Jumat, 13 Juli 2012

Memburu Ruang Gelap Alam Semesta




MELBOURNE, Para ilmuwan sekarang sedang menggunakan teleskop terbesar di dunia untuk memecahkan misteri keberadaan partikel terkecil bernama neutrinos. Melalui teleskop yang dibangun di Kutub Selatan itu diharapkan bisa menjelaskan bagaimana alam semesta dibuat.

 Pembangunan pendeteksi raksasa bernama IceCube sedalam 2.400 meter di bawah Kutub Antartika ini membutuhkan waktu 10 tahun. Volumenya mencapai satu kilometer kubik atau lebih besar dari gabungan Gedung Empire State, Menara Chicago Sears (Menara Willis), dan Pusat Keuangan Dunia di Shanghai.


IceCube dibangun untuk mengamati neutrinos, yang dilepaskan oleh ledakan bintang-bintang dan bergerak mendekati kecepatan cahaya. Teleskop ini baru menarik perhatian setelah pekan lalu ditemukan partikel Higgs, sebuah blok bangunan dasar dari alam semesta.

"Acungkan jarimu dan ratusan juta neutrinos melewatinya setiap detik dari matahari," ucap Jenni Adams, ahli fisika University of Canterbury di Selandia Baru yang bekerja di IceCube, seperti dikutipReuters (10/7/2012).

 Pada dasarnya, IceCube merupakan serangkaian detektor cahaya yang ditanam di bawah lapisan es melalui pengeboran air panas. Ketika neutrinos berinteraksi di dalam es akan menghasilkan partikel bermuatan yang menciptakan cahaya.

Fungsi es adalah sebagai jaring yang mengisolasi neutrinos sehingga memudahkan pengamatan. Hal ini juga melindungi teleskop dari radiasi yang berpotensi merusak.

"Jika supernova berada di galaksi kita sekarang, kita dapat mendeteksi ratusan neutrinos dengan IceCube," ucap Adams di saat Konferensi Internasional tentang Fisika Energi Tinggi di Melbourne, Australia.

Namun, alat ini tak dapat melihat neutrinos ini secara individu. Tetapi, detektor hanya menyala seperti pertunjukan kembang api besar-besaran.

klik!
 Kini para ilmuwan sedang berupaya melacak partikel itu untuk menemukan titik asalnya. Harapan besar mendatang adalah mendapatkan petunjuk yang terjadi di dalam "ruang gelap", bagian dari alam semesta yang tak terlihat.


Sumber :
Reuters

Ilmuwan Sukses Hidupkan Kembali Kehidupan Kuno


London – Bakteri berusia 500 juta tahun berhasil dihidupkan kembali di lab di Georgia Tech. Langkah ini merupakan bagian untuk menghidupkan kembali dinosaurus.
The researchers have resurrected a 500-million-year-old gene and inserted it into a modern E Coli bacteria

Para peneliti ini berhasil menghidupkan bakteri ini dengan memasukkan bakteri Eschorichia Coli (E. Coli). Bakteri yang dihidupkan ini sendiri telah tumbuh selama lebih dari seribu generasi dan memberi kesempatan ilmuwan meneliti proses evolusinya.
New life: The bacteria with the ancient genes have thrived, and are now in their 1000th generation

“Ini seperti memutar kembali rekaman kehidupan. Meneliti gen kuno dalam organisme modern membuat kami bisa melihat apakah trayektori evolusionari akan terulang lagi atau beradaptasi dengan jalur yang berbeda,” kata ilmuwan Betul Kacar seperti dikutip DailyMail.
Temuan ini sendiri diharapkan mampu menjawab pertanyaan mengenai apakah sejarah organisme membatasi masa depannya dan evolusinya selalu menuju pada titik tunggal atau memiliki beberapa solusi untuk masalah yang muncul, tutupnya. 

Astronom Temukan Bukti 'Galaksi Gelap'


Santiago - Para astronom di Chile mengklaim bahwa mereka menemukan bukti keberadaan dari 'galaksi-galaksi gelap'. Seperti apa?
klik!
Seperti dikutip dari RawStory, untuk meneliti bukti keberadaan galaksi-galaksi kegelapan, para astronom menggunakan teleskop canggih, ungkap pihak European Southern Observatory (ESO).
klik!
"'Galaksi Gelap' adalah galaksi kecil yang kaya akan gas dari masa awal pembentukan alam semesta, yang dipercaya merupakan fondasi dari alam semesta saat ini," ungkap pihak ESO, yang mana didukung oleh 15 negara.
Dark galaxy
klik!
"Untuk pertama kalinya, galaksi-galaksi gelap dapat terlihat oleh kita," tambah mereka.
Dikatakan oleh pihak ESO bahwa dengan menggunakan Very Large Telescope, tim mereka memperkirakan dapat mendeteksi galaksi gelap, melalui tingkat keterangannya.
klik!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tanggapan codebreakers