 


Lidah mertua (Sansevieria)
Mempunyai kemampuan menyerap yang tinggi terhadap karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2) yang berasal dari gas buangan asap rokok serta knalpot kendaraan bermotor. Oleh karena itu selain diletakkan di dalam ruangan tanaman ini sangat efektif digunakan sebagai tanaman pagar. 


Selain jenis tanaman di atas ada pula tanaman yang mempunyai kemampuan sedang-rendah dalam menyerap gas-gas beracun : 

  • Philodendron (Philodendron erubescens)
  • Sirih Gading (Rhaphidophora aurea) 
  • Sri rejeki (Aglaonema)

Selasa, 08 Januari 2013

Upacara Pemakaman Pada Burung Aphelocoma


CALIFORNIA, Burung ternyata juga mengenal upacara kematian untuk memperingati kerabat atau temannya yang mati. Jenis burung Aphelocoma californica, masih masuk dalam kelompok burung gereja, mengitari tubuh mati rekannya hingga sekitar setengah jam. 

File:Aphelocoma californica -Santa Cruz, California, USA-8.jpg

Aphelocoma californica

Teresa Iglesias, pakar biologi evolusi dari University of California, Davis, melakukan penelitian perilaku burung tersebut. Belum bisa diketahui dengan pasti mengapa Aphelocoma californica punya perilaku itu.


"Mungkin adanya banyak individu membantu mereka mengetahui lokasi dan mengusir predator. Grup burung lebih besar diketahui lebih mampu mengusir predator," papar Iglesias seperti dikutip New York Times, Senin 97/1/2013).
 Iglesias melakukan eksperimen dengan bangkai burung yang telah dicabut bulnya, dikeringkan dan diawetkan. Ketika burung sejenis lain melihat bangkai itu, mereka terbang pada pohon di atasnya serta mengeluarkan suara berisik untuk mencari perhatian individu lain.

Eksperimen selanjutnya mengungkap bahwa burung juga menunjukkan perilaku yang sama saat melihat model burung hantu, tetapi tidak bereaksi saat melihat kayu yang dicat, yang digunakan sebagai kontrol dalam eksperimen.

Beragam hewan juga bereaksi terhadap kematian jenisnya. Lebah dan beberaoa hewan akuatik bereaksi terhadap zat kimia yang dikeluarkan oleh bangkai. Meski Iglesias tak menunjukkan adanya emosi, tapi ia mengatakan, "Jika ini terjadi pada manusia, mengapa tidak pada hewan."

New York Times

Senin, 17 Desember 2012

Perilaku Aneh, Lele Memakan Burung Merpati

PARIS, penemuan yang dipublikasikan di PLOS ONE, Rabu (5/12/2012), mengungkap perilaku satwa yang tak terduga. Spesies lele Silurus glanis ternyata mampu memakan burung merpati.

Ilmuwan mendokumentasikan perilaku lele baru. Jenis lele Eropa ternyata mampu berada di daratan sejenak dan memakan burung merpati.
Silurus glanis adalah lele terbesar ketiga di Eropa. Dalam publikasi, dinyatakan bahwa lele itu berasal dari wilayah Eropa di dekat sungai Rhine. Kini, jenis ikan predator itu diintroduksi ke beberapa sungai di Eropa, termasuk Sungai Tarn di Perancis, tempat penelitian ini dilakukan.

Julien Cucherousset dari Universitas Paul Sabatier yang menjadi pemimpin peneliti menguraikan, dalam penelitian, lele terekam berenang ke tepian, sesaat berada di daratan, menyambar burung merpati yang sedang berkumpul di tepi sungai, lalu membawanya kembali ke perairan.

Menurut Cucherousset, perilaku hewan air yang memakan hewan darat memang bukan hal baru. Namun, perilaku lele yang mampu memakan burung belum pernah ditemukan sebelumnya. Ia mengatakan bahwa perilaku ini adalah salah satu bentuk adaptasi terhadap kompetisi.

