Minggu, 08 Januari 2012

Daftar persoalan astronomi yang belum terpecahkan


Meskipun sebagai ilmu pengetahuan astronomi telah mengalami kemajuan-kemajuan yang sangat pesat dan membuat terobosan-terobosan yang sangat besar dalam upaya memahami alam semesta dan segala isinya, masih ada beberapa pertanyaan penting yang belum bisa terjawab. Untuk memecahkan permasalahan seperti ini, boleh jadi diperlukan pembangunan peralatan-peralatan baru baik di permukaan Bumi maupun di antariksa. Selain itu, mungkin juga diperlukan perkembangan baru dalam fisika teoretis dan eksperimental.

Berkas:Grav.lens1.arp.750pix.jpg

  • Apakah asal-usul spektrum massa bintang? Maksudnya, mengapa astronom terus mengamati persebaran massa yang sama ; yaitu,fungsi massa awal yang sama. Walaupun keadaan awal terwujudnya bintang-bintang berbeda-beda? [84]  Diperlukan pemahaman yang lebih dalam akan pembentukan bintang dan planet.
  • Adakah wujud kehidupan lain di alam semesta? Adakah wujud kehidupan cerdas lain di alam semesta? Kalau ada, apa jawaban dari paradoks Fermi? Apabila ada kehidupan lain di luar Bumi, implikasinya, baik ilmiah maupun filosofis, sangat penting.[85][86] Apakah Tata Surya kita termasuk normal ataukah ternyata tidak biasa?
  • Apa yang menyebabkan terbentuknya alam semesta? Apakah premis yang melandasi hipotesis "alam semesta yang tertata dengan baik" (fine-tuned universe) tepat? Apabila tepat, apakah ada semacam seleksi alam dalam skala kosmologis? Apa sebenarnya yang menyebabkan inflasi kosmik dini, sehingga alam menjadi homogen? Kenapa terdapat asimetri barion di alam semesta?
  • Apa hakikat sebenarnya dari materi gelap dan energi gelap? Mereka telah mendominasi proses perkembangan dan, pada akhirnya, nasib dari jagat raya, tapi sifat-sifat mendasar mereka tetap belum dipahami.[87] Apa yang akan terjadi di penghujung waktu?[88]
  • Bagaimana galaksi-galaksi pertama terbentuk? Bagaimana lubang-lubang hitam supermasif terbentuk?
  • Apa yang menghasilkan sinar kosmik berenergi ultra-tinggi?

Tikar Tertua di Afrika Berbahan Antinyamuk


Tempat tidur tertua berupa tikar atau matras

JOHANNESBURG,  Arkeolog menemukan tempat tidur semacam tikar atau matras berusia 77.000 tahun di Goa Sibudu, Afrika Selatan. Penemuan tikar yang dipublikasikan di jurnalScience, minggu ini, tersebut menunjukkan betapa manusia saat itu sudah kreatif dan berpengetahuan pada masa itu.
Tikar tertua itu diketahui terbuat dari batang dan daun pohon yang dimampatkan. Identifikasi yang dilakukan memberi petunjuk bahwa salah satu tumbuhan yang digunakan adalah Cryptocarya woodii, tanaman tradisional yang memiliki khasiat antinyamuk. "Pemilihan daun ini untuk konstruksi tikar menunjukkan bahwa manusia yang tinggal di Sibudu memiliki pengetahuan yang mendalam tentang tanaman di sekitarnya dan paham manfaat medisnya," kata Lyn Wadley, arkeolog dari Universitas Witwatersrand di Johanesburg, Afrika Selatan.

"Obat herbal telah memberi manfaat bagi manusia kala itu, dan penggunaan bahan tolak serangga menambah pemahaman kita tentang perilaku manusia 77.000 tahun yang lalu," tutur Wadley, seperti dikutip Livescience, Kamis (8/12/2011). Arkeolog mengungkapkan, setidaknya tiga lapisan di situs Sibudu memiliki tikar dengan rentang usia 38.000-77.000 tahun. Kondisi tikar yang telah memfosil itu terbilang bagus. Tikar tertua yang ditemukan itu 50.000 tahun lebih tua daripada alat tidur serupa yang pernah ditemukan. Analisis pada tikar menyebutkan bahwa manusia kala itu secara reguler membakarnya setelah dipakai. 