"44 perilaku mendarat parsial dan kebanyakan keseluruhan diobservasi dan difilmkan, di mana 28 persen ikan yang mendarat sukses memangsa. Burung darat ditangkap, lalu ikan kembali ke sungai dan menyantapnya," papar Cucherousset dan rekannya dalam publikasi.

"Sekitar 40 persen dari yang diobservasi, sebagian besar bagian tubuh lele ini berada di luar air. Perilaku ini berlangsung sangat cepat, mulai kurang dari sedetik hingga maksimal 4 detik," lanjutnya.

Observasi perilaku juga menunjukkan keunikan. Lele cenderung memilih memakan burung yang aktif. Walaupun seekor burung berlokasi sangat dekat dengan jangkauan, lele takkan menyerang jika burung itu diam. Diduga, lele memanfaatkan gelombang air untuk mendeteksi mangsa.

Spesies lele yang diobservasi mulai diintroduksi di Sungai Tarn pada tahun 1983. Peneliti menduga, perilaku tersebut muncul karena kompetisi dengan satwa lain di sungai dalam mendapatkan makanan. Hal ini belum diteliti lebih lanjut.

"Penemuan menunjukkan bahwa perilaku predasi baru ini merepresentasikan kemampuan ekstrem spesies yang diintroduksi untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, yang bisa menimbulkan dampak tak terduga untuk dinamika sumber pangan dan fungsi lingkungan," papar Cucherousset.



Sains.kompas.com

Minggu, 16 Desember 2012

Bagaimana Gen Penunjuk Jam Kematian Bekerja


Kombinasi nukleotida tertentu membuat kematian bisa diketahui jamnya



Genetika menentukan warna rambut, golongan darah, dan kerentanan terhadap penyakit tertentu. Kini gen dapat dijadikan ukuran untuk memprediksi pada jam berapa manusia akan mati.

Para peneliti telah menemukan hal tersebut dan menerbitkan studi dalam edisi November 2012 dari Jurnal Annals of Neurology. Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, para ilmuwan yang mempelajari jam biologis internal tubuh (ritme sirkadian) melaporkan penemuan varian gen yang tidak hanya menentukan kemungkinan menjadi orang dengan pola yang mudah bangun pagi (morning person) tetapi juga memprediksi kemungkinan waktu kematian seseorang.

Menurut pernyataan tertulis yang dikeluarkan oleh Harvard Medical School, gen biasanya memungkinkan untuk tiga kemungkinan kombinasi nukleotida (empat blok pembangun molekul DNA): adenine-adenine (AA), adenin-guanin (AG), dan guanin-guanin (GG).

Tim peneliti sebenarnya secara tidak sengaja menemukan temuan ini saat mereka sedang menyelidiki perkembangan pasien dengan penyakit Parkinson dan Alzheimer. Kemudian para peneliti memantau pola tidur dari 1200 subjek lanjut usia yang menjalani pemeriksaan neurologis dan kejiwaan.

Para peneliti menemukan sebuah molekul tunggal dekat sebuah gen yang disebut 'Periode 1' yang berbasis adenine (A) atau guanine (G). Gen molekul tipe A memiliki rasio yang lebih enam berbanding empat, oleh karena itu orang yang memiliki dua kromosom memiliki peluang 36 persen memiliki jenis molekul AA, 16 persen peluang memiliki GG dan 48 persen memiliki berpeluang memiliki molekul A dan G.

klik!

"Jenis genotipe tertentu ini mempengaruhi pola tidur dan bangun dari setiap orang pada hakikatnya," tulis Dr Clifford Saper, kepala neurologi di Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston, seperti dilansir Huffingtonpost.

"Dan itu adalah dampak yang cukup mendalam sehingga orang-orang yang memiliki jenis gen AA bangun sekitar satu jam lebih awal dari orang-orang yang memiliki genotipe GG, dan genotipe AG bangun hampir persis di pertengahan," katanya.

Selain itu, para peneliti menyadari karena beberapa dari 1.200 subjek tersebut yang urutan nukleotida merupakan pemprediksi akurat dari jam kematian para subjek tersebut, dalam jarak hanya beberapa jam. Pasien dengan genotipe AA dan AG biasanya meninggal sebelum 11 pagi, sedangkan subjek dengan kombinasi GG cenderung mati sekitar pukul 18.00.

"Jadi ada benar-benar sebuah gen yang memprediksi kematian anda pada pukul berapa. Bukan tanggal untungnya, tapi waktu (dalam) hari," kata Saper.

Sementara itu laman The Atlantic melaporkan peneliti percaya hasil mereka mungkin mengingat tubuh manusia kembali kepada lebih alami, imbas ritme jam biologis internal yang ditentukan sebagai pendekatan kematian.

Sumber: Huffingtonpost, Daily Mail

Jumat, 26 Oktober 2012

Misteri Ikan Pemanah Terpecahkan

Toxotes jaculatrix
MILAN, Peneliti Universitas Milan di Italia memecahkan misteri kemampuan ikan pemanah (Toxotes jaculatrix) dalam "menembak" mangsanya. Dalam BBC 25 Oktober 2012, dijelaskan, ikan pemanah mampu menyemburkan air secepat jet secara akurat dari jarak 2 meter.

Hebatnya lagi, tembakan air ini mampu menjatuhkan serangga yang sedang bergelantung di ranting. Setelah mangsa jatuh, ikan pemanah ini akan menyantapnya. Penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal PLoS ONE ini menggunakan metode pangamatan. Gerakan ikan direkam menggunakan video berdefinisi tinggi untuk merekam gerakan yang sangat cepat.

Prof Alberto Vailati, anggota tim peneliti, menggambarkan proses semburan air dari mulut ikan mirip dengan mekanisme pistol air atau menekan mainan dari bahan karet yang berisi air. Semprotan air yang sangat kuat ini dihasilkan saat ikan menekan lidahnya pada lekuk mulutnya. Ini membentuk formasi yang sempit dan tajam. Kemudian, ikan pemanah ini menutup insangnya untuk mendorong air melesat kea rah mangsa.

Pancaran ini diklaim lebih kuat dibanding enam kali kekuatan ototnya. Lesakan air ini menerobos badan air dan bertambah cepat sehingga membentuk tetesan air yang besar. Enerigi yang sangat besar ini memaksimalkan dampak titik air saat menghantam mangsa.

BBC

Minggu, 21 Oktober 2012

"Kantor Pos" Sel yang Memesona Juri Nobel


Salah satu penelitian yang mencuri hati juri nobel tahun 2012 adalah penelitian tentang keluarga reseptor terhubung protein G (GPCRs). Riset itu menghantarkan penelitinya, Robert Lefkowitz dan Brian Kobilka dari Amerika Serikat, meraih Nobel Kimia 2012.

Ilustrasi reseptor terhubung protein G (GPCRs). Reseptor digambarkan berwarna biru, punya struktur spiral, keluar masuk membran sel sebanyak 7 kali.
Apa gerangan reseptor terhubung protein G itu?

Reseptor ini kiranya bisa diumpamakan sebagai kantor pos tingkat sel. Reseptor akan menerima sinyal yang bisa diumpamakan sebagai surat dari luar sel, membantu menghantarkannya ke dalam sel atau ke penerima.

Dalam menghantarkan, reseptor akan terhubung dengan protein G, yang kiranya bisa diibaratkan bagian kantor pos yang berkoordinasi dengan tukang pos. Proses penghantaran akan dilakukan oleh tukang pos, dalam sel disebut second messenger.

Secara umum, proses penghantaran bermula saat sinyal atau ligand diterima oleh GPCRs. Sinyal kemudian mengalami sedikit perubahan ketika diterima GPCRs yang berlanjut pada aktivasi protein G. Sinyal kemudian dihantarkan ke dalam sel.