Menurut Christopher Miller dari Universitas Tubingen, Jerman, yang terlibat penelitian ini, hal itu mungkin dilakukan untuk menghilangkan serangga atau hewan kecil lainnya. Analisis juga mengungkap bahwa tikar di masa itu tidak sekadar untuk tidur, tetapi juga untuk bekerja dan kegiatan hidup lainnya. Ilmuwan mengatakan, tikar yang ada di tempat tidur manusia 58.000 tahun lalu lebih padat, menunjukkan bahwa populasinya makin banyak.

Sumber : Livescience

Pasangan Venus Bukan Mars, tapi Jupiter dan Saturnus

Selama ini Venus yang diidentikkan dengan perempuan selalu diidentikkan sebagai pasangan Mars yang jadi lambang laki-laki. Namun, khusus tahun 2012 ini, pasangan Venus bukan hanya Mars. Pada tahun ini, planet kedua terdekat dari Matahari itu malah akan berpasangan dengan dua planet lain, Jupiter dan Saturnus.

Venus akan berpasangan dengan Jupiter pada petang hari tanggal 14 Maret 2012. Sementara Venus dengan Saturnus akan terjadi menjelang fajar pada tanggal 27 November 2012. Venus, Jupiter, dan Saturnus akan tampak berdekatan satu sama lain. Dalam istilah astronomi, fenomena saat dua planet saling berdekatan disebut konjungsi. Konjungsi Venus dan Jupiter paling tepat dilihat pada 14 Maret 2012 antara pukul 18.30 - 19.00 WIB. Saat konjungsi, keduanya cuma akan terpisah sejauh 3 derajat. Keduanya akan bersinar di langit bagian barat. Jupiter tampak dengan magnitud -1,97 dan Venus
-4,17.

Ilustrasi konjungsi Venus-Saturnus 27 November 2012

Ilustrasi konjungsi Venus-Jupiter pada 14 Maret 2012




Sementara, konjungsi Venus dan Saturnus bisa dilihat pada 27 November 2012 mulai pukul 04.00 WIB di langit timur. Venus akan tampak dengan magnitud -3,87 sedangkan Saturnus bermagnitud 1,33. Jarak keduanya sangat dekat hingga hampir menyatu, cuma terpisah 1 derajat. Konjungsi planet adalah hal yang biasa terjadi dalam astronomi. Fenomena ini bisa disaksikan dengan mata telanjang, namun bisa disaksikan lebih jelas dengan teleskop. Magnitud merujuk pada kecerlangan benda langit. Makin negatif, makin cerlang.

Konjungsi Venus-Jupiter diperkirakan pernah terjadi tahun 3 SM dan dikaitkan dengan Bintang Natal, fenomena yang dilihat para Majus terkait dengan kelahiran Yesus. Namun, hingga saat ini belum dipastikan apakah Bintang Natal ialah Konjungsi Venus-Jupiter. Sementara, konjungsi Venus dan Saturnus tahun ini akan lebih istimewa. Tepat saat dua planet tersebut berpasangan, Merkurius akan datang menemani. Ini bisa dilihat sekitar pukul 04.30 dini hari tanggal 27 November 2012.

Konjungsi Venus-Jupiter serta Venus-Saturnus tak berlangsung lama. Venus-Jupiter akan tenggelam cepat setelah konjungsi. Sementara, Venus-Saturnus akan cepat tak tampak karena fajar tiba. Jadi, jangan sampai terlewat. Dan, tenang saja, konjungsi Venus tak akan menimbulkan keributan apapun.

Sumber : Kompas.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tanggapan codebreakers