Apa arti penting reseptor terhubung protein G hingga risetnya mendapatkan nobel?

Reseptor terhubung protein G adalah keluarga besar reseptor yang terdiri 1000 anggota di tubuh manusia. Keluarga besar reseptor itu mencakup reseptor untuk hormon adrenalin, cahaya, bau, suara dan separuh dari obat yang beredar saat ini.

Selama ini, organisasi kantor pos sel dan cara kerjanya itu bekerja masih misteri. Lefkowitz dan Kobilka berperan menguak misteri kerja kantor pos tersebut, sekaligus memperlihatkan rupanya dalam tiga dimensi. Riset ini bermanfaat bagi dunia kedokteran masa depan.

Riset 4 dekade

Upaya menguak misteri GPCRs itu tak mudah. Seperti diuraikan situs Nobel Prize, riset memakan waktu lebih dari 4 dekade. Lefkowitz memulai risetnya tahun 1968 dengan menggunakan radioaktif iodium dan hormon adrenokortikotropik yang merangsang produksi adrenalin.

Lefkowitz mempelajari bagaimana hormon berhubungan dengan sel, mempengaruhi apa yang terjadi di dalam sel. Penggunaan radioaktif memungkinkannya melacak reseptor sehingga bisa diketahui fungsinya.

Lefkowitz kemudian mulai fokus bekerja pada reseptor hormon adrenalin dan noradrenalin, yang disebut reseptor beta adrenergik. Penelitian akhirnya berhasil menguak bagaimana reseptor itu bekerja.

Pada tahun 1980, Kobilka bergabung dengan tim Lefkowitz. Penyelidikan mulai diarahkan pada gen yang mengkode reseptor beta adrenergik. Kobilka berhasil mengisolasi gen yang berperan mengkode reseptor itu.

Dari sana, struktur reseptor beta adrenergik akhirnya terungkap. Reseptor itu merupakan tujuh rantai spiral yang panjang disebut helices. Di membran sel, reseptor ini tersusun keluar masuk membran sel 7 kali.

Lefkowitz mengatakan, penemuan struktur itu menjadi momen eureka. Diketahui, reseptor pada retina mata, rhodopsin, juga punya struktur serupa beta adrenergik. Dalam penelitian lain, telah ditemukan pula protein yang yang disebut protein G.

Reseptor beta adrenergik dan rhodopsin diketahui berpasangan dengan protein G. Saat itu, diketahui pula ada 30 reseptor yang bekerja dengan protein G. Penemuan struktur keduanya menjadi awal penemuan keluarga reseptor terhubung protein G.

Tahun 2011, Kobilka berhasil mencitrakan reseptor terhubung protein G dalam 3 dimensi saat berpasangan dengan protein G. Dalam citra itu, digambarkan adanya sinyal yang hendak ditransfer ke protein G.

Masa depan pengobatan

Penemuan keluarga reseptor terhubung protein G, cara kerja dan strukturnya sangat berdampak pada pengobatan masa depan. Pengetahuan ini akan menjadi dasar dalam perancangan obat-obatan.

Banyak obat tidak hanya berefek pada target tertentu tetapi juga pada reseptornya. Akhirnya, banyak obat yang dikenal saat ini memiliki efek samping, yang selanjutnya bisa berpotensi pada timbulnya penyakit lain.

"Kita berharap dengan diketahuinya struktur 3 dimensi, kita dapat mengembangkan obat yang lebih selektif dan efektif," kata Kobilka sepertio dikutip New York Times, Rabu (10/10/2012).

Lefkowitz kini bekerja di Howard Hughes Medical Institute and Duke University Medical Center di Durham. Sementara Kobilka berkarya di Sekolah Kedokteran Stanford University di Stanford, Amerika Serikat.

nytimes.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tanggapan codebreakers